RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Sarapan


__ADS_3

Jam 4 pagi Cahaya seperti biasa sudah terbangun. setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan suaminya Cahaya turun kelantai bawah untuk membantu bi susan menyiapkan sarapan sementara Reihan bermain dengan Raka yang sudah terbangun sejak kedua orang tuanya selesai beribadah.


Raka anak yang lucu dan sangat menggemaskan, dia sangat aktif dan membuat ayahnya selalu ingin cepat-cepat pulang saat bekerja karena ingin bermain dengannya.


Didapur Cahaya masih bertarung dengan spatulanya tang ting tung tong suara spatula yang membentur wajan menjadi pemecah kesepian dipagi hari. sudah hampir 1 jam Cahaya berkutat didapur dan akhirnya sarapan untuk keluarga tercinta selesai juga.


Cahaya dibantu bi susan menatanya diatas meja makan setelah semuanya selesai tersaji Cahaya kembali kekamarnya untuk mengambil baby Raka tapi sebelum itu ia menyiapkan keperluan suaminya terlebih dahulu.


Reihan masuk kekamar mandi setelah Cahaya keluar dari kamar dan turun kelantai bawah. Bi susan seperti biasa mengambil alih baby Raka dari gendongan Cahaya dan membawanya ke taman belakang yang terdapat tempat bermain baby Raka.


Sekar datang dan langsung duduk dikursinya dan tidak lama Reno pun menyusul dan mendudukan dirinya. Cahaya mengernyitkan alis saat melihat kehadiran Reno yang tidak seperti biasanya memakai setelan jasnya. Hari ini Reno berpenampilan sangat santai dengan calana jins dan kaos berwarna putih polos.


Sekar melirik Reno yang duduk disampingnya dan memperhatikan sikap santai Reno yang tidak biasanya.


" Kenapa mamah melihat ku seperti itu? dan kau juga dek, kenapa melihat mas mu yang tampan ini sampai segitunya. aku ini mas mu awas jangan naksir?" Tanya Reno menoleh ke Sekar dan juga Cahaya secara bergantian dengan tertawa kecil.


" Isshhhh.... ge'er banger sih!" Gerutu Cahaya.


" Kamu ini gak ke kantor? gak biasanya berpenampilan begini?" Tanya Sekar menarik kaos yang dipakai Reno.


" Iya, tumben banget. biasanya sarapan aja buru-buru dan langsung berangkat ke kantor!" sarkas Cahaya.


" Ya sekali kali gak apa-apa dong santai sedikit!" Reno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa sedikit gugup untuk memberi tahu mamahnya kalau hari ini mau pergi ke kota XXX


" Ini pasti ada apa-apa, iya kan?" Tanya Sekar menyelidik


" Apaan sih mah?" Reno mengelak dan merasa gugup.


" Ini kan hari senin, biasanya Mas Reno itu semangat banget buat ngantor tapi hari ini mas Reno malah sesantai ini, gak mungkin kalau tidak ada apa-apa?" Cahaya menatap Reno penuh selidik.


" Cihh... , Kau ini ya dek. Mas hanya ingin bersantai aja apa gak boleh? ya... Mas juga kan mau berusaha mengejar masa depan mas. Masa harus kerja terus kapan dapat jodohnya?" Reno merasa malu dengan ucapannya sendiri dan menghela napasnya kasar.

__ADS_1


Cahaya tertawa mendengar ucapan Reno dan terus menggodanya. " Akhirnya kakaku ingin melepas masa lajangnya juga. waaahhhh.... siapakah gerangan wanita yang beruntung itu?"Cahaya mimincingkan matanya.


" Tunggu saja tanggal mainnya. Haa...haaa...!" Reno dengan PD nya.


" Tanggal main apa ni? kayanya ketinggalan berita pagi ini ya!" Reihan ikut menyambar pembicaraan mereka dan langsung duduk di kursinya untuk menyantap sarapannya.


" Ahh... kau mau tau saja!" Celetuk Reno.


" Itu loh mas hari ini mas Reno mau menemui calon jodohnya katanya jadi mas lihat saja penampilannya hari ini!" Cahaya menunjuk Reno dengan ekor matanya.


" Loh kok tumben mas Reno berpenampikan kaya gini?" Reihan memperhatikan Reno dari ujung rambut sampai kebawah.


" Ya aku juga kan ingin kaya kamu, apa-apa ada yang ngurusin.!" jawab Reno dengan menaik turunkan alisnya.


" Oh... pantas. kalau gitu kapan dong mas Reno kenalin ke kita semua?" Cahaya ikut menyambar.


" Tunggu saja nanti juga akan mas kenalin!"


" pasti!" Reno tertawa kecil. " Oia, Rei, ada yang aku mau omongin ke kamu!" Nada bicara Reno berubah serius.


" Serius amat mas!" Sahut Cahaya


" Ini memang hal yang sangat serius!" kata Reno.


" Kalau memang hal yang serius sebaiknya dibicarakannya setelah sarapan yang ada di piring kalian bersih!" Sahut Sekar menatap anak-anaknya dan juga menantunya.


" Iya mah!" Jawab Reno, Reihan dan juga Cahaya bersamaan.


Mereka menikmati sarapan tanpa ada yang bersuara hanya terdengar benturan piring dan sendok saja. Setelah sarapan selesai Cahaya membereskan meja makan dibantu oleh Sekar sedangkan Reno dengan Reihan sudah pindah keruang utama.


" Apa sebenarnya yang mas Reno ingin bicarakan?" Tanya Reihan setelah mendudukan dirinya di sofa.

__ADS_1


" Aku ingin kau membantuku kembali memimpin perusahaan PT. SCR Grup yang dulu pernah kau pimpin. Bayu sangat kewalahan mengelolanya sementara aku selain mengirus PT. SC Grup aku juga harus mengurus beberapa anak Cabang yang ada di kota XX belum lagi yang berada di singapur dan jepang. Kasihan Bayu apalagi untuk beberapa hari kedepan dia tidak bisa masuk kantor.!" Ucap Reno panjang lebar.


" Loh mas kenapa memangnya Bayu tidak bisa masuk kantor?" Tanya Cahaya yang baru saja datang dan duduk disamping Reihan disusul oleh Sekar yang duduk disamping Reno.


" Ibunya masuk rumah sakit jadi mas suruh dia untuk ambil cuti, kasihan ibunya pasti sangat menginginkan anaknya berada disisinya!" Jelas Reno.


" Ya ampun mas aku kok sampai gak tau, Intan tidak mengatakan apa-apa kalau bu Ratih sakit!" Seru Cahaya.


" Mungkin dia lupa kali atau dia tidak ingin kau cemas" teang Reno.


" Bagaimana Rei, apa kamu mau membantu perusahaan?" Tanya Reno pada Reihan.


" Sudah terima saja penawaran Reno. perusahaan itu juga kan perusahaan kamu juga perusahaan keluarga. kalian berdua harus bisa mengembangkan perusahaan bersama-sama!" ucap Sekar dengan menatap lekat wajah menantunya penuh harap.


" Aku... !" Reihan bingung untuk menjawab apa.


" Mas.... sudah terima saja penawaran mas Reno. !" bujuk Cahaya.


" Biar aku pikirkan dulu mas!" jawab Reihan.


" Aku harap besok kau sudah mengambil keputusanmu Rei!" Tegas Reno beranjak dari duduknya dan pergi kekamarnya. Reihan pun berdiri lalu pamit kepada Sekar untuk berangkat ke kantor. Cahaya mengantar suaminya kedepan. Reihan berpamitan Cahaya meraih tangannya dan mencium punggung tangan tersebut Reihan mencium kening Cahaya sebelum masuk kedalam mobil dan Cahaya berdiri sampai mobil yang dikendarai Reihan menghilang dari pandangan.


Cahaya masuk kedalam rumah dan berpapasan dengan Reno yang hendak keluar rumah dan berjalan dengan tergesa gesa.


" Mas Reno mau kemana kok terburu-buru?" Tanya Cahaya


" Maaf dek mas belum sempat pamit sama mamah mas buru-buru. tolong ya dek sampaikan sama mamah mas Reno pergi ke kota XXX nanti setibanya disana mas akan telpon" Ucap Reno yang tengah menghentikan langkahnya saat berpapasan dengannya.


" Iya nanti aku sampaikan ke mamah. apa ada masalah diperusahaan cabang mas?" Cahaya berusaha menerka.


" Tidak ada. ya sudah mas pamit pergi ya. Assalamu'alaikum!" Reno dengan langkah panjang menuju mobilnya yang terparkir di pekarangan rumah. Reno masuk kedalam mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam!" jawab Cahaya yang berdiri mematung masih dengan pikirin bingung dengan sikap Reno hari ini.


__ADS_2