RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Makan Bersama


__ADS_3

" Wah...wah..wah.... pada ngobrolin apa nih sampai segitu gembiranya, pasti lagi pada ngomongin mas yang ganteng ini kan?" Suara Reno yang baru saja datang menghampiri mereka didapur mengejutkan keduanya.


" Ish.... mas Reno ngagetin aja sih!" kesal Cahaya." Iya aku dan Intan lagi ngomongin mas Reno yang ngebet nikahin sahabat aku ini secara dadakan udah kaya tahu bulat aja dadakan" cibir Cahaya.


" Aishhhh.... Adik mas kalau sudah berkoar bikin gemesin tau gak!" Reno malah mencubit kedua pipi Cahaya gemas.


" Ih... mas Reno apaan sih, sakit tau!" Kesal Cahaya memukul tangan Reno .


" Abisnya kamu tuh ya baru juga 2 minggu mas gak ketemu kamu udah bikin mas kangen tau gak dek!" Ucap Reno seraya duduk dikursi sebelah Intan dan mengambil buah apel yang ada diatas meja.


" Owh... ceritanya mas ku yang ngakunya tampan ini lagi kangen ni sama adiknya yang super duper cantik ?" Cahaya menaik turunkan alisnya dengan cengar cengir.


" Ihhhh.... PD !" bantah Reno


" Eh... tadi mas Reno sendiri loh yang bilang, ya kan Tan?" Cahaya menyenggol lengan Intan dan Intan hanya menanggapi ucapan Cahaya dengan tawanya.


" Ih... kamu mah Tan gitu!" Cahaya cemberut.


" Aku gak mau ikutan ya perdebatan kalian adik kakak yang sama-sama...!" Ucapan Intan menggantung.


" Apa?" tanya Reno dan Cahaya bersamaan.


"Sama-sama somplak!" Bukan Intan yang menjawab namun suara itu dari seorang pria yang baru saja datang menghampiri ketiganya dengan seorang anak lelaki tampan yang berada di gendongannya.


" Mas Reihan, jahat banget sih ngatain isterinya somplak!" Cahaya cemberut.


" Ha..ha.. jangan ngambek gitu dong sayang, mas cuma bercanda!" Reihan menoel dagu Cahaya namun yang ditoel malah semakin cemberut.


" Rasain emang enak dimarahin, sini ponakan paman yang ganteng paman gendong!" Reno berdiri dan meraih Raka ke dalam gendongannya.


" Anak ganteng apakabar?" Reno mencium gemas Raka.


" Uuuhhh.. gantengnya!" Intan ikut menggoda Raka yang sangat menggemaskan dengan pipi embulnya.


"Liat tuh mamanya lagi ngambek sama papa!" Reno menunjuk mamanya Raka yang sedang cemberut.


" Mas!" Tegur Intan. dan Reno tertawa.


" Isteri mas kalau lagi cemberut kaya gini bikin mas kepingin.........!" Ucapan Reihan menggantung namun seringai senyuman dan tatapan genitnya membuat Cahaya semakin kesal.


" Mas ih... apa-apaan sih, gak malu apa ngomong kaya gitu. ada baby Raka juga!" Kesal Cahaya lalu mendaratkan cubitan dipinggang Reihan.


" Auwww... sakit yang, kok mas malah dicubit si?" Reihan mendudukan dirinya disamping Cahaya dengan tangannya yang mesih nengelus pinggangnya yang terkena cubitan dari sang Isteri.

__ADS_1


" Mas aja bicaranya kaya gitu, malu tau!" Cahaya mengerucutkan bibirnya.


" Malu? emang mas ngomong apa yang?" goda Reihan dengan senyum genitnya.


" Tuh kan mas Rei..!" Kesal Cahaya yang melihat senyum Reihan.


" Loh kenapa, emang mas ngapain?"


"Senyum mas itu ihhh.... ngeselin tau gak!"


" Ngeselin apa ngangenin?"


" Ihhhhh...!" Cahaya memukul Reihan karena kesal dan juga malu tentunya karena merasa selalu digoda oleh Reihan.


" Udah...udah.. gak malu apa sama anaknya!" Teriak Reno saat melihat Cahaya masih saja memukul Reihan dan keduanya bertingkah seperti anak kecil.


" Mas Reihannya aja tuh nyebelin!" Cahaya cemberut. sementara Reihan malah tertawa dengan ucapan Cahaya.


" Non, maaf itu masakannya sudah siap!" Suara bi Susan akhirnya menghentikan perdebatan dan percekcokan yang terjadi dimeja makan


"Ahh... iya bi!" Cahaya berdiri lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil masakan yang sudah siap untuk dihidangkan.


" Mas aku bantu Cahaya dulu ya!" Intan beranjak dari duduknya setelah Reno menjawab dengan anggukan kepalanya.


Reno masih mengajak bicara Raka walaupun banyak kata-kata Raka yang membuat Reno pusing karena tidak mengerti ucapan Raka yang masih belum jelas kata-katanya. tapi itu hal ity juga membuat Reno semakin gemas dengan Raka.


Mba Yati lalu datang menghampiri dan mengambil alih Raka untuk dibawa ke kamar Raka.


" Maaf tuan, biar den Rakanya saya ajak kekamar!" Ucap Mba Yati gugup karena merasa canggung.


" Oh iya mba ini!" Reno menyerahkan Raka pada Mba Yati .


" Dadah ganteng!" Ucap Reno saat Raka dibawa mba Yati ke kamar.


Makan malampun berjalan hangat dengan candaan yang dilontarkan Reno dan Cahaya membuat suasana semakin menyenangkan.


setelah makan malam selesai Reno dan Reihan berbincang-bincang di taman belakang sementara para isteri masih sibuk didapur.


" Rei, bagaimana keadaan kantor cabang?" Tanya Reno saat mereka tengah duduk dibangku yang ada ditaman tersebut.


" Semua sudah bisa dikendalikan oleh Tio, dan benar saja semua yang terjadi ada kaitannya dengan Amira.!" Jelas Reihan


" Amira? jadi benar dia tidak main-main dengan ucapannya!" Reno semakin khawatir.

__ADS_1


"Sepertinya obsesinya memilikimu begitu besar, sampai dia berani menentang orangtuanya sendiri yang ingin menjodohkannya dengan pengusaha besar dari Negara X!" Terang Reihan.


" Aku takut dia semakin nekat!" Reno merasa khawatir


" Semoga saja dia kembali sadar dan bisa menerima kenyataan kalau tau kini kau dan Intan sudah menikah!"


" Tidak, aku justru takut jika dia tau aku dan Intan sudah menikah. dia malah bertindak nekat!"


" Lalu apa rencanamu sekarang?"


" Justru itu yang aku bingung, aku harus bagaimana menghadapi wanita seperti Amira!" Reno terlihat frustasi.


" Apa kau takut?" Ejek Reihan.


"Takut? Aku bukannya takut, aku hanya mencemaskan keselamatan Intan. aku takut dia menyakiti Intan. kau taukan Amira itu orangnya nekat. dan...!" Ucapan Reno menggantung.


" Kecelakaan itu ulahnya bukan?" Tebak Reihan.


Degg..


" Bagaimana kau tau?" Reno nampak terkejut.


Tio yang memberitahu ku, aku memerintahkannya untuk mencari tahu penyebab kecelakaanmu, kecelakaan itu murni atau ada rekayasa dibalik semua itu. ternyata setelah menyelidikinya Tio mengatakan ada orang yang sengaja mencelakaimu.!" terang Reihan.


" Ya.. karena itulah aku dan Intan memilih segera menikah karena jika tidak Amira pasti akan mencari keberadaan Intan. dan jika Intan bersamaku setidaknya aku merasa sedikit lega!" Reno menghela napasnya berat.


" Ya mulai sekarang kau juga harus lebih berhati hati lagi terutama Intan. aku sudah meminta Tio dan Bima mengerahkan para bodyguard untuk mengawasi dan menjaga kalian dari jarak jauh!" tutur Reihan.


" Apa, kau serius?" Reno tidak menyangka kalau adik iparnya ini bergerak begitu cepat.


" Iya, bukan hanya menjaga kalian berdua tapi juga seluruh keluarga kita termasuk mama!" Reihan menepuk bahu Reno.


" Kau sungguh luar biasa, sungguh aku gak menyangka kau bisa bertindak cepat!" Reno bangga pada Reihan.


" Kau tidak usah berlebihan. aku hanya tidak ingin siapapun mengusik keluarga kita. apalagi saat kau bilang Amira orang yang bisa berbuat nekat." Reihan tersenyum tipis.


dan Reno mengangguk.


***HAI...HAI.... SEMUANYA....!!!😊😊😊


*MAAF YA BUAT PARA READERS .... KALAU AKHIR-AKHIR INI AKU UP NYA JARANG2πŸ˜†πŸ˜† MAKLUM MASIH BARU TAHAP BELAJAR MEMBUAT KARYA TULIS AKU YANG SATU INI. TERNYATA GAK MUDAH BUAT MENCARI ALUR CERITA YANG BISA BIKIN GREGET YA...πŸ˜„ WALAUPUN UDAH DICOBA DAN TERUS BERUSAHA MASIH AJA BANYAK KENDALA BUAT NULISNYAπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† TAPI AKU SIH TETAP BERUSAHA UNTUK MENYAJIKAN ALUR CERITA YANG MENARIK WALAUPUN ITU GAK MUDAH YA😊.


YAAAAA.... KALAU SUKA ALUR CERITANYA MOHON BERI LIKE, VOTE DAN KOMENNYA YA... KALAU GAK SUKA JUGA GAK APA2 GAK MAU MEMAKSA😊😊😊.

__ADS_1


POKOKNYA AKU UCAPIN BERIBU-RIBU TERIMA KASIH BUAT KALIAN SEMUA YANG MASIH SETIA DENGAN KARYAKU YANG SATU INI DAN BUAT PARA READERS YANG UDAH MELUANGKAN WAKTUNYA BUAT MEMBACA KARYAKU INI SEMOGA KALIAN SEMUA SLLU DIBERI KESEHATAN DAN TETAP SEMANGAT MENJALANI AKTIFITASNYA😊😊😊.


TERIMA KASIH YA YANG UDAH LIKE DAN KOMEN... SEMUA ITU UDAH JADI MOTIFASI BUAT AKU BGT.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†****


__ADS_2