
" kenapa kamu menyuruhku pakai baju, bukannya kita itu seharusnya malah buka..." kata Reihan terpotong.
" tidak aku.... aku...." ucap cahaya gugup.
Reihan bangun lalu menghampiri cahaya yang sedang berdiri disisi tempat tidur.
" Aku kenapa?" tanya Reihan lembut dan menarik tangan Cahaya untuk duduk disampingnya.
" Ma..maafkan aku !" cahaya tertunduk.
" maaf untuk apa?" Reihan membelai rambut cahaya lembut menatapnya lekat
cahaya mengangkat wajahnya menatap Reihan dengan mata berkaca kaca.
Reihan menghapus air mata cahaya yang berlinang dan mengusap pipi dan bibirnya dengan lembut. wajahnya semakin mendekat ke wajah cahaya lalu ia ******* bibir cahaya dengan lembut. cahaya tersengal tidak bisa bernapas mendapat ciuman dadakan sehingga Reihan menghentikan aksinya. Reihan tersenyum kecil lalu kembali ******* bibir cahaya penuh gairah dan kali ini cahaya membalas lumatannya sampai mendesah.
Reihan yang merasakan desahan cahaya terus menuntun tangannya bergerilia kedaerah sensitif cahaya lalu membaringkan tubuh cahaya diatas kasur. dengan gejolak asmara yang kian menggebu membuat Reihan tidak sabar untuk memuaskan Reihan junior tapi saat hendak beraksi cahaya menolaknya.
" maafkan aku... aku takut itu rasanya sangat menyakitkan, aku... aku tidak mau merasakan sakit seperti itu lagi?" ucap cahaya lirih dengan deraian airmata yang berlinang.
" maafkan aku karena dulu pernah memaksamu sampai kau merasa kesakitan. dan kali ini aku tidak mau memaksamu jika kamu belum siap tidak apa - apa, aku bisa mengerti aku akan menunggunya. dan kelak aku akan melakukannya dengan lembut dan hati-hati, tidak akan aku biarkan kamu merasakan sakit seperti itu lagi". ucap Reihan lembut sambil mengecup kening cahaya lalu bangkit dari posisinya.
" lakukanlah dengan lembut jika terasa sakit hentikan" ucap cahaya yang menarik tangan Reihan.
__ADS_1
Reihan tersenyum dan dengan perlahan ia melanjutkan aksinya yang tertunda. Reihan benar-benar melakukannya dengan lembut sampai cahaya menggeliat merasakan gairahnya dan sampailah keduanya pada puncak kenikmatan dan tertidur akibat kelelahan bercinta yang entah berapa ronde mereka melakukannya.
Sinar mentari pagi menyusup kecelah jendela membangunkan kedua insan yang kelehan bercinta.
" Selamat pagi sayang!" sapa Reihan mencium pucuk kepala cahaya.
" selamat pagi !" jawab cahaya dengan wajah merona bagai tomat.
" kenapa wajahmu malu seperti itu?" tanya Reihan menggoda
" ahh.. siapa yang malu, aku tidak..." ucap cahaya terhenti.
" tidak apa, jelas-jelas wajahmu merah begitu" goda reihan.
" kalau benar kamu tidak malu, bagaimana kalau kita melakukannya lagi?" tanya Reihan dengan senyum menyeringai.
" tidak mau, apa kamu belum puas semalam kita sudah melakukannya berapa kali" tolak cahaya.
" ayolah sayang sekali lagi, bukankah itu tidak terasa sakit?" Reihan merajuk
" tidak mau, aku mau mandi" cahaya bergegas bangun dengan balutan selimut yang menutupi tubuhnya menuju kamar manfu namun selimutnya ditarik oleh Reihan sampai lepas dari tubuhnya. cahaya terkejut lalu berlari dan dengan langkah cepat Reihanpun masuk kekamar mandi.
"aaaaaaaa.......!" cahaya teriak lalu dibekap oleh tangan Reihan.
__ADS_1
" jangan berteriak, apa kamu mau papah sama mamah menggedor gedor kamar kita!" ucap reihan
" lalu kamu mau apa masuk kesini ?"
" mandi"
" yaudah aku keluar kamu mandi saja duluan"
" gak mau, aku mau kita mandi bersama"
" dasar gila"
"gak apa-apa gila karena kamu"
"kau ini"
karena sudah tidak sabar Reihanpun menggendong cahaya dan meletakkannya ke dalam bathtub.
merekapun melakukan aktifitas dikamar mandi yang bukan sekedar mandi biasa.
Reihan dengan kemeja putih celana panjang rambut tersisir rapih menunggu cahaya disofa sambil memainkan hp.
cahaya mengenakan kemeja putih yang senada dengan polesan makeup tipis terlihat sangat cantik.
__ADS_1
"ayo turun sarapan setelah itu kita izin sama papah dan mamah untuk pergi ke kota xxxx mengunjungi makam ayahmu" ucap Reihan