
Nyonya Widia dan Pak bram keluar dari kamar mereka menuruni anak tangga menuju meja makan.
Nyonya widia duduk disamping pak bram. seperti biasa bila pak bram ada dirumah hanya mereka berdua saja yang menyantap makan malam dimeja makan. karena Reihan selalu pulang larut malam dan tak jarang pulang dalam keadaan mabuk.
" mbok, tolong panggilkan cahaya untuk makan malam" kata pak bram
"baik tuan" mbok ijah langsung naik keatas mengetuk pintu kamar.
tokkk... tokkk...tokkk...
mendengar ketukan pintu cahaya bergegas bangun dan membuka pintu kamarnya.
" Ada apa mbok?" tanya cahaya lembut dan sangat sopan.
" Non cahaya diminta turun untuk makan malam oleh tuan besar" sahut mbok ijah
__ADS_1
cahaya tersenyum pada mbok ijah lalu menutup kamarnya dan berjalan mengikuti mbok ijah menuju meja makan.
" Duduklah !" seru pak bram sambil menepuk kursi di sebelahnya.
cahaya merasa sangat gugup saat dua bola mata menatapnya tajam. ya siapa lagi klo bukan nyonya widia yang dari tadi menatapnya dingin.
usai makan malam cahaya kembali kekamarnya. semenjak ayahnya meninggal gadis ceria dan penuh semangat itu berubah menjadi gadis yang lebih banyak diam.
mengingat sikap dingin nyonya widia terhadapnya membuat cahaya teringat kembali pada sosok pria lembut yang sangat ia rindukan saat ini. tanpa ia sadari airmatanya sudah membanjiri pipinya yang putih.
Ayah... aku sangat merindukanmu. ayah...
Hikkks.... hikkks...
Suara isak tangis memecahkan keheningan malam. Derap langkah kaki jenjang tubuh tegap yang tangannya sudah memegang knop pintu tiba- tiba terhenti dan mencari sumber suara yang mengusik telinganya itu.
__ADS_1
dengan langkah perlahan pria itu mendekati kamar cahaya suara itu semakin jelas terdengar lalu ia pegang knop pintu perlahan membukanya dan terlihat sosok wanita yang sedang menangis menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.
perlahan pria itu semakin mendekat, sontak cahaya terbelalak kaget melihat sosok seorang pria yang tidak ia kenal masuk kekamarnya.
ahhh....sialll... aku lupa mengunci pintu. siapa pria ini main masuk kamar orang**
umpat cahaya dalam hati.
"siappppp....?" suara cahaya terhenti saat tangan pria itu membungkam mulutnya.
" emmm.... " jeritan cahaya terbungkam.
cahaya lalu menggigit tangan pria itu dan sontak pria itu meringis kesakitan dan melepaskan tangan yang membungkam mulut cahaya.
cahaya bangkit dari duduknya dan berlari menuju pintu tapi langkahnya kurang cepat tangan pria itu lebih dulu menarik tangannya lalu menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur. cahaya begitu ketakutan pikirannya melayang meratapi nasib buruk yang akan menimpanya.
__ADS_1
pria itu kini sudah berada diatas tubuh cahaya, tangan kekarnya mengunci tubuh cahaya dengan kuat.
" ku mohon jangan lakukan ini padaku" ucap cahaya lirih. bibir cahaya gemetar rasa takut bergemuruh didadanya. detak jantungnya berpacu sangat cepat. cahaya berusaha berontak dan berteriak berharap akan ada yang mendengar namun pria itu secepat kilat menutup mulut cahaya dengan bibirnya. hingga membuat cahaya tersengal. bau alkohol tercium sangat menyengat dari mulut pria itu.ia tidak menghiraukan rintihan cahaya yang tak berdaya. hati cahaya semakin bergemuruh memikirkan nasibnya yang seketika hancur, akibat perbuatan bejat pria yang sedang melahap dirinya dengan buas. airmatanya mengalir sangat deras.