
Reno berbaring lemah di tempat tidur. Intan duduk dikursi sisi tempat tidur. Reno tertidur setelah dokter memberinya suntikan obat penenang agar Reno bisa beristirahat dengan baik.
" Mas semoga kamu cepat sembuh ya!" ucap Intan pelan sambil menatap wajah tampan Reno yang masih memejamkan mata.
Intan berdiri dari duduknya dan hendak melangkah pergi namun langkahnya terhenti saat tangan kekar menggenggam erat pergelangan tangannya. Intan sontak berbalik dan pandangannya jatuh pada tangan kekar yang menggenggam tangannya lalu menoleh kearah yang mpunya tangan.
" Mas Reno sudah bangun? maaf maksud saya pak Reno?" ralat Intan.
" Mas!" Tegas Reno" Saya lebih suka kamu panggil saya mas!" Titah Reno tidak ingin dibantah. Reno berusaha untuk bangun dan duduk bersandar
" Biar aku bantu!" Intan meletakkan tasnya diatas brankas dan membantu Reno bersandar menaikan sedikit tempat tidurnya.
" Terima kasih!" Reno menatap lekat wanita yang dicintainya yang ada dihadapannya.
Intan terlihat salah tingkah ketika Reno terus menatapnya lekat. " Kenapa melihatku seperti itu?" Intan merasa risih dan malu dilihatin seperti itu.
Reno tersenyum tipis dan menepuk sisi tempat tidurnya yang kosong. " Kemarilah !" Reno menggerakan tangannya agar Intan mendekat namun Intan malah menjawab dengan gelengan kepala.
" Isssshhh...!" Reno berdecik kesal sekaligus gemas dengan sikap Intan yang selalu menghindar darinya.
Reno menurunkan kakinya dari ranjang tempat tidur dan sontak hal itu membuat intan terkejut juga panik. " Mas Reno mau ngapain?" Intan sudah berdiri didepannya dan menahan Reno yang hendak berdiri.
" Jika kamu tidak mau mendekat padaku maka aku yang akan mendekat padamu!" Reno berharap Intan tidak lagi menghindarinya.
" Mas !" lirih Intan. " Ayo aku bantu, cepat naik!" Intan mengangkat perlahan kaki Reno naik keatas tempat tidur. Reno tersenyum kecil dan merasa senang mendapat perhatian dari pujaan hatinya.
" Temani aku disini!" Reno menarik tangan Intan membuat Intan duduk disampingnya.
" Mas!" kesal Intan dan hendak berdiri namun kalah cepat tangan kekar Reno sudah menariknya kembali membuat Intan mau tidak mau duduk disisinya.
__ADS_1
Reno meletakan kepalanya bersandar pada bahu Intan dan saat Intan mau bergeser Reno menahannya. " Aku mohon izinkan aku seperti ini sebentar saja!" Lirih Reno.
Intan menghelapa napasnya berat. Reno tersenyum tipis dan melirik wanita yang kini menjadi sandarannya. " Percayalah padaku aku mohon!" Lirihnya. Intan menoleh sekilas mengkerutkan dahi merasa bingung dengan yang Reno ucapkan.
" Aku tahu saat ini kau pasti membenciku. aku pikir kau benar-benar sudah tidak ingin menemuiku. !" Intan yang mendengar setiap kata yang diucapkan Reno ingin menjauhkan pundaknya dari Reno namun lagi lagi Reno menahannya. " Diamlah, biarkan seperti sebentar saja!" Reno semakin merapatkan tubuhnya mendekat dan Intan merasa kesal tapi juga senang. entahlah Intan merasa bingung dengan perasaannya saat ini.
" Aku sangat merindukanmu yang, apa kamu sebegitu marah dan bencinya denganku? aku tahu aku salah karena sudah melukai hatimu tapi jujur aku dan Amira....!" Ucapan Reno terpotong.
" Ohh... jadi nama wanita Itu Amira!" ucap Intan pelan namun masih terdengar oleh Reno.
" Amira adalah teman kuliahku di Amerika, dia selalu terobsesi denganku tapi aku sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa padanya. walaupun dulu dia pernah menyatakan isi hatinya tapi aku sama sekali tidak tertarik padanya. aku tahu dia cantik tapi dia bukan tipeku!" Terang Reno
" Cihhh... mengakui juga kalau dia cantik!" kesal Intan dan membuat Reno tersenyum tipis mendengarnya.
" Kamu cemburu?" goda Reno.
" Apaan sih, cemburu siapa juga yang cemburu!" Intan mengelak.
" Yang.... yang.. yang.. jangan keP'D an deh mas!" Intan mengernyitkan alisnya.
" Yang udah donk jangan marah lagi, aku kemarin ingin pulang dan segera menemuimu
aku sudah tidak tahan jika kau marah padaku seperti itu. aku sudah meminta Izin pada Reno untuk mengurus semuanya tapi tuhan berkehendak lain. aku malah berada disini!" lirihnya. " Aku bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bisa melihatmu lagi. aku pikir saat itu aku sudah mat....!" Kata-kata Reno terhenti saat jari lentik Intan bertengger dibibirnya.
" Cukup mas jangan diteruskan. jangan berbicara seperti itu, aku juga terkejut saat mendengar mas Reno kecelakaan tapi aku bersyukur mas Reno baik-baik aja!" Intan menitikkan airmatanya dan merasa sedih
Reno bangkit dan menjauhkan kepalanya dari bahu Intan. Reno meraih tangan Intan dan menggenggamnya erat dan matanya saling menatap lekat bersama Intan. " Apa kamu udah gak marah lagi dan mau memaafkan aku?" Ucap Reno dengan senyum yang mengembang.Intan menjawab dengan mengangguk. Reno merasa senang dan mengusap air mata Intan lalu mencium kening Intan.
" Mas ihh... nanti ada yang lihat !" Kesal Intan memukul bahu Reno dengan senyum tipinya dan wajah yang bersemu merah.
__ADS_1
" Biarin aja kalau ada yang lihat, paling dikawinin!" Goda Reno terkekeh.
" mas Iihhh... kawin emang kucing? nikah kali mas!" Reno tertawa dengan ucapan Intan dan keduanya tertawa bersama.
" Yaudah aku ke toilet dulu ya mas!" Intan tersenyum dan bangun dari duduknya berjalan menuju toilet yang berada diruangan tersebut.
" Jangan lama-lama ya sayang!" Teriak Reno saat Intan telah masuk kedalam toilet.
" Iya!" Sahut Intan dari dalam. Reno tersenyum bahagia karena Intan kini sudah memaafkannya.namun seketika senyum itu menghilang saat melihat seorang wanita cantik bertubuh tinggi seksi dan elegan berjalan menghampirinya.
" Sayang kamu gak apa-apakan?apa ada yang terluka, mana yang terluka?" ya Amira wanita yang baru saja masuk keruangan Reno telah membuat Reno merasa tidak nyaman.
Amira memeriksa tubuh Reno dan sontak hal itu membuat Reno merasa risih dan menepis tangan Amira yang hendak menyentuh dadanya.
" Cukup Amira!" Kesal Reno.
" Kamu udah bikin aku khawatir sayang, aku sangat terkejut saat sekretarisku bilang kamu kecelakaan. tapi kamu benar-benar gak apa-apakan sayang?" Amira berusaha bersikap manis agar Reno bisa luluh padanya.
" Sayang..!" ucap manja Amira yang tiba-tiba memeluk Reno erat. dan sontak hal itu membuat seorang wanita yang baru saja keluar dari toilet mengepal kuat tangannya dan geram. " Baru saja tadi meminta maaf tapi malah udah seperti ini lagi!" Gumam Intan kesal.
" Ehemmm...!" deheman Intan mampu membuat keduanya melepaskan pelukannya dan menoleh kesumber suara.
" Kamu siapa, kenapa ada disini?" Tanya Amira ketus saat melihat Intan.
" Maaf jika aku mengganggu!" kesal Intan berusaha menahan airmatanya agar tidak menetes.
" Ya kau benar-benar sangat mengganggu kami!" kesal Amira. " Sudah cepat sana pergi!" usirnya.
" Baiklah saya permisi!" lirinya dan menatap Reno tajam..
__ADS_1
Intan merasa kesal karena Reno diam saja. "Dasar lelaki plin plan tadi merayuku dan sekarang sudah bersama wanita lain. sadar Intan !" gumam Intan kesal
" Tunggu dulu!" ucapan Reno mampu membuat Amira dan Intan bersitatap penuh kebencian.