RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Melahirkan


__ADS_3

Reihan tidak henti-hentinya mulutnya berkomat kamit melantunkan do'a, saat ini sungguh hari yang menegangkan untuk dirinya. Di dalam sana tepatnya di ruang operasi Cahaya tengah berjuang antara hidup dan mati dalam proses melahirkan bayi kembar mereka dengan cara operasi Caesar.


Pandangan mata Reihan tidak lepas dari ruangan di mana Cahaya sedang menjalani operasi Caesar, kekhawatiran dan kecemasan kini sedang mengaduk-aduk hati dan pikirannya. Reihan begitu ketakutan dari kedua kali menyaksikan anak-anak mereka dilahirkan ini yang paling membuat Reihan begitu di rundung kekhawatiran yang teramat sangat, pasalnya saat melahirkan Raka dan Cery Cahaya melahirkan secara normal namun untuk kehamilan kali ini Cahaya harus melahirkan secara Caesar itu karena disebabkan karena bayi mereka kembar dan kondisi tubuh Cahaya yang lemah pun sebagai salah satu alasannya.


Reno, intan dan anak- anak mereka baru saja tiba. mereka dijemput saat tau mama mereka akan menjalani operasi Caesar.


Mama Sekar sudah datang lebih dulu, dan tidak selang berapa lama kedatangannya mama Widia dan papa Bram pun tiba.


Bram menepuk-nepuk bahu Reihan memberinya kekuatan dan suport agar putranya bersabar dan terus berdo'a untuk kelancaran operasi isterinya yang berada di dalam.


Mama Widia menghampiri putranya yang nampak begitu gelisah. " Sayang, kamu makan dulu ya, dari pagi kamu itu belum makan loh nak!" bujuk Mama Widia.


" Rei belum lapar mah, nanti saja!" Reihan menolak karena saat ini yang ada di dalam pikirannya hanya keselamatan Cahaya. Jangankan makan minum saja Reihan tidak berselera.


" Nak Rei, sebaiknya kamu makan. kalau kamu tidak mau makan nanti kamu bisa sakit sayang!" kali ini Mama Sekar yang membujuknya.


" Ma, maaf Rei belum lapar, nanti saja ya ma. !" tolak Reihan dengan halus


" Mama tau kamu pasti sangat mencemaskan isteri dan juga anak-anak kamu. sebaiknya kamu banyak-banyaklah berdo'a kami disini juga pasti akan mendoakan mereka." ucap mana Widia.


" Terima kasih ya ma!" Reihan berhambur memeluk mamanya.


" Pah!" panggil Cery menghampiri Reihan.


" Iya sayang!" Reihan melerai pelukannya dan menoleh ke arah putri kecilnya.


Reihan menghapus air matanya dan berusaha tersenyum.


" Pah, mama dan dedeknya akan baik-baik aja kan pah?" tanya Cery penasaran


" Iya sayang, kamu do'ain mama dan dedeknya ya sayang!" Reihan mm encium pucuk kepala Cery penuh kasih sayang.

__ADS_1


" Iya pah, Cery selalu mendoakan mama kok pah"


Raka yang tadinya diam saja akhirnya menghampirinya juga


" Pah!" kali ini Raka yang memanggil


Reihan tersenyum lalu menarik tubuh putranya ke dalam pelukannya.


" Papah yang sabar ya pah, mama sama dedek bayi pasti akan baik-baik saja. dedek bayi kan kuat sekuat Raka!" ucap Raka sambil mengangkat tangan.


" Iya, terima kasih ya sayang" Reihan pun mengecup kening Raka lembut.


Setelah hampir beberapa jam operasi Caesar di lakukan akhirnya pintu ruang operasi pun terbuka dan bergegas Reihan menghampiri dokter Maya yang keluar dari ruangan tersebut.


" Dokter bagaimana keadaan isteri dan anak-anak saya?" tanya Reihan dengan perasaan cemas.


" Alhamdulillah operasi Caesar berjalan lancar, ibu dan bayinya semua sehat. ibu Cahaya hanya tinggal masa pemulihan pasca operasi dan bayi-bayinya sedang dibersihkan" dokter Maya tersenyum ramah. " Selamat ya pak kini putra dan putri pak Reihan bertambah satu-satu!" ucapnya lagi.


" Benar pak Reihan, anda bisa melihatnya setelah bayi selesai dibersihkan. kalau begitu saya pamit pergi dulu ya pak karena masih ada pasien, permisi!" tutur dokter Maya dengan sangat ramah.


" Baik dokter terima kasih banyak!" ucap Reihan.


Setelah Dokter Maya pergi Reno menghampiri Reihan. " Selamat ya bro!" Reno menepuk bahu Reihan.


" Terima kasih " Reihan membalas tepukan di bahu Reno.


*


*


*

__ADS_1


Cahaya kini sudah berada di ruang perawatan dan anak-anak mereka yang sebelumnya sudah diazankan oleh Reihan kini sudah berada di dalam box bayi.


Reihan tengah menyuapi Cahaya makan, sementara bayi-bayi Mereka yang diberi nama Regan Putra Adiaksa dan Regina Putri Adiaksa kini tengah berada di dalam gendongan Oma-oma mereka yaitu Sekar dan Widia.


Mama Sekar dan Mama Widia setiap hari datang untuk menemani Cahaya, awalnya Sekar dan Widia sudah membujuk Reihan agar mereka saja yang menjaga Cahaya, namun Reihan tetap saja menolak karena ia ingin dirinya sendiri yang mengurus dan merawat isteri tercintanya yang sudah berjuang demi putra dan putri mereka.


" Rei, sebaiknya kamu pulang saja dulu biar mama saja yang menggantikan kamu disini!" ucap Mama Sekar.


" Gak usah mah, biar Rei saja yang disini." tolak Reihan


" Tapi bagaimana dengan pekerjaan mas Reihan?" Sahut Cahaya yang ikut mengomentari.


" Soal pekerjaan kamu tidak usah khawatir sayang. buat mas menemani dan merawat kamu disini itu adalah hal yang paling penting" jawab Reihan.


" Tapi mas..!"


" Tidak ada tapi-tapian, ayo makan lagi aaaa... " Reihan menyodorkan sesendok nasi ke mulut Cahaya.


" Mas, aku sudah kenyang" Cahaya mendorong tangan Reihan pelan menolak suapannya.


" Yang ini saja sayang, ayo aaa..!" bujuk Reihan dan akhirnya berhasil Cahaya memang isteri penurut.


Saat Cahaya tengah memberi asi pada Regan tiba-tiba Cery dan Raka datang dengan hebohnya. " Mama....!" teriak Raka dan Cery bersamaan.


" Hei... anak-anak mama, kalian baru pulang?" tanya Cahaya.


" Iya mah!" sahut Cery.


" Kenapa kalian gak ganti baju dulu?" tanya Cahaya.


Cery asik menoel-noel pipi gembul Regan yang kini tengah menyusu. sementara Raka sedang mencium lembut kening Regina yang sedang berada di pangkuan mama Widia..

__ADS_1


__ADS_2