RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Di tepi kolam


__ADS_3

Cahaya keluar dari kamar mandi dengan mata yang sedikit terlihat sembab. Ia tidak mengindahkan keberadaan Reihan yang tengah duduk di tepi tempat tidur setelah mengganti dengan pakaian tidurnya Cahaya lebih memilih keluar dari kamarnya sementara Reihan hanya menatapnya sendu.


" Aku yakin kau pasti membenciku saat ini . maafkan aku sayang!" Lirihnya.


Cahaya pergi ke taman belakang setelah tadi sempat berhenti dan masuk ke dalam kamar Raka. setelah memastikan keadaan Raka sudah tertidur pulas Cahaya berjalan menuju taman belakang. Cahaya duduk di tepi kolam renang mencelupkan kedua kakinya kedalam air.


" Hufff... rasanya berat banget ya. !" lirih Cahaya menghela napas berat dan tanpa disadari menitikan airmata.


" Apanya yang berat?" Tanya seseorang yang sudah berdiri dibelakangnya.


Cahaya menoleh kesumber suara yang mengejutkan dirinya. " Ehh.. Intan. kamu belum tidur?" Cahaya cepat-cepat menghapus airmatanya dan memperlihatkan senyumnya semanis mungkin.


" Ca, aku mengenalmu bukan sehari dua hari kita bersahabat sudah dari kecil Ca , jadi apa kau kira aku tidak tau kalau sebenarnya kata baik - baik saja justru itu sebaliknya!" Intan duduk disamping Cahaya dan ikut mencelupkan kedua kakinya kedalam air.


Cahaya menunduk sejenak, menarik napas dalam - dalam lalu menoleh ke Intan.


" Aku..aku benar tidak apa-apa, aku hanya merasa berat akhir - akhir ini mengurus butik mama!" Cahaya berkilah.


" Ca... Ca... kamu kira aku percaya gitu?" Intan tersenyum getir.


" Jika kamu gak mau cerita ya gak apa-apa aku ngerti kok. mungkin kamu sudah tidak menganggap aku sebagai sahabat kamu lagi. ya udah kalau begitu aku gak mau ganggu privasi kam.sebaiknya aku pergi aja Ca!" Intan hendak berdiri namun ia urungkan tatkala mendengar suara isak tangis Cahaya.


" Ca..?" Intan duduk kembali dan terlihat terkejut Cahaya menangis.


" Maafin aku!" Lirih Cahaya.


" Sudahlah. aku yang seharusnya minta maaf. aku yang salah karena telah memaksamu cerita. aku memang bukan sahabat yang baik!" Intan membawa Cahaya kedalam pelukannya.


Cahaya masih saja terisak dalam pelukan Intan. setelah merasa puas mengeluarkan beban yang mengganjal dihatinya Cahaya berhenti menangis dan mengurai pelukan Intan.

__ADS_1


" Maafin aku karena aku tidak jujur padamu. aku.... aku bingung harus bersikap bagaimana? disaat masa lalu yang sudah ku kubur tiba-tiba saja kini muncul kembali kepermukaan dan kejadian demi kejadian seakan seperti roll film yang berputar begitu saja dalam ingatanku. aku...... hiks....hiks...!" Isak tangis Cahaya kembali pecah.


" Aku sudah berusaha tidak larut dalam bayangan masa lalu itu. aku.... aku sudah berusaha untuk tidak mau mengingatnya lagi tapi tetap saja aku tidak bisa. aku ini benar-benar bodoh hiks...hiks...!" Cahaya memukul dirinya sendiri dan menangis sesenggukan.


" Ca...!" Panggil Intan Lirih dan menghentikan tangan Cahaya yang memukul dirinya sendiri. karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan mengingat mereka berada dimana saat ini Intan memilih mengajak Cahaya untuk berdiri dan pindah duduk di bangku yang berada ditaman tersebut.


" Ca, aku tidak ingin memaksamu bercerita. jika memang kamu merasa berat tapi aku selalu ada untukmu Ca kapan pun kau mau cerita!" Intan mengusap bahu Cahaya lembut.


" Terima kasih Intan. kamu memang sahabatku yang baik. hiks....hiks.." Cahaya memeluk Intan.


" Ca..!" Tatapan mata Intan sendu melihat Cahaya yang seketika rapuh dihadapannya. tiba-tiba saja dia teringat dengan kejadian yang sama dimana dulu Intan menangis dalam pelukannya saat Reihan menyakitinya.


" Ca.. maaf tapi... !" Intan gugup takut Cahaya tersinggung "Apa kamu melihat Reihan bersama seseorang!" Tanya Intan ragu -ragu dan mendorong bahu Cahaya pelan lalu melihat mata Cahaya yang sembab.


Cahaya mengangguk.


" Apa wa..nita?" Tanya Intan gugup. lagi lagi Cahaya mengangguk.


" Clara... aku.... aku melihat mas Reihan dan Clara berpelukan di ruangannya!" Cahaya mencoba menahan tangisnya agar tidak tumpah. berkali kali Cahaya menghela napasnya.


" Aku benci melihat adegan seperti itu lagi. bodoh... aku sangat bodoh kenapa waktu itu aku justru malah berlari ya,seharusnya aku tuh menghampirinya dan menjambak rambutnya dan menampar keduanya dengan sangat keras!" Lirih Cahaya menghapus air matanya kasar. berusaha untuk tersenyum walaupun getir.


Intan yang mendengar nama Clara dari bibir Cahaya sontak saja langsung terkejut.


" Clara?"


Cahaya mengangguk dan tersenyum getir. airmata Cahaya kini sudah mengering rasa sakit dihatinya yang sangat dalam membuat airmatanya tidak lagi mau menetes.


" Ca!" Melihat senyum diwajah Cahaya Intan justru malah merasa khawatir.

__ADS_1


" Aku tidak apa-apa Intan, aku tidak ingin menangisi kesalahan yang sama. bodoh ya aku sampai sesenggukan seperti tadi. ah.... aku ini kenapa sih bodoh banget. ha...ha...!" Cahaya meruntuki dirinya sendiri lalu tertawa hambar.


"Ca..!" Lirih Intan.


" Aku baik-baik aja Intan, kakak iparku yang cantik dan baik hati !" Cahaya lagi-lagi menampakkan senyumnya.


" Ca, aku lebih suka kamu menangis daripada kamu tertawa seperti itu" Entah kenapa kali ini malah sebaliknya Intan yang menangis pilu melihat sahabatnya tertawa namun yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


" Kamu kenapa sih Tan?, udah jangan menangis aku gak apa-apa kok. hentikan tangismu itu jika Mas Reno melihat matamu sembab begitu. haduhhh.... bisa marah mas Reno padaku. apa kamu mau mas Reno memarahiku?" Cahaya pasang wajah sendu.


" Biarkan aja Mas Reno melihat mataku sembab karena habis menangis. nanti akan aku bilang kalau kau yang membuat aku menagis seperti ini. biar mas Reno memarahimu dan membuatmu menangis agar aku tidak melihat tawamu yang gak lucu itu. !" Keaal Intan.


" Ha...ha... !" Cahaya malah tertawa. " Sudah ah.. ini sudah malam. Ayo... sebaiknya kita kembali ke kamar. mas Reno pasti sedang mencarimu.!" Cahaya bangkit dari duduknya dan mengajak Intan masuk kedalam rumah.


" Tapi Ca, apa kamu...!" Ucapan Intan terpotong.


" Intan. aku baik-baik aja. setelah menceritakan semuanya hatiku sedikit lega. terima kasih kakak ipar!" Ucap Cahaya lembut.


" Ya udah sekarang kita masuk tapi lain kali kamu jangan memendam masalahmu sendiri lagi ya!" Intan melingkarkan tangannya dibahu Cahaya.


" Iya. ayo masuk!" Intan dan Cahaya berjalan masuk kedalam rumah untuk menuju kamar masing-masing dengan tertawa kecil. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terus memperhatikannya dan orang tersebut menyeka airmatanya.


Intan masuk kedalam kamarnya begitu juga dengan Cahaya.


Saat Intan masuk kedalam kamarnya ia melihat Reno tengah tertidur pulas dengan leptop yang masih berada dipangkuannya. Intan menggeleng dan berjalan menghampiri Reno lalu mengambil leptopnya dan meletakkannya diatas nakas. pelan-palan Intan merebahkan tubuh Reno yang tidur dalam keadaan duduk bersandar. setelah itu Intan pergi kekamar mandi sebentar sebelum ikut tidur disamping suaminya.


Sementara Cahaya masuk kedalam kamarnya dengan perasaan gugup. hatinya masih belum sanggup melihat Reihan karena setiap kali melihatnya bayangan demi bayangan dimasa lalu terus saja kembali berputar.


Cahaya masuk kedalam kamar dan bernapas lega karena tidak mendapati Reihan dikamarnya. " Syukurlah dia tidak ada. sebaiknya aku segera tidur sebelum dia masuk" Gumam Cahaya dalam hati. Cahaya langsung naik keatas tempat tidur berusaha memejamkan matanya dan menutup tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Ceklekkk..


tidak lama pintu kamar terbuka. Reihan masuk kedalam kamar dengan senyum getir saat melihat Cahaya tidur berbalut selimut tebal.


__ADS_2