
setelah mendapat telpon dari Reihan dr. herry langsung bergegas meluncur ke kediaman bramantyo.
herry adalah dokter pribadi keluarga bramantyo.
Tibanya di kediaman keluarga bramantyo dr. herry langsung memeriksa keadaan cahaya.
" Bagaimana keadaannya dok?" tanya pak bram penuh kecemasan.
" gadis ini baik-baik saja, tapi sepertinya dia sangat tertekan dan terguncang..?" jawab dr. herry.
" Gadis ini butuh istirahat!" ucapnya lagi.
Setelah selesai memeriksa dr. herry pamit pergi dan diantar Rei sampai kedepan.
" Siapa gadis itu Rei... ? tanya dr. herry
" Dia putri teman papahku". jawab Reihan sambil memegang tengkuk lehernya dan berjalan menuruni anak tangga.
" Gadis itu terlihat sangat shock dan terguncang sepertinya dia.....!" ucapan dr. hery menggantung.
" Ya... semalam aku mabuk berat dan tanpa sadar aku memperkosanya" kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Reihan tanpa basa basi.
__ADS_1
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Reihan membuat Herry sontak sangat terkejut.
herry selain dokter pribadi keluarganya dia juga sahabat baik Reihan, sehinggga tanpa ragu-ragu Reihan menceritakan semuanya pada hery.
"Tega kamu Rei...." kata hery penuh penekanan. " gadis yang malang" ucapnya lagi merasa iba pada cahaya.
" Kau harus menikahinya Rei... kasihan gadis itu, sepertinya dia gadis baik-baik."
" Dia hanyalah gadis kampung, bukan seleraku"
Herry tersenyum tipis sambil membuka pintu mobilnya.
" bukan seleramu tapi sudah kau makan dia mentah-mentah, jangan biarkan dia bunuh diri karena perbuatanmu" ucap hery menakuti sambil menepuk bahu Reihan lalu masuk kedalam mobilnya.
kata-kata herry terus terniang ditelinga Reihan, membuatnya sedikit cemas takut jika Cahaya benar-benar sampai berbuat nekat.
Reihan berjalan menuju kamarnya dan masuk ke dalam lalu berniat mandi membersihkan tubuhnya yang kotor.
didalam kamar mandi Reihan membasahi tubuhnya dibawah guyuran shower. pikirannya dipenuhi dengan ucapan Hery sehingga membuat Reihan sedikit gusar.
selesai mandi Reihan menggunakan kemeja biru muda, celana hitam rambut tersisir rapih sehingga terlihat jelas ketampanannya. Dia keluar kamar ingin pergi ke club, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti di depan pintu kamar cahaya yang tidak tertutup rapat.
__ADS_1
Reihan menatap papahnya yang duduk ditepi tempat tidur dari celah pintu, ia melihat papahnya menangis disisi cahaya yang masih terpejam.
" maafkan om cahaya," ucapnya lirih "andai saja om tidak membawamu kesini kamu pasti tidak akan semalang ini nak... om malah membawamu ke mulut serigala dan menerkammu."
Reihan tertunduk diam mendengarkan ucapan papahnya.
" jika bukan karena menyelamatkan nyawa om kamu pasti sedang bahagia bersama ayahmu sekarang. tp karena om kau kini malah hidup menderita nak.. " isak tangis pak bram pun pecah.
" apa om masih pantas hidup nak? om merasa malu dan bersalah pada ayahmu karena telah gagal menjagamu sehingga membuatmu seperti ini akibat perbuatan bejat putra om sendiri." tangisnya semakin terisak.
degg....
Reihan sedikit terenyuh dengan ucapan papahnya.
perlahan Reihan menghampiri papahnya dan berdiri ditepi.
" Pah.... maafkan Rei !" ucap Rei sontak mengejutkan papahnya lalu menoleh kearahnya.
" Rei akan menikahinya pah." tutur Reihan.
mendengar ucapan itu membuat Pak bram bangkit dari duduknya lalu menepuk bahu putranya dengan senyum sedikit lega.
__ADS_1
" Minta maaflah padanya... jaga dia!" pinta pak bram menunjuk kearah cahaya dengan pandangannya lalu berjalan keluar.