
Reno terbangun dari tidurnya ketika merasa ada sentuhan lembut dikepalanya.
" Mamah, maaf Reno ketiduran!" Ucap Reno dengan suara serak khas bangun tidur.
" Gak apa-apa sayang, kamu pasti capek!"
Reno berdiri memutar badannya kekanan dan kekiri meregangkan otot-otot yang terasa kaku.
" Den Reno kenapa gak bangunin bibi semalam, tuh badan den Reno pasti pada pegel kan tidur sambil duduk!" ucap bi susan yang baru masuk setelah keluar mencari minuman hangat dikantin rumah sakit.
" Ini den minum dulu kopinya!" Bi susan meletakkan segelas kopi diatas meja depan sofa yang ada diruangan itu.
" Terima kasih ya bi!" Reno berjalan menuju sofa "semalam itu bibi tidurnya terlihat sangat nyenyak mana tega bi aku bangunin bibi yang sudah lelah seharian jagain mamah!" Reno duduk di sofa lalu mengambil gelas yang berisi kopi tersebut.
Dreeetttt.... dreetttt....
Reno meletakkan kembali gelas yang diambilnya keatas meja. ia mengambil hp yang berada disaku jas nya yang tersampir disofa. " Cahaya?" Ucapnya pelan.
RENO 📞" Assalamu'alaikum!"
CAHAYA 📞" Wa'alaikum salam, Mas aku sudah boleh pulang. aku ingin menemui mamah!" Ucap Cahaya lirih.
RENO 📞" Yaudah, mas kesana sekarang !"
CAHAYA 📞" iya mas!"
RENO 📞" Assalamu'alaikum"
CAHAYA 📞" Wa'alaikum salam"
Reno dengan cepat meminum kopi yang diletakkannya tadi diatas meja. setelah itu ia menghampiri mamahnya yang sedang sarapan ditemani bi susan.
" Mah, Reno pergi dulu ya sebentar!"
" kamu mau kemana sayang?"
" Reno mau menjemput Cahaya mah!"
" Cahaya? Yaudah buru sana pergi mamah juga ingin segera bertemu dengannya!"
" Iya mah, Reno berangkat sekarang. Assalamu'alaikum!" Reno menyalami dan mencium punggung tangan mamahnya
" Wa'alaikum salam, hati-hati sayang!"
" Iya, mah!
Reno pun pergi keluar menuju kamar inap Cahaya yang memang berada pada rumah sakit yang sama. Sekar tidak mengetahui kalau sebenarnya putrinya dirawat ditempat yang sama.
Reno tergesa-gesa pergi ke bagian administrasi mengurus kepulangan Cahaya setelah selesai ia bergegas kekamar perawatan dimana Cahaya berada dengan setengah berlari namun tiba-tiba...
Bruuukkk.....
" Maaf... maaf.... saya tidak sengaja....!" Reno membungkukan badan meminta maaf pada orang yang ia tubruk.
" Ahhh... iya tidak apa-a....pa, Pak Reno?" tanya orang yang ditubruknya dengan terkejut.
Mendengar suara yang menyebut namanya begitu tidak asing ditelinganya Reno mendongakkan kepala dan memastikan pria yang kini berdiri dihadapannya dan betapa terkejutnya Reno ternyata orang yang ia tubruk adalah Reihan.
__ADS_1
Reno nampak geram namun sebisanya ia berusaha untuk menahan emosi yang sudah lama dipendamnya. ingin rasanya ia menghajar pria yang berada dihadapannya.
" Pak Reno.... pak...!" panggil Reihan namun tak digubris olehnya. " Pak Reno!" Reihan menepuk bahu Reihan sontak hal itu membuyarkan lamunan Reno.
" Ahhh... iya, maaf. pak Reihan sedang apa disini siapa yang sakit?" tanya Reno basa basi.
" Emmm.... saya mengantarkan!" Reihan bingung untuk menjawab apa karena mamah widia dan Clara yang berdiri disampingnya terus memperhatikannya.
" Dia kesini menemani saya, oia perkenalkan nama saya Clara calon isteri pak Reihan!" Ucap Clara dengan percaya diri.
" Calon isteri?" Reno terkejut
" Bukan seperti itu pak Reno, Clara ini...!" ucapan Reihan terpotong. " Reihan kamu ini kenapa sih sayang, gak usah sungkan gitu benarkan pak Reno?" ucap Widia dengan seulas senyum. " Clara ini calon menantu saya, dia gadis yang cantik dan baik. sangat serasi bukan dengan putra saya Reihan?" tanya mamah pada Reno.
" Ohhh... calon menantu, saya pikir isterinya pak Reihan" ujar Reno.
Reihan hanya diam enggan meladeni omongan widia dan mamhnya.
" Pak Reno sendiri sedang apa disini?"
Reihan balik bertanya.
" Kalau saya karena mamah saya dirawat di rumah sakit ini!" jawab Reno.
" terus bagaimana keadaan orang tua pak Reno.
" Alhamdulillah sudah baikkan dan sudah diperbolehkan pulang!"
" ohh... baguslah kalau begitu."
" Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu ya!"
Reno akhirnya berjalan menuju kamar inap cahaya. setelah sampai dikamar inap cahaya Reno mengajak cahaya dan intan ke kamar inap mamagnya.
Mereka berjalan menuju kamar inap mamahnya yang berada dilantai 4. dan tanpa sengaja Cahaya melihat Reihan sedang berjalan dengan.tanga digandeng mesra oleh Clara. sontak pemandangan itu membuat Cahaya terkejut sampai tubuhnya mundung kebelakang.
Reno menangkap arah pandangan mata Cahaya. Reno langsung menarik tangan Cahaya dan berjalan mengikuti jejak langkahnya.
Cahaya menghapus airmata yang sempat membasahi pipinya saat mereka tengah sampai didepan pintu kamar inap Sekar.
Reno membuka pintu dan masuk lebih dulu diikuti Cahaya dan intan yang mengekor dibelakang.
"Assalamu'alaikum" ucap Reno
"Wa'alaikum salam!" jawab sekar dan bi susan bebarengan.
" Mah, bagaimana keadaan mamah?" Tanya Cahaya yang tengah menghampiri mamahnya.
" Alhamdulillah baik sayang, kamu sendiri bagaimana keadaannya kenapa wajahmu terlihat sangat pucat sayang?" Tanya sekar khawatir.
" Cahaya gak apa-apa kok mah. mungkin karena hari ini Cahaya gak pakai makeup kali mah!" ucap Cahaya yang memang tidak memoles sedikitpun wajahnya dengan riasan makeup.
" Benarkah?" mamah penasaran.
" Iya mah , Cahaya itu belum sempat memakai makeup tapi udah Reno bawa kabur kesini mah!" Reno berbohong.
Cahaya menatap kearah Reno dan seketika Reno mengedipkan matanya.
__ADS_1
" Ren kamu gak boleh bersikap kaya gitu. masa kamu memaksa adikmu seperti itu!" Sekar sedikit marah dengan Reno.
" Iya mah maaf...!" ucap Reno memelas.
"Sudahlah mah gak apa-apa. kalau sikapnya gak aneh itu bukan mas Reno namanya mah... heee!" Ucap cahaya.
Reno mendelik dan mengangkat alisnya.
" Jangan menatapku seperti itu mas, nanti bisa hilang ketampananmu!" Cahaya mulai menggoda.
" Aiiihhhh... akhirnya adikku mengakui kalau masnya ini memang tampan!" Reno mengusap rambutnya kebelakang dan mengedipkan matanya sebelah.
" Ya ampun ternyata aku salah berucap. kenapa masku berubah jadi genit begitu!" Cahaya menepuk jidatnya sendiri.
" Ha...ha...!" Reno tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Cahaya.
Sekar dan bi susanpun ikut tertawa termasuk Intan turut merasakan kebahagian sahabatnya itu.
Sekar mulai menyadari ada sosok gadis cantik yang berada ditangah-tengah mereka.
" Loh gadis cantik itu siapa, kok gak dikenalin ke mamah!" tanya sekar menghentikan canda tawa dua adik kembar tersebut.
" Ahhh... iya mah lupa, mas Reno sih..!" ucap cahaya sambil memukul bahu Reno.
" Loh kok mas yang disalahin. kamu duluan yang menggoda mas!"
" Ihh..mas yang...!"
" Sudah-sudah... kalian ini kapan mau mengenalkan gadis cantik ini kalau kalian masih saja bertengkar seperti itu!" teriak sekar menghentikan perdebatan mereka.
" Maaf mah!" Ucap keduanya berbarengan.
" Intan sini!" panggil cahaya pada intan yang berdiri dibelakangnya. intan berjalan mendekat kearah cahaya dan Reno.
" Mah kenalin gadis cantik dan berhati bak malaikat ini namanya Intan!" Ucap Cahaya dengan senyum mengembang.
" Cahaya kamu ini..!" Intan merasa malu dengan ucapan Cahaya .
" Intan , nama yang cantik secantik orangnya!" puji sekar.
" Tante bisa aja!" Intan tersenyum dan sedikit merasa gerogi.
Intan kemudian mengulurkan tangannya menyalami tangan Sekar dan Sekarpun menyambutnya dengan hangat.
" Mah Intan ini yang udah banyak membantu Cahaya. kami tumbuh dan besar bersama sekolah ditempat yang sama dan sekarang bekerja ditempat yang sama ya semoga saja Intan suatu hari nanti bisa memanggil mamah yang sama!" oceh Cahaya memeluk sang mamah dan mengedarkan pandangannya menatap sang kakak dengan senyum yang sulit diartikan.
" Maksud kamu apa sayang?" Sekar merasa sedikit bingung dengan kata-kata Cahaya bisa memanggil mamah yang sama.
Cahaya tersenyum menatap Reno dan saat mamahnya melihat arah pandangan Cahaya mamahnya baru mengerti apa yang dimaksud dengan ucapan sang putri.
Cahaya dan mamahnya tersenyum lalu sama-sama menatap Reno dengan pandangan menggoda.
" Kalian mengapa menatapku seperti itu?" Reno mengernyitkan alisnya. sementara Intan tersipu-sipu malu.
Sebenarnya dari awal melihat Reno intan sudah tertarik dengan Reno. namun dia sadar siapa dirinya yang tidak akan mungkin bisa mendapatkan perhatian dari sang bos yang terkenal dingin dan arogan.
Ia sempat iri dengan cahaya karena dikantor cahaya bisa dengan leluasa dan bersikap santai dengan sang CEO. dan betapa terkejutnya lagi pada saat Reno datang kekontrakannya dan mencari Cahaya.
__ADS_1
Intan merasa menyerah pada saat itu karena ia tidak akan mungkin merebut orang yang disayangi sahabatnya sendiri dia akhirnya memutuskan memendam perasaannya sendiri. namun setelah ia tahu ternyata cahaya dan Reno adalah saudara kembar yang telah terpisahkan akhirnya Intan merasa masih ada kesempatan untuknya walaupun dihatinya masih merasa tidak pantas.
Cahaya memang dari awal sudah menduga kalau sebenarnya Intan menaruh hati pada sang kakak. oleh karena itu Cahaya ingin agar kakaknya itu bisa menerima sahabatnya menjadi kakak iparnya.