RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Syukuran rumah baru


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang sudah direncanakan Reihan dan Cahaya tengah bersiap-siap mengemas barang-barang miliknya dan juga Raka. meskipun sebenarnya merasa berat tapi akhirnya Sekar mengizinkan juga putri kesayangannya untuk pindah dan tinggal di rumah yang sudah dibeli oleh Reihan hasil kerja kerasnya selama ini.


Reno mendukung keputusan Reihan dan Cahaya karena bagaimana pun mereka sudah memiliki keluarga sendiri yang ingin berpijak di kaki mereka sendiri tanpa harus merepotkan orangtua terus menerus.


Dirumah yang terbilang tidak kecil dan juga tidak terlalu besar dengan taman yang sengaja dibuat cukup luas untuk mereka menghabiskan waktu luang bersama keluarga kecil mereka kedua orang tua Reihan Mama Widia dan Bramantyo sedang mempersiapkan acara syukuran rumah baru putra mereka dibantu oleh Intan, Lintang bi Susan dan juga mbok Ijah yang masih setia dengan keluarga Bramantyo mereka sibuk menyiapkan nasi boks dan makananan untuk di sajikan kepada para tamu undangan ibu-ibu pengajian yang ada dilingkungan rumah baru mereka.


Raka bermain dengan Mba Yati di taman belakang yang sudah dibuat taman bermain untuk Raka. Karena didalam kebanyakan perempuan semua yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing Bram merasa bosan sendiri akhirnya memilih untuk menghampiri cucu kesayangan mereka Raka ditaman belakang.


" Hai cucu opa sedang apa?" Bram menghampiri Raka yang sedang sibuk mencorat coret di buku gambarnya.


" Opa, cini duduk lihat gambal yang Aka buat, bagus gak opa?" Raka menarik tangan opanya untuk duduk disampingnya.


" Wah... cucu opa pinter banget sih, gambarnya bagus banget sayang!" Bram mengecup pucuk kepala Raka dan mengusapnya pelan.


" Makacih opa!" Raka tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih. kini usia Raka sudah hampir 2 tahun tapi bicaranya masih cadel dan sangat menggemaskan.


" Yati!" Panggil Bram pada pengasuh Raka


" Iya tuan" Yati mendekat


" Kamu bantu-bantu saja didalam biar Raka aku yang temani" Bram mengusap pipi Raka yang gembul. " Mau kan cucu opa yang ganteng ini ditemani sama opa ?" Tanya Bram.


" Mau banget dong opa!"


" Ya sudah kalau begitu saya pamit kedalam dulu tuan, den Raka jangan nakal ya jangan nyusahin opa!" Ucap Yati.


" Gak kok Bi, bibi tenang aja ya Aka gak akan nakal kok!" Raka menggelayut manja pada opanya.


" Cucu opa kan gak nakal!" Bram mengecup pucuk kepala Raka.


Mba Yati masuk kedalam rumah tepatnya di ruang keluarga disana ada Lintang, Intan, Widia dan juga Sekar yang baru saja datang sedang menyusun nasi boks dan juga beberapa makanan sedangkan bi Susan dan mbok Ijah sedang di dapur membuat minuman dan menyediakan kudapan untuk beberapa orang yang sedang membantu membawa barang -barang Cahaya dan Reihan dari rumah Sekar.


Cahaya menghampiri Para wanita yang berada di ruang tengah sementara Reihan dan Reno sibuk merapihkan barang-barang.


Acara syukuran pengajian rumah baru mereka diadakan ba'da zuhur setelah semua siap Cahaya dan Reihan bersih-bersih dan bersiap diri begitu pun dengan yang lain.


Andar dan Edo datang bersama dengan Murni. Lintang yang melihat kehadiran Murni merasa tidak suka sikapnya yang beberapa hari lalu membuatnya kesal setiap kali melihat Murni.


" Awas tuh mata copot, segitunya kamu ngeliatinnya!" Goda Intan yang melihat Lintanf menatap sinis ke arah Murni.


" Kenapa si tuh rubah betina bisa ada disini? ngapain juga tuh Andra pakai bareng dia segala?" Kesal Lintang.


" Kenapa memangnya, kamu cemburu ya?" Intan menyenggol bahu Lintang


" Cemburu? aku? cemburu sama Murni dan Andra?" Lintang menunjuk dirinya sendiri.


" Ngaco!" Sanggah Lintang lalu mengedarkan pandangannya kearah lain.


" Emm... gak usah cemburu neng, mereka bukan cuma datang berdua kok tapi bertiga tuh ada bang Edo juga!" Goda Intan tertawa kecil.


" Apaan sih kamu Tan, siapa juga yang cemburu, udah deh jangan ngaco!" Kesal Lintang memberengut.


" Iya...iya gak cemburu, gak!" Intan tersenyum " Cuma ada yang kebakar aja hatinya Ha..ha...!" Lintang semakin memberengut karena godaan Intan lalu kembali tersenyum tatkala ada seorang pemuda yang baru saja datang bersama dua orang wanita.


" Intan lihat itu siapa yang datang?" Senggol Lintang pada Intan yang sibuk menyusun minuman diatas meja. Intan menoleh dan matanya langsung berbinar melihat kearah tiga orang yang sedang tersenyum berjalan menghampirinya.


" Bibi..Citra ... Bayu.!" Teriak Intan sumringah.


"Kak Intan!" Citra berhambur memeluk Intan.


" Kak Intan, apa kabar ?" Tanya Citra setelah mengurai pelukannya.


" Alhamdulillah kak Intan baik, kamu sendiri?" Tanya Intan balik


" Alhamdulillah baik kak!" Intan lalu menghampiri Ratih dan Bayu.


" Bibi!" Sapa Intan menyalami lalu memeluk bini kesayangannya itu.


" Bibi bagaimana kabarnya?" Intan sudah berkaca-kaca tidak dapat membendung rasa rindunya pada Ratih.


" Alhamdulillah bibi baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya sayang, kenapa sejak nikah gak pernah datang berkunjung!" Ucap Ratih sambil membelai rambut Intan.


" Alhamdulillah baik bi, maaf ya bi akhir-akhir ini kamu sibuk jadi belum sempat datang berkunjung" Intan tidak kuasa menahan airmatanya.


" Loh kok kamu nangis sih sayang?" Ratih mengusap airmata Intan yang kemudian tersenyum.


" Aku kangen sama bibi!" Intan memeluk kembali Ratih.


" Emmmm... cuma sama ibu dan Citra doang ni ceritanya kangennya sama aku enggak ?" Ucap Bayu yang berdiri di belakang mereka.


Intan melerai pelukannya dan matanya mengarah ke sumber suara. " Segitu aja baper!" Sahut Intan yang jalan menghampiri mereka .

__ADS_1


" Aku kira kau lupa dengan abangmu ini?" Bayu mengacak-acak rambut Intan.


" Abang? kau itu cuma lebih tua 3 bulan ya dari aku" Cibir Intan.


" Tetap saja aku yang lebih tua!"


" Kak Bayu lebih tua aja kok bangga sih?" Celetuk Citra yang membuat orang-orang yang ada disana tertawa.


Tidak lama Reno datang menghampiri.


" Bibi!" Sapanya dan menyalami tangan Ratih


" Duh mantu bibi, semakin tampan saja!"


" Bibi bisa saja, bibi juga semakin cantik!" Goda Reno.


" Ehemm.. apa aku yang cantik dan imut ini gak lebih cantik kakaku yang tampan?" Citra berjalan menghampiri Reno.


" Wahhhh... kalau ini bidadari kecil yang sangat cantik!" Puji Reno kemudian memeluk Citra.


" Oia, kak Cahaya mana kak?" tanya Citra.


" Mereka masih di atas!"


Reno dan Intan mengajak Ratih, Citra dan Bayu kebelakang disana ada Sekar, Widia dan juga Bram sementara Raka sudah bersama mba Yati.


" Mah...!" Panggil Reno dan semua yang ada disana langsung menoleh ke arah Reno.


" Mah ini bi Ratih bibinya Intan dengan anak-anaknya" Ucap Reno


Sekar langsung berdiri dan menghampiri Ratih


" Apa kabar nyonya?" Sapa Ratih


" Jangan panggil nyonya kita ini kan keluarga, panggil Sekar saja!" Ucap Sekar yang mengulurkan tangannya lalu memeluk Ratih.


" Apa kalian baru sampai?" Tanya Sekar setelah mereka sudah duduk bersama.


" Sudah setengah jam yang lalu nyonya!"


" Sudah saya bilang panggil Sekar saja!"


" Ya sudah kalau begitu panggil mba saja bagaimana, jangan panggil saya nyonya mba Ratih ini kan bibinya Intan satu-satunya keluarga yang Intan milik!"


" Baiklah kalau begitu nyo... maaf mba Sekar!"


" Bayu... Citra cepat sini beri salam, mereka anak-anak saya sepupunya Intan!" Ratih memperkenalkan.


" Tante!" Sapa keduanya dan mencium punggung tangan Sekar bergantian.


" Wah kalian cantik dan tampan!" ucap Sekar.


" Tante bisa aja!" Ucap Bayu


" Oia, kenalkan ini Mas Bram dan Isterinya mba Widia mereka orangtuanya Reihan!" Sekar memperkenalkan besannya pada Ratih.


" Bram"


"Widia"


" Ratih"


Mereka bersalaman memperkenalkan diri masing-masing dan setelah itu Ratih memperkenalkan Citra dan Bayu tentu Bram sudah mengenalnya.


" Hai om apa kabar?" Sapa Bayu.


" Bayu.. baik. jadi kamu dan Intan sepupuan?" tanya Bram yang sedikit terkejut.


" Iya om!"


" Wah.. gak nyangka ya!' Bram tersenyum lalu pandangannya beralih ke wajah gadis cantik nan imut.


" Kalau yang cantik dan imut ini siapa?" Tanya Bram kearah Citra.


" Citra om!" Citra menyalami tangan Bram lalu Widia.


Saat mereka tengah berbincang-bincang Cahaya dan Reihan datang menghampiri mereka dengan Raka berada di gendongan Reihan.


" Bibi..!" Sapa Cahaya yang langsung menghambur memeluk Ratih.


" Bibi apa kabar?"

__ADS_1


" Baik sayang!" Cahaya melepas pelukannya dan beralih menyapa pada Citra dan Bayu


kemudian disusul Reihan yang menyalami tangan Ratih.


" Ini pasti Raka ya?" sapa Ratih.


" Iya!" Sahut Raka malu-malu.


" Ayo salim sama oma Ratih!" Titah Cahaya.


dan langsung dituruti dengan Raka.


" anak pintar!" Ratih gemas begitu juga dengan Citra.


" Raka mau gak main sama kak Citra?" Citra mengusap pipi gembul Raka.


" Mau kak?" Raka antusias.


" Ayo !" Citra mengajak Raka ketempat bermain. Sementara yang lain pergi semua masuk kedalam setelah tadi Intan datang memberitahu semuanya kalau tamu undangan sudah hadir berdatangan.



Acara tasyakuran rumah baru Cahaya dan Reihan berjalan lancar dan khidmat. semua merasa lega setelah acara selesai sesuai dengan yang mereka harapkan. saat ini Reihan, Reno, Bayu dan Bram sedang ngobrol di teras rumah sementara Sekar, Widia dan Ratih berada ditaman belakang bersama Citra dan Raka.


Intan dan Lintang tengah membantu Cahaya membagikan kue kepada para tetangga di bantu oleh bi Susan, mbok Ijah dan juga Yati.


Edo, Andra dan Murni hendak berpamitan sebelum akhirnya mereka menyapa Bayu sebelum beranjak pulang.


" Hai bro apakabar?" Tanya bang Andra.


" Baik!" Bayu memeluk sahabat lamanya. Andra adalah teman satu kos saat Bayu pertama kali berada di ibu kota. dan Andra merasa kecewa karena Bayu pergi tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


" Jahat dasar, pergi tanpa pamit!" Ucap Andra memukul dada Bayu pelan dan Bayu hanya tertawa.


" Sorry bro.. dadakan" Bayu merangkul Andra dan tertawa.


" Kapan ni kita kumpul-kumpul?" Tanya Andra seraya menepuk bahu Bayu.


" Emmm..... gimana kalau malam ini di cafe biasa, kebetulan aku besok baru pulang!"usul Bayu


" Setuju!" Sahut Edo


" Ya aku setuju!" Andra menimpali


Bayu melirik sosok perempuan yang berada disamping Edo lalu menyenggol bahu Andra . Andra yang mengerti maksud Bayu langsung memperkenalkan Murni yang berdiri disamping Edo.


" Dia Murni yang menggantikan posisi Cahaya di kantor!" Ucap Andra menunjuk ke arah Murni yang tengah tersenyum pada Bayu.


" Hai... kenalin aku Murni!" Ucap Murni seraya mengulurkan tangan pada Bayu.


" Bayu!" Ucap bayu menyambut uluran tangan Murni.


Saat mereka saling berjabat tangan Lintang dan Intan lewat dan pandangan Lintang tertuju pada dua tangan yang saling berjabat.


" Modus!" Gumam Lintang yang masih terdengar oleh Intan dan membuat Intan tertawa kecil.


Reno yang melihat wajah lelah Intan langsung berjalan menghampiri sang isteri.


" Sayang, kamu jangan terlalu capek lihat wajahmu pucat gini!" Reno mengelus pipi Intan lembut.


" Iya mas, ini juga udah kelar kok!" Sahut Intan.


" Yaudah sekarang kamu istirahat ya!" Reno merangkul bahu Intan dan membawanya masuk kedalam.


Ada yang terlihat terkejut dengan sikap Reno pada Intan dan begitu pun sebaliknya terutama Murni dia mengernyitkan alis memikirkan hubungan antara Reno dan Intan yang terlihat tidak biasa.


" Ini pasti ada sesuatu, pak Reno dan Intan pasti mereka menjalin hubungan selama ini, atau jangan-jangan....!" Gumam Murni dalam hati.


Lintang menghampiri Andra dan Bayu " Hai Bay, apakabar?" Sapa Lintang.


" Hai Lin, kabar aku baik kamu sendiri gimana kabarnya?" Bayu balik tanya.


"Aku baik, udah lama gak ketemu makin cantik aja kamu Lin!" Goda Bayu pada Lintang dan Murni memalingkan wajahnya muak.


" Cantikan juga gue kemana-mana!" Gumam Murni dalam hati.


" Sejak kapan kamu pinter gombal Bay?" Lintang menggelengkan kepalanya merasa aneh pada Bayu.


Mereka asik ngobrol menceritakan kegiatan mereka masing-masing. Bayu sesekali melirik Murni begitu pun sebaliknya. Lintang yang melihat keduanya sedang curi-curi pandang merasa kesal sendiri dan Andra yang diam-diam sedang memperhatikan Lintang mengepalkan tangannya merasa panas terbakar api cemburu.


Edo yang tau Andra sedang cemburu langsung menepuk bahu Andra. " Sabar bro, jangan pantang menyerah!" Bisik Edo ditelinga Andra dan seketika membuat Andra menoleh padanya.

__ADS_1


__ADS_2