
Ratih dan citra duduk diruang makan untuk sarapan. sambil mengucek mata bayu menyembul dari dalam kamar.
" Kakak..!" Teriak citra memanggil bayu yang baru saja keluar dari dalam kamar.
" kakak mau mandi dulu!" jawab bayu melewati mereka lalu masuk kedalam kamar mandi.
Tokkk...tokkk..tokkk....
" sepertinya ada tamu mah diluar?" kata citra yang mendengar suara ketukan pintu.
" ya sudah kamu lanjutkan makannya biar ibu yang membukakan pintunya" ucap Ratih bangun dari duduknya lalu berjalan kearah ketukan pintu.
CEKLEK
Ratih membuka pintu" ehh... nak intan !"
" Assalamu'alaikum tante, apa kabar !"
" Wa'alaikum salam, alhamdulillah baik, kamu apa kabar sayang?" tanya Ratih memeluk dan cipika cipiki dengan intan.
" Baik tante"
" ayo masuk sayang, kita sarapan!" Ratih menggandeng intan mengajak sarapan bersamanya.
Intan yang memang kebetulan belum sarapan tentu tidak akan menolak ajakan tantenya.
" Kak intan !" citra berdiri dan memeluk intan
" Kak intan kemana saja sih, kenapa gak main-main kesini? tanya citra.
" Gak kemana-mana kok cuma lagi banyak kerjaan saja dikantor" jawab intan." kamu tambah cantik aja citra! " puji intan.
"Kakak juga tambah cantik" puji balik citra.
" sudah puji-pujiannya mending kalian sekarang duduk dan makan sarapannya !" kata bayu yang baru saja datang menggeser bangku duduk disamping ibunya.
" ihh kak bayu " citra duduk sambil cemberut menatap kesal pada bayu. dan intan ikut duduk disamping citra.
__ADS_1
Mereka makan sarapan dengan suasana hening tidak ada diantara mereka yang berbicara hanya terdengar dentingan suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
" Tadi ada apa dek kamu gedor-gedor pintu kakak ?" tanya bayu memecah kesunyian.
" Kak hari ini kakak gak ada rencana kemana manakan?" tanya citra pelan sambil melirik ke intan yang duduk disampingnya.
" Memangnya kenapa?" bayu balik bertanya lalu memasukan satu suapan kedalam mulutnya.
" Kak, udah lama semenjak kakak kerja diperusahaan yang baru kakak gak pernah ngajak citra jalan-jalan." citra menundukkan kepalanya mengacak -acak sarapan dipiringnya.
deggg...
" Aku belum mengatakan dengan ibu dan adikku kalau bulan depan aku akan dipindahkan ke kota. citra pasti sangat sedih bagaimana memberi tahunya ya?" batin bayu
" ya sudah sekarang habiskan makanmu setelah itu nanti kita akan jalan-jalan ke danau hijau bagaimana?"
" Beneran kak ?"
" Iya "
tinggalah bayu yang masih duduk di kursi meja makan bersama ibunya.
" Bu" panggil bayu
" iya ada apa nak?" tanya Ratih dengan lembut
" Ada yang ingin aku bicarakan bu"
" Bicara apa sayang? " Ratih yang sedang merapihkan piring usai sarapan berhenti menatap lekat putranya.
" Bicaralah nak !" Ratih lalu menarik kursi dan duduk menghadap bayu.
Bayu merasa berat untuk memberi tahukan ibunya perihal pemindahannya kekantor pusat.
" Bu aku...!" dengan gugup bayu berusaha berbicara. " Bu, bulan depan aku akan naik jabatan !" ucap bayu menatap ibunya.
" Syukur alhamdulillah nak kalau jabatanmu akan di naikkan, ibu sangat senang dan bangga na mendengarnya. Selamat ya sayang !" Ucap Ratih dengan gembiranya.
__ADS_1
" Tapi bu..!" ucap bayu terhenti.
" Tapi apa nak?" Ratih penasaran.
" Aku... aku akan di pindah tugaskan ke kantor pusat bu di kota " ucap Bayu terbata-bata.
" Apa, Kakak akan dipindah tugaskan ke kota?" tanya citra yang tiba-tiba datang menghampiri mereka dan terkejut dengan apa yang dikatakan bayu.
" Kakak gak boleh pergi, kakak gk boleh ninggalin citra sama ibu, Citra gak mau kakak pergi !" Citra langsung berlari masuk kekamarnya dan menabrak intan yang hendak keluar dari kamar citra. dengan perasaan bingung dan kaget intan menatap pintu yang dibanting keras oleh citra.
" Anak itu kenapa, tadi keluar kamar dengan wajah berseri-seri sekejap sudah marah-marah seperti itu." batin intan.
" Citra!" bayu bangkit dari duduknya hendak menyusul adik kesayangannya namun Ratih mencegahnya dan menyuruhnya duduk.
" Bu"
" Kamu tidak usah khawatir biar nanti ibu yang akan bicara dengan adikmu. Ibu sebagai orangtua akan mendukung apapun keputusanmu sayang, Jika itu yang terbaik untukmu pergilah sayang, ibu mengizinkanmu !" Ucap Ratih dengan sangat bijak membuat bayu merasa sangat bersyukur memiliki ibu sebaik dan selembut Ratih. intan yang mendengar pembicaraan mereka hanya diam dan mengerti apa yang menjadi penyebab kemarahan citra.
" Ya sudah ibu mau menemui adikmu dulu !" Ratih lalu pergi meninggalkan bayu dan pergi kekamar citra. Ratih melempar senyum dan menepuk bahu intan yang sedang berdiri menatap bayu.
intan berjalan mendekati bayu yang sedang gusar. " kamu sudah bilang sama tante Ratih ?" tanya intan yang menarik kursi lalu duduk di samping bayu.
bayu menoleh kearah intan dan menganggukan kepalanya.
" Citra marah karena kau akan pergi?"
" hemmm" jawab singkat bayu.
Tokkkk....tokkkk...tokkkk.....
Ratih mengetuk pintu kamar citra. " sayang buka pintunya dulu dong sayang, ibu mau bicara sayang !" teriak Ratih membujuk citra agar mau membuka pintu kamarnya tapi citra tak menggubrisnya.
" Citra buka dong sayang"
" Tidak mau, citra benci sama kak bayu.!" Teriak citra sambil terisak. " Kak bayu udah gak sayang lagi sama citra, kak bayu jahat kak bayu mau ninggalin citra!" teriak citra yang semakin menangis histeris.
" Bu!" ucap bayu menghampiri Ratih yang sedang berdiri didepan pintu kamar citra.
__ADS_1