RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
KECEMASAN


__ADS_3

*****ASSALAMU'ALAIKUM*....


*TETAP SEMANGAT..... TETAP JAGA KESEHATAN YA.....πŸ˜‰


JANGAN LUPA 3M :


MENCUCI TANGAN


MEMAKAI MASKER


MENJAGA JARAK😊


MESKIPUN DALAM KEADAAN MASIH PANDEMI SEMOGA KITA SEMUA SELALU DIBERI KESEHATAN DAN TETAP DIBERI SEMANGAT πŸ’ͺ πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ😊


SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH UNTUK PARA READER SEMUANYA YANG SUDAH MAU MENYEMPATKAN WAKTUNYA MEMBACA KARYA TULIS PERDANA SAYA YANG BERJUDUL " RAHASIA DIDALAM PERNIKAHAN" SEMOGA SAYA BISA BELAJAR LEBIH BAIK LAGI DAN TERIMA KASIH BANYAK BUAT YANG SUDAH MEMBERIKAN πŸ‘ NYA. VOTE, LIKE DAN KOMEN KALIAN SEMUANYA MERUPAKAN SEBUAH SUPORT, DUKUNGAN, PENYEMANGAT YANG MEMBUAT AUTHOR TERUS BERSEMANGAT DALAM MENULIS.


**TERIMA KASIH SEMUANYA 😊😊😊


SALAM SEMANGAAAAATTTT.....πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊**


LANJUT KECERITA YAπŸ˜‰**


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tidak butuh waktu lama makanan yang dipesanpun sudah tersaji diatas meja makan mereka. karena sudah merasa sangat lapar Reno dan Cahayapun memakan dengan lahapnya menu yang dipesannya tadi.


Seusai makan Reno tetap pada tujuannya yaitu mengantarkan Cahaya pulang. saat hendak keluar dari rumah makan seafood tersebut langkah cahaya seketika terhenti, ia melihat sosok yang sangat dikenalnya keluar dari dalam mobil bersama seorang wanita. mereka berjalan bergandeng tangan terlihat sangat mesra di mata Cahaya dan tanpa disadari butiran bening meluncur begitu saja dari pelupuk matanya.


Reno yang melihat Cahaya menitikkan airmata merasa geram, hawa panas menjalar keseluruh otaknya tanpa pikir panjang ia langsung berjalan menghampiri Reihan namun langkahnya terhenti oleh tangan Cahaya yang menarik tangannya.


" Kita pulang" Cahaya berjalan berpapasan dengan Reihan didepan Rumah makan seafood tersebut. seketika mata Reihan membulat melihat orang yang dicarinya seharian berada disebuah rumah makan bersama seorang laki-laki. Reihan berusaha menahan api amarah yang terlihat jelas dimatanya. ia menatap Reno dengan tatapan membunuh begitupun dengan Reno yang ingin rasanya melayangkan bogeman mentah padanya kalau tidak dihalangi oleh Cahaya.


Cahaya berjalan berlalu begitu saja dari hadapan Reihan. Membuat hati Reihan semakin terbakar api cemburu. Clara melihat Cahaya dengan tatapan sinis dia semakin bergelayut mesra dengan Reihan dihadapan Cahaya.


Berkali-kali Reihan menepis tangan Clara yang tidak henti-hentinya melingkar ditangannya.


Clara dengan manja menarik tangan Reihan masuk ke dalam rumah makan tersebut sedangkan cahaya pergi bersama Reno menuju mobil yang terparkir disana dan tiadak makan waktu lama mobil itupun melaju dengan batas normal.


Didalam mobil keduanya hanya terdiam Cahaya membuang pandangannya kesisi jalan. hatinya terasa sakit mengingat suaminya bergandengan tangan dengan wanita lain. Cahaya menghela napas panjang mencoba menenangkan hatinya sendiri. ia merasa hari ini adalah hari yang sangat melelahkan.


Reno sesekali menoleh kearah Cahaya sambil fokus mengemudi. melihat Cahaya yang muram Renopun merasa sangat sedih.


" Kamu gak apa-apa?" tanya Reno tanpa menoleh


" Hemmm..." Cahaya malas menjawab.


" Apa kau benar-benar masih ingin aku mengantarmu ke apartemennya?"


"Hemm.."


" Lebih baik malam ini kau pulang saja ke apartemenku. tenangkan dulu hatimu. aku akan menjaga mamah di rumah sakit." ucap Reno dengan rasa khawatir.


" Tidak mau, antarkan aku ke apartemennya" Cahaya tetap kekeh ingin pulang ke apartemen Reihan.


Setelah perjalanan hampir 30 menit mobil Reno akhirnya sampai didepan apartemen Reihan.


" Apa kau yakin akan tetap masuk kesana?" tanya Reno.


" Hemm.." jawab Cahaya lalu membuka pintu mobil dan menyembul keluar.


" Ya sudah masuklah, tapi ingat jika ada apa-apa cepat hubungi aku!" ucap Reno penuh penekanan.


" Iya" jawab Cahaya lalu berjalan masuk ke apartemen tersebut.


Reno kembali melajukan mobilnya pergi ke rumah sakit untuk menjaga mamahnya disana.


Cahaya dengan pelan membuka knop pintu dan betapa terkejutnya Cahaya ketika melihat Reihan sedang duduk di sofa dengan menyilang kaki dan tangan yang dilipat didada. sorot matanya tajam seperti elang yang siap menerkam mangsa. Cahaya tertegun melihat sikap Reihan yang begitu dingin.


" Ternyata seharian ini kau bersama laki-laki itu, pantas saja ponselmu tidak aktif. takut aku mengganggu waktu kencan kalian? bodohnya aku". ucapnya dingin.Setelah mengatakan itu Reihan bangkit dari duduknya dan berjalan melewati Cahaya begitu saja yang masih berdiri mematung diambang pintu. Reihan menutup pintu dengan keras dan sontak hal itu membuat jantung Cahaya hampir lompat saking kagetnya.


" Kenapa dia yang marah, harusnya aku yang marah karena dia yang udah mesra-mesraan dengan wanita itu" gumam Cahaya kesal.

__ADS_1


Karena merasa lelah ditambah tubuhnya yang terasa sangat lengket akibat seharian diluar rumah akhirnya Cahaya lebih memilih untuk mandi membersihkan tubuhnya.


Usai mandi Cahaya mengambil ponselnya yang di charge diatas nakas lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur king size nya. ia menggeser layar ponselnya dan betapa terkejutnya Cahaya melihat banyaknya pesan yang masuk dan panggilan tak terjawab dari Reihan.


Satu persatu Cahaya membuka isi pesan yang masuk. terutama pesan dari Reihan.


PAK SUAMI


πŸ“©" Kamu sedang apa?"


πŸ“©"Kamu sudah pulang belum?"


πŸ“©"Hari ini aku akan pulang lebih awal, bersiap-siaplah kita akan makan diluar malam ini"


πŸ“©" Kenapa tidak membalas pesanku, Apa masih sibuk?"


πŸ“©" Aku sudah dirumah, kamu dimana biar aku jemput?"


πŸ“©" Cahaya kamu sebenarnya dimana, kenapa pesanku tidak dibalas dan panggilanku juga tidak dijawab?"


πŸ“©" Cahaya jangan membuatku khawatir!"


πŸ“©" Cahaya!"


πŸ“©" jawab telponku"


πŸ“©" Beraninya kau mengabaikanku"


πŸ“©"Cahaya, dimana kamu?"


πŸ“©" Aku sudah lelah mencarimu seharian ini, tapi kau tetap tidak ada. kamu pergi kemana?"


πŸ“©" Apa kamu marah padaku?"


πŸ“©"Cahaya, tolong jawab pesanku?"


πŸ“©"Aku sangat mencemaskanmu!"


πŸ“©" Cahaya jangan mempermainkanku, aku merindukanmu"


Lalu cahaya membaca pesan-pesan masuk yang lainnya.


INTAN


πŸ“©" Ca kamu dimana, pak Reihan tadi menelponku menanyaimu"


πŸ“©" Ca, kamu dan pak Rei.... ??? "


πŸ“©" Hutang penjelasan kamu Ca denganku, pokoknya aku tunggu nanti dikantor!"


"akh.... kenapa dia menghubungi intan segala sih.. bagaimana nanti aku menjelaskannya pada intan.oia, dari mana dia bisa tau ya nomor intan?"


batin cahaya


BAYU


πŸ“©" Ca, kamu pergi kemana?"


πŸ“©" Tadi pak Rei bertanya keberadaanmu, memang kau melakukan kesalahan apa sampai dicari bos Rei?"


πŸ“©" Ca, sorry ya kalau aku udah ngasih nomor intan ke bos Rei"


πŸ“©"Akhhh....ternyata bayu yang memberikan nomor intan padanya".


LINTANG


πŸ“©"Hai Ca, kamu lagi apa sekarang?"


πŸ“©" Oia Ca, aku heran deh tadi CEO dari PT. Adiaksa Grup kok menghubungi aku terus menanyakan keberadaan kamu?"


πŸ“©" Terus kok dia bisa tau nomor aku ya Ca?"


πŸ“©" Apa Kamu udah bikin masalah dengannya ya Ca?"

__ADS_1


" kenapa semua dia tanyakan sih, belum 24 jam aku tidak pulang apa sebegitu khawatirnya dia sampai menanyakan aku pada mereka? "


Cahaya melihat masih ada pesan yang belum di bacanya. " Papah, apa dia juga menelpon papah untuk menanyakanku? tapi tidak mungkin"


PAPAH


πŸ“©" Nak kamu dimana, apa kalian bertengkar? Reihan tadi pulang mencari papah dan menanyakan keberadaanmu,papah liat dia sangat mengkhawatirkamu sayang"


πŸ“©" Hubungi papah kalau kamu sudah baca pesan papah. jangan bikin papah khawatir!"


" Dia sampai bertanya sama papah" batin Cahaya.


Cahaya setelah membaca pesan dari papah mertua langsung menelponnya.


πŸ“žCAHAYA


" Assalamu'alaikum, pah!"


πŸ“žPAPAH


" Wa'alaikum salam. Nak kamu kemana saja, kenapa baru menghubungi papah, bikin khawatir saja?"


πŸ“žCAHAYA


"Iya maaf pah, tadi hp Cahaya batrenya habis. ini baru baca pesan papah".


πŸ“žPAPAH


" Memangnya kamu tadi pergi kemana, kenapa tidak memberi kabar pada suamimu. dia sampai mencarimu kerumah ini?"


πŸ“žCAHAYA


" Mas Rei benar kesana pah, mencari Cahaya?"


πŸ“žPAPAH


" Iya,Nak"


πŸ“žCAHAYA


" Tapi..."


πŸ“žPAPAH


"Tapi apa?"


πŸ“žCAHAYA


" Tadi Mas Reihan dan Clara mereka..."


πŸ“žPAPAH


" Oh itu, mamahnya Reihan tadi yang memaksa untuk mengantarkan Clara pulang, Reihan sangat mengkhawatirkanmu sayang, apa kamu sudah bertemu dengannya?"


πŸ“žCAHAYA


" Sudah pah, tapi dia terlihat sangat marah"


πŸ“žPAPAH


"Marah kenapa?"


πŸ“žCAHAYA


" Karena ta..."


Ceklekk...


Pintu terbuka menyembul dari luar Reihan dengan wajah dinginnya berjalan menuju sofa.


Cahaya mengakhiri sambungan telponnya dengan sang papah mertua.


πŸ“žCAHAYA

__ADS_1


" Maaf Pah, mas Rei sudah pulang, nanti Cahaya telpon lagi ya!" sambungan telponpun terputus.


Cahaya dengan ragu-ragu berjalan menghampiri Reihan yang tengah duduk bersandar di sofa dengan mata terpejam dan dua jari yang sedang memijat pangkal alisnya.


__ADS_2