RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Jangan Bertanya Lagi


__ADS_3

" Terima kasih sayang!" Ucap Reihan dengan lembut ditelinga Cahaya.


" Terima kasih untuk apa?" Cahaya memundurkan tubuhnya dan mendongak menatap wajah tampan suaminya.


" Terima kasih karena sudah mau mencintaiku!" Reihan mengeratkan pelukannya dan memberi satu kecupan dikeningnya.


Cahaya tersenyum simpul dalam dekapan hangat tubuh suaminya yang sudah lama ia rindukan semenjak kembalinya Clara dalam kehidupan mereka.


" Mas, apa boleh aku bertanya?" Tanya pelan Cahaya.


" kau ingin bertanya tentang hal apa?" Reihan mendorong tubuh Cahaya pelan dan menatap wajah cantiknya.


" Tapi mas harus janji jawab dengan jujur dan tidak boleh marah?"


" Apa seserius itu pertanyaanmu?"


" Iya, dan mas harus janji dulu!"


" Baiklah aku janji !"


" Mas, apa mas pernah melakukannya dengan wanita selain aku?" tanya cahaya dengan gugup dan sangat hati-hati takut membuat Reihan merasa tersinggung.


" Pernah " Jawab Reihan dengan lantang.


" Pernah ? jadi mas benaran pernah?" Cahaya sangat terkejut dengan jawaban Reihan yang begitu santainya.


" Bukankah kau yang memintaku untuk berkata jujur" jawab Reihan


" Sungguh sebuah kejujuran yang sangat menyakitkan" Cahaya menghela napas panjang. " emmmm.... apa kau melakukannya dengan......?" Ucapan Cahaya terhenti ada rasa kesal dan cemburu yang bergemuruh didalam hatinya.


" Sudahlah sayang jangan teruskan lagi pertanyaan-pertanyaan konyolmu itu !" Reihan mendorong tubuh Cahaya pelan lalu ia beranjak bangun dan duduk bersandar disandaran tempat tidur.

__ADS_1


Cahaya duduk dengan raut wajah yang cemberut. Reihan tidak ingin membuat suasana yang sudah membaik kembali keruh. Reihan menarik tangan Cahaya hingga terhempas dalam dekapannya.


" Dengarkan aku sayang, jika semua pertanyaan yang akan kau tanyakan itu hanya akan membuatmu merasa tidak nyaman, membuatmu sedih dan sakit hati sebaiknya kau buang jauh-jauh pertanyaan-pertanyaanmu itu. Dan tentang hubunganku dengan....". Cahaya menutup mulut Reihan dengan jarinya.ia tidak mau mendengar nama wanita itu.


Reihan tersenyum kecil melihat Cahaya yang cemburu. ia lalu mencubit pipi Cahaya sampai yang dicubit meringis kesakitan.


" kau itu benar-benar menggemaskan. kau yang memulai tapi kau sendiri yang cemberut dan terbakar api cemburu.!"


" Apa, Cemburu, heh.. siapa yang cemburu? buat apa aku cemburu. dasar menyebalkan!" ucap Cahaya yang mengelak dibilang cemburu oleh Reihan. Dengan bergegas dan sedikit mengumpat Cahaya turun dari tempat tidur lalu masuk kamar mandi.


Reihan tertawa terbahak-bahak melihat sikap isterinya yang masuk kamar mandi sambil mengumpat.


" Sayang, kita mandi bersama ya?" teriak Reihan dengan menggoda.


" Tidak mau!" jawab cahaya dari dalam kamar mandi.


"Ayo dong sayang!"


Setelah hampir 1 jam Cahaya berada dalam kamar mandi akhirnya Cahaya keluar dengan balutan handuk ditubuhnya. Cahaya melihat Reihan yang tengah duduk bersandar ditempat tidur sedang tersenyum dengan tatapan mata menggoda.


" Jangan menatapku seperti itu, cepat sana mandi!" ucap cahaya lalu berjalan kelemari mengambil baju gantinya.


" Sayang!" panggi Reihan manja.


" hemmm" jawab cahaya tanpa menoleh.


" Main lagi yuk biar cepat jadi!" kata Reihan dengan santainya.


" Mas...!" Teriak cahaya dengan membulatkan bola matanya. cahaya tidak habis pikir hari ini Reihan benar-benar sudah menjadi bucin.


Reihan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah cahaya yang terlihat kesal lalu turun dari tempat tidur dan bergegas kekamar mandi denan masih tertawa.

__ADS_1


setelah melihat kamar mandi tertutup cahaya memakai bajunya setelah itu memoles tipis wajahnya dengan makeup.


Reihan keluar dari kamar mandi dan bergegas memakai baju. setelah keduanya rapih mereka memutuskan untuk keluar mencari sarapan.


____________________________________________


Bramantyo duduk di kursi meja makan bersama Widia untuk sarapan. Mbok ijah seperti biasa menyiapkan sarapannya. mbok ijah meletakkan semangkok sup diatas meja makan dengan hati-hati.


" Mbok apa Reihan belum turun untuk sarapan?" tanya widia sambil menyendok sayur sup yang baru saja diletakkan mbok ijah diatas meja.


" Belum nyonya tuan Reihan belum turun dan non Cahaya tidak biasanya jam segini juga belum turun.!" jawab mbok ijah sambil membungkukkan badan.


" Apa, jadi wanita tidak tau diri itu juga belum turun. keterlaluan?". geram widia.


" Mbok!" panggil Bramantyo


" Iya tuan !"


" Tolong panggilkan mereka ya mbok untuk turun sarapan !" titah bramantyo dengan sopan.


" Baik tuan!" jawab mbok ijah lalu beranjak pergi kelantai atas dimana kamar Cahaya dan Reihan berada.


Tokkk... tokk... tokk...


Pintu kamar Cahaya diketuk mbok ijah, berkali kali ia mengetuk pintu tapi tak ada suara dari dalam . akhirnya mbok ijah pindah ke kamar sebelahnya yaitu kamar Reihan. pintupun diketuk mbok ijah namun lagi-lagi nihil kamar itu pun tidak ada jawaban. mbok ijah lalu mencoba membuka pintu kamar Reihan dengan perlahan yang ternyata tidak terkunci. mbok ijah memanggil pelan Reihan dan masuk kedalam kamar tersebut namun tidak juga ada jawaban ia lalu membuka pintu kamar mandi dan terlihat kosong. setelah itu mbok ijah memutuskan untuk kembali kekamar Cahaya dan mengetuk pintu kamarnya kembali dan hasilnyapun sama tidak ada sahutan lalu ia membuka pintu kamar Cahaya dan ternyata sama kamar itupu kosong.


Mbok ijah turun dan menghampiri Bramantyo dan widia yang sedang menikmati sarapannya.


" Maaf tuan, nyonya. Tuan muda dan non Cahaya tidak ada dikamarnya. !" ucap mbok ijah


" Apa mbok mereka tidak ada dikamarnya?" tanya widia yang sedikit terkejut karena mereka ternyata sudah tidak ada dirumah.

__ADS_1


" kemana mereka pergi sepagi itu?" gumam widia dengan kesal.


__ADS_2