
" kenapa wanita itu masih disini?" tanya bramantyo kesal.
" maafkan aku pah !"
Widia yang melihat wajah Bramantyo penuh amarah dengan lembut meminta Clara untuk pulang. Clara pun paham dengan maksud dari widia. ia pun langsung berpamitan pulang.
Setelah Clara berpamitan dan Reihan berjalan mengantarnya sampai ke depan rumah Bramabtyo semakin tersulut emosi melihat sikap Clara yang terus saja menempel dengan Reihan.
Reihan masuk kedalam rumahnya kembali setelah mobil yang Clara kendarai menghilang dari pandangannya.
Di ruang utama Bramantyo duduk dengan menyilangkan kaki dan tangan dilipat diperut.
" Dimana Cahaya ?" Suara Bramantyo mengejutkan Reihan yang baru saja masuk
" Cahaya, aku gak tau pah dia pergi kemana?"
" apa kau sudah mencarinya atau dia pergi justru karena ulahmu?" tanya Bramantyo penuh penekanan.
" Aku Sudah menghubunginya tapi hp. nya tidak aktif.!"
" Apa kau masih ingat dengan setatusmu? Disini kau asik-asikan dengan wanita lain sementara kau tidak tau dimana keberadaan isterimu. apa dia baik-baik saja ataukah tidak"
" Pah... Cahaya sudah besar, dia bisa menjaga dirinya sendiri. dan dia juga seharusnya tau diri sebagai seorang isteri apakah pantas keluar dari rumah tanpa seizin suami" ujar Reihan yang kemudian menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di atas sofa.
" kalau bukan karena perbuatanmu tidak mungkin dia pergi sambil menangis.!" Bramantyo bangun dari duduknya.
" Wanita itu selalu menempel denganmu dirumah ini, bagaimana isterimu bisa tahan bila harus melihat kau selalu bersama wanita lain."
" Pah, aku dan Clara sudah lama berhubungan tidak mudah untukku melepaskannya begitu saja apalagi ia kini rela meninggalkan karirnya hanya demi bersamaku!" kata Reihan dengan nada naik satu oktaf lalu bangun dari duduknya.
__ADS_1
" Cukup Rei, kau anggap apa isterimu itu?"
" Pah pernikahanku dengan Cahaya tidak dilandasi dengan cinta. aku mau menikahinya karena aku ingin bertanggung jawab atas perbuatanku. dan kini usia pernikahanku dengannya sudah hampir 6 bulan dan dia tidak ada tanda-tanda kehamilan jadi tidak ada salahnya jika aku memutuskan akan segera berpisah dengannya" terang Reihan.
Plakkkk...
Satu tamparan keras mendarat di pipi Reihan.
" Keterlaluan kamu Reihan adiaksa !" teriak Cahaya dengan Tangan mungil yang telah mendarat dipipi Reihan.
Flashback on●
" Kau mau bawa aku kemana, antarkan aku pulang!" teriak Cahaya.
" Tenang saja aku akan membawamu kesuatu tempat baru setelah itu aku akan mengantarmu pulang, jadi diamlah duduk yang manis jangan membuatku menabrakkan mobil ini kepohon!" ucap pria asing itu.
" Turunlah !" pria itu membukakan pintu mobil dan menyuruh Cahaya untuk keluar.
Cahaya keluar dari mobil. matanya melihat ke sebuah butik yang ada dihadapannya.
" untuk apa kau membawaku kesini?" Ucap Cahaya dengan ekspresi bingung.
" sudah ayo masuk !' pria asing itu menarik tangan Cahaya.
Cahaya pun berjalan mengikuti langkah kaki jenjang pria yang menarik tangannya. setelah masuk kedalam butik semua pegawai butik menyambutnya dengan sopan. Pria itu lalu meminta pada salah seorang pegawai butik untuk mencarikan pakaian yang cocok untuk Cahaya. tak berapa lama pegawai itu membawa beberapa setel baju untuk Cahaya coba. awalnya Cahaya menolak tapi karena pria itu terus memaksa akhirnya cahaya menurutinya agar ia bisa segera diantarkan pulang.
Cahaya memilih satu baju yaitu longdres berwarna coklat susu yang terlihat sangat cocok ditubuh mungil Cahaya yang memiliki kulit putih.
Pria itu tersenyum manis melihat penampilan Cahaya yang sangat cantik.
__ADS_1
pria itupun telah berganti baju karena baju yang ia kenakanpun basah akibat hujan yang cukup deras.
setelah keduanya berganti baju, merekapun kembali kedalam mobil dan sesuai janjinya pria itu akan mengantarkan Cahaya pukang.
" Aku akan mengantarmu pulang !" ucap pria itu
" Terima kasih, tapi kalau aku boleh tau tadi kau bilang kau mengenalku sebenarnya kau ini siapa? " tanya Cahaya penasaran.
" Ha..ha..ha.." pria itu malah tertawa.
" Kau tidak perlu tau siapa aku, yang terpenting mulai sekarang hiduplah dengan kuat dan tegar jangan bikin aku mengkhawatirkanmu!" terangnya dengan pandangan masih fokus mengemudi.
" Atas dasar apa kau mengkhawarirkan aku?" tanya Cahaya dengan wajah menyelidik
" Itu tidaklah penting, yang harus kau lalukan adalah jangan menghindarinya hadapi dia dengan tegar tunjukkan kau terlalu berharga untuknya. jika kau mencintainya perjuangkanlah jika tidak maka lepaskanlah. dan ingat jangan pernah mengemis pada cinta tapi buatlah dia yang jatuh cinta. jangan tunjukkan betapa besarnya cintamu padanya tapi tunjukkanlah bahwa cintamu itu sangatlah berharga." Kata- kata yang terucap dari pria itu membuat Cahaya tertegun.
" Jadilah wanita kuat jangan biarkan airmatamu menetes karena Cinta yang kejam.
tunjukkan padanya kalau kau baik-baik saja. buatlah dia berperang dengan dirinya sendiri !" pesan pria itu pada Cahaya. dan tak terasa mobil yang ia tumpangi telah terparkir di depan rumah kediaman Bramantyo.
" Pergilah ingat angkat kepalamu tunjukkan kau wanita kuat!" pesan pria itu sebelum Cahaya keluar dari mobil.
" Terima kasih banyak !" Cahaya lalu turun dari mobil dan pria itupun akhirnya pergi setelah melihat Cahaya menghilang dari pandangannya masuk kedalam rumah.
Flashback off ●
" kau, beraninya menamparku!" Ucap Reihan yang geram sambil memegang pipinya yang merah akibat tamparan sang isteri .
" Kau yang keterlaluan!"
__ADS_1