
" Makanannya apa kamu suka, atau mau pesan yang lain?"
" Tidak usah!" jawab cahaya.
" cahaya..." panggilnya lembut.
" iya"
" Aku...." kata yang ingin diucapkannyapun terasa berat keluar dari mulut Reihan. Ia menatap cahaya begitu dalam sehingga membuat cahaya menjadi salah tingkah.
" cepat katakanlah, jika masih lama aku sudah tidak tahan ingin ke toilet" kata cahaya dengan polosnya sambil mata mencari letak toiletnya.
" tuh di sana" ucap Reihan sambil menunjuk letak arah toilet dengan mengangkat sedikit dagunya.
cahaya berdiri lalu bergegas meninggalkan Reihan ke toilet.
Reihan yang melihat punggung cahaya menghilang dari pandangannya menggaruk tengkut lehernya yang tak gatal.
" ahhh... kenapa lama - lama dia semakin menggemaskan" gumam Reihan sambil tertawa kecil.
tak lama cahaya kembali dari toilet ia duduk dan melanjutkan makannya yang tertunda. cahaya berhenti makannya saat ia melihat Reihan yang terus memandanginya lekat.
__ADS_1
" apa perutmu itu akan kenyang dengan terus menatapku seperti itu? kasihan makananmu yang merasa iri padaku karena kau lebih memilih menatapku daripada makanan yang ada dipiringmu itu". ujar cahaya yang hanya dibalas senyuman oleh Reihan.
cahaya yang dulu kini telah kembali. senyuman dan canda tawanya mulai merekah setelah sekian lama menghilang dari wajahnya. cahaya ketika bersama ayah dan kedua sahabatnya yaitu bayu dan intan cahaya adalah gadis yang ceria penuh canda dan tawa, sunyuman manis setiap hari selalu menghiasi wajahnya. hari harinya selalu bahagia, baginya ayahnya adalah segala-galanya sampai pada peristiwa yang merenggut kebahagiaannya.
" cahaya, maafkan aku. bagitu banyak kesalahan yang telah aku perbuat terhadapmu !". tutur Reihan yang tiba - tiba menggenggam tangan cahaya dengan lembut.
" Rei... aku..." ucap cahaya terhenti.
" Rei... aku ingin melupakan semua peristiwa itu jadi tolong bantu aku untuk tidak mengingat kembali hal yang menyakitkan itu Rei..." ucap cahaya lirih dengan bulir air bening yang mengalir dari matanya.
" Maaf, semua salahku. aku yang telah menorehkan luka yang sangat dalam dihatimu. aku mohon izinkan aku untuk menebus semuanya" ucap Reihan dengan penuh penyesalan.
" sebelum kita menikah, aku akan berkata jujur padamu tapi aku berharap kelak setelah aku mengatakan semuanya apapun yang akan terjadi kau akan tetap percaya kepadaku."
cahaya terdiam mencerna apa yang baru diucapkan reihan. ia merasa sedikit gugup menunggu apa yang akan diungkapkan Reihan padanya.
" ini tentang clara" ucapnya pelan.
" Clara?" cahaya dengan ekspresi bingung mengingat nama itu.
Reihan mengangguk menyusun kata kata yang akan ia ungkapkan agar cahaya tidak salah paham
__ADS_1
" apa dia kekasihmu?" tanya cahaya ragu - ragu.
" iya" jawab reihan
" lalu kenapa kau ingin menikah denganku sementara kau sendiri memiliki kekasih, apa-apaan ini sungguh menyedihkan sekali hidupku... aikhhhhsss... " ucap cahaya merasa bodoh.
" Clara memang kekasihku, kami sudah 2 tahun berpacaran,dia tetlalu terobsesi dengan karirnya dan saat ini clara berada di Australi setelah menyelesaikan kontraknya disingapur, dia bilang akan mengejar semua impiannya
baru setelah itu akan kembali bersamaku setelah 3 x aku melamarnya dan selalu saja ditolak. dan sampailah terjadi peristiwa yang membuatmu menderita karena kebodohanku. saat itu aku dalam keadaan mabuk berat karena aku begitu kecewa dengannya yang sllu menolakku dan lebih memilih impiannya."
ucap Reihan jujur.
" Apa kau masih mencintainya?"
" aku tidak mau berbohong, aku masih mencintainya"
" lalu jika kau masih mencintainya kenapa kau ingin menikah denganku?"
" Entahlah....rasanya disini ingin selalu bersamamu, menjagamu dan melindungimu" ucap Reihan sambil menunjuk dadanya sendiri.
" Lalu bagaimana jika clara kembali apa kau akan meninggalkanku?"
__ADS_1