RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Rindu


__ADS_3

Cahaya merasa gelisah yang ada dipikirannya sekarang adalah ingin bertemu suaminya dia merasa menyesal karena pergi meninggalkan suaminya.


Cahaya mengambil telponnya diatas nakas ia merasa sedikit ragu untuk menekan nomor Orang yang sangat ia rindukan, namun akhirnya ia memutuskan untuk mencari tahu sendiri kabar suaminya dan nomor tersebut ditekan dengan jari lentiknya.


Diseberang sana Reihan sedang bersiap-siap untuk mencari kerja lalu ia meraih hp nya yang berdering di atas meja, ia melihat nomor yang tidak dikenal karena Cahaya telah mengganti nomornya. Reihan merasa ragu untuk mengangkatnya namun dia berpikir lagi takut penting bisa saja tempat ia melamar pekerjaan ada yang menghubunginya. Reihan menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo, Assalamu'alaikum!"


(........) Cahaya terdiam, jantungnya entah mengapa berdebar sangat kencang. ia mau menjawab namun lidahnya seakan kaku airmatanya tanpa terasa jatuh begitu saja, Cahaya mengusap airmatanya berkali-kali namun tetap saja ia menangis.


" Hallo... hallo, ini siapa ya?" Reihan bingung


(..........) Cahaya menutup mulutnya dengan satu tangannya ia berusaha menahan tangisnya.


Reihan merasa kesal karena diseberang sana tidak juga mau menjawab. dan saat ia akan menutup telponnya Reihan seperti mendengar suara isak tangis yang tertahan.


ia pun penasaran dan mendengarkan lebih jelas, Deggg... Seketika ia teringat dengan Cahaya.


" Apa mungkin Cahaya?" Gumam Reihan.


" Sayang, apa ini kamu?" Reihan mencoba menebaknya.


Cahaya merasa gugup saat Reihan mengetahui dia yang menelponnya, tangisnya pun semakin pecah tubuhnya bergetar kencang.


Reihan sontak kaget saat diseberang sana semakin terisak, hatinya semakin yakin kalau yang saat ini menelponnya adalah isterinya.


" Sayang, jawab mas ini kamu kan?" lirih Reihan.

__ADS_1


" Mas!" Ucap Cahaya disela isak tangisnya.


" Alhamdulillah!" Reihan merasa senang mendengar suara yang sangat ia kenali suara isterinya yang selama ini sangat ia rindukan. "Sayang bagaimana keadaanmu saat ini, kenapa kamu menangis apa terjadi sesuatu?" Reihan begitu khawatir suaranya pun terdengar serak karena menahan tangisnya.


" Mas, aku... aku minta maaf!" Lirih Cahaya.


" Kenapa kamu minta maaf sayang, mas yang seharusnya minta maaf, mas tidak bisa menjadi suami yang tegas dalam mengambil sikap sampai membuatmu menderita, maaf kan mas Cahaya!" Reihan pun menangis.


" Mas aku merindukanmu!" Cahaya kembali menangis.


" Mas juga sayang, mas juga sangat merindukanmu!" Sahut Reihan.


" Bagaimana keadaan mas sekarang?" Tanya cahaya ragu-ragu karena ia sadar yang membuat suaminya bangkrut adalah mamahnya sendiri.


" Mas baik-baik saja kok sayang, kamu tidak usah khawatir sama mas!" jawab Reihan lembut.


" Bagaimana keadaanmu sekarang sayang, apa kandunganmu baik-baik saja?" Reihan begitu penasaran sekaligus cemas.


" Aku baik-baik saja mas, bayiku juga sehat!" ucap Cahaya sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.


" Kapan kira-kira bayi kita akan lahir sayang?" tanya Reihan lembut.


" Perkiraannya sih bulan depan mas!" terang Cahaya.


" Jaga dirimu baik-baik sayang, jaga anak kita, Kalau boleh mas ingin bertemu denganmu dan menemanimu saat melahirkan nanti!" ucap Reihan sendu.


" Mas....! ucap Cahaya lirih.

__ADS_1


" Mas merindukanmu sayang!" Reihan menyender ke bangku dan memejamkan matanya.


" Aku... aku juga merindukanmu mas!" tanpa terasa Cahaya kembali menangis.


Reihan yang mendengar suara Cahaya menangis langsung menggeser duduknya menjadi tegap. " Sayang, kau menangis. mas tau kau juga pasti merindukan mas tapi mas mohon jangan menangis lagi sayang.!" Ucap Reihan khawatir. " Mas pasti akan segera menemuimu. mas janji tapi kamu harus janji sama mas gak akan menangis lagi, kasihan bayi kita sayang!" Reihan mengingatkan.


" Iya mas!"


" Yaudah kamu istirahat ya sekarang kalau ada apa-apa telpon mas, dan mas minta alamat kamu sekarang sayang. mas nanti akan menemuimu!" Reihan melihat jam yang bertengger di atas dinding sudah jam 7. Dia berniat untuk mencari kerja pagi ini.


" Aku... aku tinggal di rumah ayahku yang dulu . mas tentu masih ingatkan?" Tanya Cahaya.


" Ya ampun sayang, kenapa mas gak kepikiran kearah sana ya. mas sudah mencarimu kemana tapi mas benar-benar kehilangan jejak. Reno sungguh pintar menjagamu sayang!" Reihan tersenyum tipis.


" Mas tidak marah lagi sama mas Reno?" tanya Cahaya.


" Untuk apa mas marah Reno sama kakak ipar mas sendiri yang sudah menjaga isteri mas dengan baik selama ini!" Jawab Reihan santai.


" Jadi mas sudah tau?" Cahaya terkejut.


" Tentu saja sayang!" Reihan sambil memakai sepatu.


" Mas sedang apa sih, terdengar sibuk sekali?" tanya cahaya penasaran.


" mas sedang memakai sepatu, mas mau mencari pekerjaan hari ini, do'ain mas ya!" Reihan memindahkan hp nya ketelinga kanannya.


" Iya mas, aku doain mas!" ucap lembut cahaya diseberang sana

__ADS_1


__ADS_2