
" Mama...!" suara teriakan Raka saat baru turun dari dalam mobil. Cahaya yang sedang menemani Cery hanya menggeleng melihat putranya berlari menghampiri dirinya.
" Mama hari ini aku mendapat nilai 100" lapor Raka dengan senangnya.
" Wah.. jagoan mama memang hebat, selamat ya sayang. kamu harus tetap rajin belajar agar nilai kamu selalu bagus seperti ini ya!" ucap Cahaya lembut
" Iya mah!" Raka tersenyum riang.
" Cery juga mau dong mah dapat nilai seperti kak Raka!" ucap Cery dengan polos
" Iya nanti Cery juga harus dapat nilai yang bagus kalau sudah sekolah" bukan Cahaya yang menjawab melainkan Raka
" Ma, Cery mau sekolah seperti kak Raka!" pinta manja Cery
" Iya, nanti Cery juga akan sekolah seperti kak Raka" ucap Cahaya memgelus kepala Cery lembut.
" Asikkk.. Cery sekolah" teriak Cery gembira
" Iya tapi nanti kalau Cery sudah usia 5 tahun" sahut Raka.
" Ma.. Cely maunya sekolah sekarang" Cery merengek manja dan bergelayut di lengan sang mama.
" Iya sayang, besok Cery sekolah dengan mama dulu ya di rumah!" Cahaya membujuk Cery.
" Ka, ganti baju dulu sana setelah itu makan siang" titah Cahaya. Raka pun langsung pergi masuk kedalam rumah dan segera pergi ke kamarnya untuk berganti baju.
" Sayang kok cemberut sih, cantiknya mama hilang tuh" goda Cahaya
" Biarin, Cery gak mau sekolah sama mama, Cery gak mau Cery maunya di sekolah kaya ka Raka!" Cery menolak dan menangis.
Disaat Cahaya tengah membujuk Cery yang terus merajuk terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah.
" Tuh papa pulang jangan menangis ya sayang!" Cahaya tidak bisa membujuk Cery yang terus merengek ingin sekolah. usia Cery saat ini baru berusia 3 tahun memang belum dimasukkan sekolah oleh Cahaya.
Reihan turun dari mobil dan langsung menghampirinya, " Ada apa ini kok putri papa sedih gitu wajahnya" Reihan mengangkat tubuh mungil Cery kedalam gendongannya.
Reihan melirik ke Cahaya lalu mengangkat dagu seakan bertanya tentang putri kecilnya.
" Ayo bilang sama papa, Cery kenapa hemmm?" tanya Reihan lembut
" Cery mau sekolah seperti kak Raka dan mendapatkan nilai 100 seperti yang kak Raka dapat hari ini"celoteh anak berusia 3 tahun itu.
" Owh jadi Putri papa yang cantik ini mau sekolah" tanya Reihan yang langsung diangguki oleh Cery.
" Bolehkan pa" pinta Cery menenggelamkan wajahnya dipundak Reihan.
Reihan menoleh ke Cahaya dan Cahaya hanya mengangkat kedua bahu dan tangannya.
" Emmmm... bagaimana ya, boleh gak ya?" Reihan pura-pura berpikir.
" Papa" rengek Cery lagi
" Iya boleh sayang, besok pagi papa dan mama antar kamu untuk daftar ke sekolah tapi Cery masuk ke preschool dulu ya baru nanti setelah usia Cery 6 tahun bisa sekolah seperti kak Raka" ucap Reihan menjelaskan.
__ADS_1
" Iya papa, Cery mau" ucap anak itu dengan riang.
" Yaudah Ayuk kita masuk papa sudah lapar. " ajak Reihan yang langsung menggandeng tangan Cahaya dan tangan yang satu masih menggendong Cery.
Mereka tiba di meja makan tidak lama Raka pun turun dari kamarnya menghampiri semua anggota keluarga yang sudah berkumpul untuk makan siang di meja makan.
Setelah makan siang Reihan pun kembali ke kantor. Cery dan Raka pergi tidur siang sementara Cahaya pergi ke butik sang mama.
****
Sesampainya di butik Cahaya bertemu dengan Intan yang sedang membawa Kayla dan Kaysa karena lusa adalah hari ulang tahun si kembar jadi Intan sengaja diminta oleh mama mertuanya untuk datang ke butik begitu juga Cahaya, Sekar sudah menyiapkan semua baju yang akan di gunakan saat pesta nanti.
Cahaya sangat suka sekali melihat si kembar yang sangat aktif dan sangat menggemaskan. dia merasa jadi ingin punya baby kembar. semakin banyak anak rumah akan menjadi ramai menurutnya. namun tidak dengan Reihan dia tidak mau Cahaya hamil lagi karena tidak tega melihat Cahaya kesakitan saat melahirkan.
" Yasudah tambah lagi Ca!" seru Intan
" Aku sih ingin Tan, tapi mas Reihan tidak mengizinkan aku untuk hamil lagi" ucap Cahaya.
" Kenapa memang?"
" Mas Reihan katanya gak tega melihat aku kesakitan saat melahirkan"
" Mas Reihan begitu mencintai kamu Ca sampai-sampai melarang isterinya melahirkan lagi"
" Tapi pasti seru Tan, kalau di rumah banyak anak akan ramai" ucap Cahaya.
" Sabar aja, lambat laun juga pasti dia akan menginginkannya lagi" timpal Mama Sekar.
🍃🍃🍃
Hari dimana pesta ulang tahun si kembar Kayla dan Kaysa digelar tepatnya acara tersebut diadakan di rumah utama kediaman Sekar , saat ini rumah itu sudah disulap bak istana putri salju. nuansa warna putih dan biru mendominasi dekorasi rumah tersebut. ya karena Kayla dan Kaysa sangat menyukai cerita tentang putri salju.
kedua anak kembar yang kini berulang tahun ke 4 tahun memakai gaun cantik berwarna putih membuat gadis cilik itu bertambah kecantikannya. Cery yang hadir di pesta itu pun tidak mau kalah cantik dengan kedua kakak sepupunya itu, ia pun memakai gaun yang sama membuat gadis cilik itu terlihat sangat menggemaskan.
Acara pun berlangsung sangat meriah, ada badut dan atraksi sulap yang mengisi pesta tersebut. Cery merengek manja kepada papanya, kelak acara ulang tahunnya ingin diadakan semeriah bahkan lebih dari pesta yang tengah berlangsung.
Reihan hanya bisa mengangguk karena tidak ingin putri kecilnya itu merajuk.
Setelah 3 jam pesta itu pun selesai para tamu undangan sudah pulang hanya tinggal keluarga inti yang berada di rumah tersebut.
Lintang duduk bersama Cahaya berbincang-bincang mengenai masa kehamilannya yang kini menginjak 7 bulan.
Semua keluarga nampak bahagia terutama si kembar Kayla dan Kaysa yang mendapat banyak hadiah.
" Ca, kamu tidak ingin nambah momongan lagi?" tanya Lintang sambil mengelus perutnya yang nampak semakin besar.
" Dia sih ingin Lin, tapi sang suami gak tega katanya kalau Cahaya hamil lagi terus melihatnya kesakitan ketika melahirkan" sahut Intan yang ikut nimbrung. Sementara Cahaya hanya tersenyum getir.
" Segitu bucinnya ya pak CEO sama kamu Ca"" goda Lintang.
" Tapi Sekarang kamu terlihat gemukan loh Ca, ?" tambahnya lagi
" Masa sih, gak ah aku merasa biasa saja. mungkin karena akhir-akhir ini aku suka banget nyemil kali ya, wah harus diet nih" sahut Cahaya sambil memperhatikan bentuk badannya.
__ADS_1
" Hallo para mama-mama cantik, sedang ngobrolin apa ni?" tanya seorang wanita cantik yang baru saja datang menghampiri mereka.
" Ehh ada calon dokter cantik!" sahut Intan saat Citra berjalan menghampirinya.
" Pasti lagi ngomongin seputar kehamilan ya?" tebak Citra sambil menyengir.
" Sok tau ni calon Bu dokter" jawab Cahaya.
" Bukan sok tau kak Caca tapi ini insting seorang dokter kandungan loh, heee..!" jawab Citra santai.
" Emangnya kak Caca sudah hamil berapa bulan kak?" tambahnya lagi dan pertanyaan Citra sontak membuat ketiga mama-mama cantik sekejap terdiam dan tidak berapa lama tertawa bersamaan.
"Loh kenapa kok pada ketawa?" Citra bingung dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Kamu kok bisa bertanya seperti itu?" tanya Intan
" Ya memang kelihatan dari pisik kak Caca yang terlihat sedikit berbeda dan satu lagi ini insting seorang calon dokter kandungan loh" jawab Citra lalu tertawa.
" Gimana mau hamil kak Caca itukan KB, iyakan Ca?" jawab Intan lalu menoleh ke Cahaya yang langsung membuatnya teringat kalau sudah beberapa bulan ini ia sudah melepasnya.
Cahaya terdiam dan terus mengingat kapan ia terakhir datang bulan dan setelah ingat ia pun menutup mulutnya dengan segala keterkejutannya.
" Kenapa Ca?" tanya Lintang yang ikut terkejut
Cahaya hanya menjawab dengan gelengan kepala.
" Coba sini biar Citra periksa!" tawar Citra kepada Cahaya, awalnya Cahaya ragu tapi dia juga merasa penasaran dengan kondisi tubuhnya saat ini.
Citra mendekat ke Cahaya lalu memeriksa denyut nadinya setelah itu ia meminta Cahaya untuk berbaring, dengan teliti dan lembut Citra memeriksa bagian perut Cahaya, Citra pun tersenyum saat merasakan ada sesuatu saat menyentuh bagian bawah perut Cahaya.
" Bagaimana?" tanya Lintang yang jadi penasaran
" Iya bagaimana Cit?" Intan ikut tidak sabaran.
Citra tersenyum tipis" Semoga apa yang Citra katakan tidak meleset kalau saat ini kak Caca tengah hamil dan untuk lebih jelasnya kak Caca harus periksakan kondisi kandungan kakak ke rumah sakit ya, untuk melakukan USG" jawab Citra membuat Intan dan Lintang begitu terkejut apalagi Cahaya. ia merasa sangat senang mengetahui kalau dia hamil tapi setelah teringat akan Reihan suaminya ia sedikit muram.
" Kamu kenapa Ca?" Intan duduk mendekat ke Cahaya.
" Aku kok jadi takut ya, aku takut mas Reihan tidak menginginkan anak ini" ucap Cahaya sendu dan tangannya mengelus perutnya yang masih rata.
" Kamu jangan terlalu mengkhawatirkan hal itu Ca, mungkin saja setelah dia tahu kamu hamil dia malah senang" hibur Intan. " Mas Reihan itu suami yang baik mana mungkin marah saat tahu isterinya hamil anaknya" tambahnya lagi.
" Iya Ca, kamu tuh jangan berpikiran seperti itu, ibu hamil itu gak boleh stres. benarkan Bu dokter?" Lintang menoleh ke Citra dan di angguki oleh Citra, Mereka berusaha meyakinkan Cahaya.
" Kak Caca kan saat ini tengah hamil jadi usahakan jangan terlalu banyak pikiran, kakak harus rileks dan banyak makan makanan yang bergizi tinggi" ucap Citra
dan saat Cahaya mulai tenang tiba-tiba ada suara yang mengejutkan mereka. tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi tengah mendengar pembicaraan mereka.
" Kamu hamil?" tanya nya
Keempatnya menoleh dan....
Degggg
__ADS_1