RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Menggoda Mas


__ADS_3

Reihan mengantarkan Clara pulang kerumahnya ditemani oleh sang mamah.


Awalnya Reihan menolak namun karena widia terus memaksa akbirnya Reihan tak berani menolak permintaan mamahnya.


Widia dengan segala cara berusaha untuk menyatukan kembali Clara dengan putranya. Ia hanya menginginkan Clara yang menjadi menantunya dan berusaha untuk menjauhkan Reihan dari Cahaya.


Setelah mengantarkan Clara pulang Reihan mengantarkan mamahnya terlebih dahulu pulang kerumahnya sebelum ia kembali ke apartemennya. namun setibanya dirumah orangtuanya Bramantyo papahnya menghadiahkan satu tamparan keras dipipi putra satu-satunya.


" Papah apa-apaan sih, kenapa papah menampar Reihan?" tanya Widia dengan emosi dan menghampiri putranya yang sedang memegangi pipinya yang terkena tamparan sang papah.


" Kamu masih berani bertanya kenapa?" Bramantyo geram


Reihan tertunduk sambil mengusap darah kental disudut bibirnya yang berdarah.


" Apa yang tengah kau lakukan dengan perempuan itu, apa kau masih menjalin hubungan dengannya, Hah?" Bramantyo kian emosi.


" Pah, perempuan itu yang pergi meninggalkan putra kita jadi wajar saja kalau Reihan kembali pada Clara. lagipula clara jauh lebih pantas menjadi pendamping Reihan dari pada gadis miskin yang tak tau diri itu!" ucap Widia membela.


" Mah, Jaga ucapanmu!" bentak Bramantyo.


" Mah, Rei mohon jangan perkeruh suasana. Reihan dan clara sudah tidak hubungan apa-apa mah...pah.. !" Reihan mulai angkat bicara.


" Lalu dimana Cahaya sekarang? kamu bawa dia kembali karena bagaimanapun dia itu isterimu!" Terang Bramantyo.


" Iya pah, Rei tahu. tapi Rei bingung harus cari Cahaya kemana?" Reihan mengusap kasar rambutnya.


" Sudahlah Rei buat apa kau mencarinya lagi. dia yang sudah pergi meninggalkanmu. nanti kalau dia butuh uang dia jg pasti akan mencarimu.!" tutur widia.


" Mah...!" ucap Reihan yang tidak suka dengan ucapan mamahnya.


Widia merasa kesal dengan sikap Reihan yang terlihat masih saja membela isterinya. akhirnya Widia lebih memutuskan untuk pergi kekamarnya.


" Pah, maafkan Rei.. sekarang Rei pulang dulu. Rei pasti akan mencari Cahaya pah!" pamit Reihan.


" Kau harus mencari Cahaya sampai ketemu. ingat jangan menginjakkan kakimu dirumah ini sebelum kau membawa cahaya kembali. camkan itu!" acam Bramantyo dan dianggukki oleh Reihan.


Reihanpun melajukan mobilnya menuju Apartemennya dan berharap Cahaya sudah kembali kesana.


Reihan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. hanya butuh waktu 30 menit ia sudah sampai diapartemennya. saat membuka pintu hanya ada raut kekecewaan dalam diri Reihan. harapannya kini pupus Cahaya tetap belum kembali. Reihan menjatuhkan dengan kasar tubuhnya diatas sofa. ia memejamkan mata dan menghempas napasnya dengan berat.


" Sayang, kamu dimana sekarang aku sangat merindukanmu!" ucap Lirih Reihan.


________


Cahaya, intan dan juga bi susan duduk dibangku belakang Reno dan mamahnya duduk didepan. Reno memacu mobilnya dalam batas normal. seperti biasa Reno dan Cahaya selalu memecah kesunyian dengan pertengkaran-pertengkaran receh namun selalu membuat hangat suasana. Setiap kali berada didekat Reno seakan mampu melupakan sejenak tentang semua permasalahan dalam kehidupannya begitupun dengan Reno. semenjak bertemu kembali dengan saudara kembarnya itu sikap dingin dan arogan Reno kian memudar. kini Reno lebih banyak tertawa dan bersenda gurau.

__ADS_1


Diam-diam Intan memperhatikan Reno dari belakang ia turut tersenyum melihat kedekatan dua saudara kembar itu.


" Mah, untuk beberapa hari ini Cahaya boleh gak tinggal dirumah mamah?" tanya Cahaya


" Ya jelas boleh dong sayang, tapi apa kamu sudah minta izin sama suami kamu?" tanya sekar tanpa menoleh.


" Cahaya.... !" Rasanya berat untuk Cahaya mengatakan semuanya pada Sekar.


" Mah.. !" panggil Reno pelan menoleh kearah mamahnya.


" Ya sudah gak apa-apa, boleh kok sayang. lagipula Rumah mamah itu kan rumah kamu juga sayang!" Sekar tersenyum menoleh kebelakang menatap putrinya.


" Terima kasih ya mah!" Cahaya tersenyum


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai dipekarangan rumah yang cukup luas dan megah. rumah itu jauh lebih besar dari rumah orang tua Reihan.


" Apa benar ini rumah mamah?" tanya Cahaya yang begitu takjub dengan kemegahan rumah tersebut.


" Iya sayang. ini rumah kamu juga !" jawab Sekar lembut.


" Ayo kita masuk!" ajak Reno .


Mereka semua masuk kedalam rumah mewah tersebut dan disambut oleh 3 orang Art.


" Baik nyonya!" ucap semua ART bersamaan.


" Ya sudah kalian silahkan lanjutkan dengan pekerjaan kalian masing-masing!" Titah Sekar.


Para Asisten Rumah Tangga tersebut kembali pada pekerjaannya masing-masing. Bi susan yang merupakan ART senior masuk membawa barang-barang nyonya nya dan dibantu dengan mang toha yang bertugas sebagai sekurity di rumah tersebut.


" Reno antarkan Cahaya kekamarnya!" Ucap Sekar pada Reno.


" Iya mah!" jawab Reno lalu membawa Cahaya melihat kamarnya. Reno sengaja menempatkan Cahaya dikamar bawah karena memikirkan kondisi Cahaya yang sedang hamil.


Sementara Intan diajak oleh Sekar untuk menemaninya duduk ditaman belakang.


Sampai didepan kamar Reno lalu membuka kunci kamar tersebut " Ca gak apa-apakan kalau aku memilihkan kamu kamar yang dibawah?" tanya Reno hati-hati.


"Iya gak apa-apa mas, Aku bisa tidur dimana saja kok jadi gak masalah buat tidur dikamar bawah juga.


" maaf Ca gak bukan itu maksud mas. kamu itu kan sedang hamil jadi mas khawatir kalau kamu harus naik turun tangga!" Reno memeluk tubuh mungil cahaya.


" Iya mas gak apa-apa. mas ini jangan lebay deh.!" Cahaya lalu membuka pintu kamar tersebut lalu masuk kedalam kamar tersebut.


" Mas sana dulu ihhh... aku mau ganti baju dulu. gerah rasanya mas.!" ucap cahaya sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

__ADS_1


" Iya udah iya... mas akan pergi tapi jangan lama-lama kasihan tuh Intan!" ucap Reno.


" Kan ada mas Reno.!" Cahaya langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam.


" Udah sana mas temani Intan. Kasihan kan mas gadis cantik dan sebaik intan menunggu mas kelamaan!" goda Cahaya dari dalam kamar.


" Ca... buka, maksud kamu apa bicara seperti itu? ca buka cepat!" teriak Reno sambil mengetuk ngetuk pintu kamar Cahaya.


" Mas Reno pergi sana, Cahaya mau ganti baju!"


" Awas ya kamu berani-beraninya godain mas?" ancam Reno. Cahaya tertawa dari dalam kamar membuat Reno semakin kesal.


Reno akhirnya pergi meninggalkan kamar Cahaya. ia berjalan ke ruang tamu mengira intan akan berada disana namun ternyata intan tidak ada ditempat itu.


" Dimana dia?" gumam Reno.


" Ha..ha...ha....!" Terdengar suara orang tertawa dari arah luar. Reno pun berjalan memastikan sumber suara tersebut.


Reno berjalan keluar menuju taman belakang. ia tersenyum manis saat melihat mamahnya tertawa lepas bersama intan.


" Cantik!" Ucap Reno pelan dengan seulas senyum diwajahnya saat melihat Intan tersenyum kepada mamahnya.


" Baru nyadar kalau dia Cantik?" kata Cahaya yang berdiri dibelakangnya.


" Astagfirullah, deh kamu ngagetin mas aja!" Ucap Reno kaget sambil mengelus dadanya pelan.


" Mas aja yang lebay, Cahaya sebesar ini sampai gak kelihatan karena terlalu serius memperhatikan bidadarinya!" Goda Cahaya.


" Kamu ngomong apa sih dek, siapa juga yang memperhatikan Intan, mas gak tuh!" Reno mengelak.


" Aduh mas ku sayang, apa tadi aku menyebut nama intan ya? Gak kan? aku cuma bilang bidadari loh mas... emmm... aku tau bidadari yang mas maksud pasti Intan kan.. ha..ha..?" Cahaya tertawa geli melihat raut wajah Reno yang merah menahan malu.


" Dekkkk...!" Teriak Reno menggigit bibir bawahnya.


" Ha... ha... ha.... Semoga lancar ya mas, aku restuin kok tapi ingat ya mas jangan sakiti Intan awas aja kalau mas berani sakiti intan!" Ancam Cahaya dengan menunjukkan kepalan tangannya.


" Cahaya kamu...!" Reno semakin dibuat kesal dengan Cahaya


" Awas ya kamu, biarin nanti semoga anakmu mirip mas!" gerutu Reno.


" Ha.. ha... ha...!" Cahaya malah tertawa pergi meninggalkan Reno yang masih kesal dan berjalan menghampiri Intan.


" Hai Ca!" Sapa intan pada Cahaya yang baru saja datang dan duduk disamping mamahnya.


Mereka berbincang-bincang menceritakan masa-masa Cahaya dan intan tumbuh dan besar bersama pada Sekar. mendengar Cerita Cahaya membuat Sekar merasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2