RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
GAUN


__ADS_3

Sinar mentari pagi menyusup dari celah jendela, kehangatan yang terpancar menepuk nepuk mata seorang gadis yang sedang tertidur lelap. meski terasa berat gadis itu mengerenyitkan matanya membuka dengan perlahan. setelah itu cahaya turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tokkkk... tokk.. tokkk...


Mendengar suara pintu diketuk, cahaya bergegas keluar dari kamar mandi saat didepan pintu kamar mandi, ia melihat seorang wanita paruh baya berdiri dihadapannya sambil tersenyum.


" non, ini...!" mbo ijah yang datang kekamar cahaya menyodorkan sebuah kotak.


" apa ini mbok?" tanya cahaya penasaran.


" si mbok juga kurang tau non tuan muda yang memberikannya" jawab mbok ijah yang ikut penasaran dengan isi kotak yang ia bawa.


" mari sini mbok duduk, kita buka mbok kotaknya" cahaya menepuk kasur disampingnya menyuruh mbok ijah duduk.


" gak usah non, biar mbok berdiri saja".


ucap mbok ijah sambil tersenyum.


" mbok.....!"


" gak apa apa non..." dengan lembut mbok ijah menolaknya.

__ADS_1


karena rasa penasaran yang mencuat begitu besar cahaya lalu membuka kotak tersebut.


" mbok... !" ucap cahaya yang merasa terkejut dengan isi kotak yang kini berada ditangannya.


"waaahhhh bagus sekali non gaunnya" ucap mbok ijah kagum dengan gaun berwarna gold yang nampak begitu bagus, berkelas dan yang pasti harganya pasti sangat mahal.


cahaya melihat ada secarik note yang menempel pada kotak tersebut lalu membacanya.


"***** Gunakan gaun ini nanti malam. Aku akan menjemputmu jam 7.


bye; Reihan *****"


" gaun ini sangat indah" ucap cahaya kagum


" ah... si mbok" .cahaya tertawa kecil menyenggol mbok ijah pelan. sekejap mimik wajahnya berubah" apa pantas aku memakai gaun sebagus ini mbok?"ucap cahaya pelan dengan tertunduk dan raut wajah sedih.


" kenapa non bicara seperti itu? gaun ini sangat cocok untuk gadis secantik non cahaya"


" Gadis...? aku...." seketika tangisnya pecah menyebut kata itu.


" maafin si mbok non, si mbok tau perasaan non cahaya tapi itu semua sudah berlalu non, sekarang jalani kehidupan non yang baru bersama tuan muda, apalagi lusa non cahaya dan tuan muda akan menikah". mbok ijah merasa bersalah dengan ucapannya dan berusaha menghibur cahaya.

__ADS_1


" tapi tante widia sepertinya tidak menyukaiku mbok" ucap cahaya sambil menangis.


" mbok yakin non cahaya pasti bisa membuat nyonya widia menyukai non cahaya" . si mbok menyemangati.


" terima kasih ya mbok" dengan goresan senyum diwajahnya cahaya memeluk mbok ijah.


" sama sama non... yaudah si mbok mau kembali lagi ke dapur ya non, ingat mulai sekarang non cahaya harus banyak tersenyum dan semangat !" ucap si mbok pamit lalu melenggang keluar setelah mendapat senyuman manis dari cahaya.


cahaya merasa sangat senang ada mbok ijah yang begitu perhatian dengannya.


*****************


Di meja makan ada sepasang bola mata menatap pria paruh baya disampingnya yang sedang asik menikmati sarapannya.


" pah... apa boleh Rei kerja dikantor papah" kata kata itu sontak menghentikan aktifitas sarapan bramantyo yang duduk disampingnya.


" Rei kata kata itu yang sudah lama ingin sekali papah dengar darimu, papah justru sangat senang jika kamu mau membantu papah mengelola perusahaan". ucap bramantyo haru sambil menepuk bahu putranya itu.


" Rei mamah merasa sangat senang kalau kamu mau membantu papahmu" dengan manik mata berkaca kaca widia terlihat senang dengan keputusan putranya itu.


" Terima kasih pah."

__ADS_1


Bramantyo tersenyum " sekarang kau fokus saja dulu mengurus pernikahanmu dengan cahaya, setelah acara pernikahan kalian selesai baru kau bisa mulai masuk bekerja dikantor papah" ucap bramantyo yang kemudian di setujui Reihan.


__ADS_2