
Malam semakin larut sisi jalanpun terlihat lengang Reihan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Cahaya yang duduk disampingnya merasa sedikit ketakutan dengan cara Reihan mengemudikan mobil.
" Tidak bisakah kau menuruni kecepatan mobilmu, kau membuatku jantungan bila caramu mengemudi seperti ini !" teriak cahaya sambil marah-marah karena merasa geram dengan sikap Reihan yang tiba-tiba dingin seperti bongkahan es.
" lagipula kau mau membawaku kemana ditengah larut malam seperti ini. mas... katakanlah sesuatu.!" teriak cahaya sambil menarik tangan Reihan yang sedang memegang stir mobil.
" Hentikan, apa kau ingin aku menabrakkan mobil ini !" bentak Reihan yang sontak membuat cahaya terdiam.
Setelah mendapatkan bentakan dari Reihan cahaya terdiam dan membuang pandangan ke sisi jalan yang dihiasi dengan lampu-lampu penerang jalan.
karena malam semakin larut dan seharian bekerja sampai lembur membuat cahaya merasa sangat lelah dan tanpa terasa ia tidak lagi sanggup untuk menahan rasa kantuk yang menghampirinya. Cahayapun tertidur bersandar di bangku mobil. Reihan yang melihat Cahaya telah tertidur lelap disampingnya menepikan mobilnya lalu memundurkan bangku cahaya agar tidurnya lebih nyaman. kemudian Reihan kembali melajukan mobilnya.
Reihan akhirnya sampai ditempat tujuan. ia memarkirkan mobilnya. saat mesin mobilnya telah dimatikan Reihan menatap wajah cahaya lekat. ia menyibakkan rambut yang menutupi wajah. Reihan tersenyum dan mengecup kening Cahaya. melihat Cahaya yang tertidur begitu pulas akhirnya Reihan memutuskan untuk tidak membangunkannya dan ia lalu mengangkat tubuh cahaya menggendongnya masuk kedalam sebuah apartemen. Ketika Reihan hendak membuka pintu apartemennya tiba-tiba mata cahaya terbelalak menyadari bahwa dirinya telah berada dalam gendongan Reihan. sontak Cahaya segera menjatuhkan dirinya dan menatap ke sekeliling.
Reihan segera membuka pintu dan menyuruh cahaya untuk masuk.
" Masuklah !"
Cahaya masih terlihat bingung matanya terus mengamati seluruh ruangan yang ia masuki.
__ADS_1
" Tempat apa ini, kenapa kau membawaku kemari?" tanya Cahaya yang bertemu pandang dengan Reihan.
" Sebaiknya kau istirahat sekarang sudah larut malam, besok akhir pekan jadi kau bisa bermalas-malasan disini!" ucap Reihan yang tengah duduk disofa sambil membuka kancing kerah bajunya.
" Apa maksudmu membawaku ke tempat ini?"
" Jangan banyak bertanya sebaiknya kau tidur sekarang, atau....!" ucap Reihan terhenti.
"Atau apa.....?" bentak Cahaya yang berdiri disamping sofa tempat Reihan duduk.
" Atau kau ingin aku yang menidurimu?" ucap Reihan dengan sorot mata menggoda.
" Cihhh.... " decak kesal cahaya. " Aku tidak bisa berada disini. kau pasti sudah sering membawanya ketempat ini kan?"
Reihan menghentikan langkah cahaya dengan menarik tangannya hingga tubuhnya terjerabah dalam pelukan Reihan. lalu tanpa basa basi Reihan melayangkan ciumannya ke bibir cahaya. dengan keras cahaya menolak dan mendorong tubuh Reihan namun usahanya sia-sia karena tenaga Reihan jauh lebih kuat. Reihan menghentikan aksinya setelah cahaya tersengal.setelah Reihan melepaskan ciumannya cahaya dengan kasar mendorong tubuh Reihan hingga mundur beberapa langkah.
"Kau... !" belum sempat cahaya melanjutkan ucapannya Reihan sudah kembali menarik dagu Cahaya dan ******* bibirnya kembali. Cahaya memukul dada bidang Reihan berusaha untuk melepaskan diri namun lagi-lagi usahanya gagal.
Reihan mengangkat tubuh cahaya dengan kedua tangannya ia menggendong tubuh mungil itu lalu dihempaskannya ke atas tempat tidur.
__ADS_1
" Temani aku malam ini, tidurlah disini !" Reihan berdiri menatap cahaya dengan tatapan teduh.
" Aku...!" ucap cahaya terpotong.
" Tenang saja, Clara bahkan mamah sekalipun tidak tau tentang apartemen ini, aku sengaja membawamu kesini karena aku tahu hatimu sudah tidak merasa nyaman lagi berada di rumah oleh karena itu aku membeli apartemen ini agar kita bisa menjalani hidup selayaknya hubungan suami isteri yang lain!" terang Reihan yang duduk ditepi tempat tidur.
"Aku...!" entah apa yang membuat cahaya merasa gugup ia bangun dan menyandarkan tubuhnya pada tempat tidur.
" Untuk saat ini aku tidak tahu apakah aku masih mencintai Clara sama seperti sebelum aku mengenalmu ataukah rasa cinta ini telah berubah arah." Reihan merebahkan tubuhnya diatas kasur disamping tubuh cahaya dengan mata menatap langit-langit.
" Beri aku waktu untuk menata hatiku ini. tetaplah disisiku sampai aku yakin dengan perasaanku sendiri.!"
" Aku takut, sangat takut. bila waktu itu tiba ternyata kau masih tetap mencintainya, lalu aku haruskah tercampakan lagi. omong kosong apa lagi ini hehhhh... !" ucap cahaya yang menghempas napasnya dengan kasar.
" Aku mohon sekali ini saja bertahan untukku. jika aku menyakitimu lagi maka aku akan mengabulkan ke inginanmu. kita pisah !" kata Reihan yang telah bangkit dari rebahannya.
" Kita mulai semuanya dari awal lagi, ditempat ini hanya ada kau dan aku. besok aku akan menemui papah. aku akan meminta izin padanya untuk pindah ketempat ini. mau kan?"
"Aku..."
__ADS_1
" Beri aku kesempatan, aku mohon !"
Melihat ketulusan di mata Reihan akhirnya hati cahayapun luluh juga. ia memberi kesempatan terakhir untuk Reihan. dan akhirnya merekapun bermalam diapartemen tersebut.