RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Sekar Kesal


__ADS_3

Di rumah


Cahaya dan Reihan duduk diruang tamu berdua dengan Raka yang berada digendongan sang ayah. Sekar keluar dari kamarnya dan melihat sekeliling.


" Sayang, apa mas mu belum juga pulang?" tanya Sekar yang menyapu sekeliling tapi tidak menemukan Reno.


" Belum mah!" Jawab Cahaya.


" Reno membeli makannya ke mana sih sampai jam segini belum juga pulang?" Sekar lalu ikut duduk diruang tamu bersama Cahaya dan Reihan.


Raka menggeliat sampai wajahnya terlihat sedikit memerah. Cahaya bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamarnya mengambil kasur bayi milik Raka.


Reihan menoleh sekilas saat Cahaya keluar dari kamarnya dan membawa kasur serta bantal bayi ditangannya. Cahaya meletakkan kasur bayi dan bantalnya diatas sofa lalu dengan perlahan serta hati-hati Cahaya mengambil Raka dari gendongan Reihan dan meletakannya dikasur bayi dengan mata yang masih terpejam.


Sekar merasa perutnya sudah sangat lapar dan Reno masih belum juga pulang. "Anak ini benar-benar ya!" Gumam Sekar kesal.


Cahaya yang melihat mamahnya terlihat kesal merasa ikut kesal pada Reno yang disuruh beli makanan tapi belum juga pulang kaya beli makannya di arab aja.


" Mah aku telpon mas Reno dulu ya?" Ucap Cahaya.


Cahaya mengambil ponselnya diatas meja dan menghubingi Reno.


____________


Tutttt.... tuuutttt....


Di dalam mobil Reno.


Mendengar suara ponselnya berdering Reno menepikan mobilnya dan mengambil hp yang ada di kantong celananya.


Intan menoleh sekilas kearah Reno dan memperhatikan Reno yang sedang menerima telpon lalu ia kembali membuang pandangannya ke arah jalanan.


" Assalamualaikum!" ucap Reno


" Wa'alaikum salam!" Jawab Cahaya diseberang sana.


" Ada apa menelpon?" tanya Reno tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


" Ada apa kata mas, Mas ini beli makan atau apa sih?" Tanya Cahaya kesal.


" Aissshhhh.... !" Reno menepuk dahinya sendiri. " Maaf... maaf... mamah pasti marah ya kelamaan nunggu?" Reno baru sadar kalau sudah terlalu lama ia pergi membeli makan untuk mamahnya. " Bilang sama mamah ya, sebentar lagi sampai!" Reno mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar dan pembicaraan di telpon pun berakhir.


Intan menoleh ke Reno yang terlihat gelisah setelah menjawab telpon karena Reno baru pertama kali melalaikan perintah mamahnya.


" Kenapa mas, apa ada masalah?" Tanya intan dengan sangat hati-hati takut kalau Reno marah.


Reno menghidupkan mesin mobilnya kembali lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. ia menoleh sekilas menatap Intan yang terlihat sedang menunggu jawabannya.


" Aku lupa sudah terlalu lama pergi dan membuat orang-orang di rumah menungguku karena itu!" Jawab Reno dan menunjuk dengan matanya makanan yang ia letakkan di bangku belakang .


" Ya ampun mas, aku minta maaf semua salahku!" Intan merasa tidak enak hati pada Reno karena tanpa sengaja dialah yang membuat Reno telat pulang membeli makanan untuk keluarganya.


" Gak perlu minta maaf, ini bukan salahmu!" ucap Reno tanpa menoleh karena sedang fokus mengemudi.


" Tapi kalau saja tadi aku tidak...!" Reno menyelak ucapan intan." Suuuttt... sudah jangan bahas soal itu lagi!" Dengan tetap serius menatap jalanan yang terlihat sedikit ramai.


Intan diam menundukkan wajahnya bagaimana pun ia merasa sangat bersalah. Reno menoleh sekilas dan memperhatikan Intan yang menunduk yang sesekali membuang napas panjang.


" Kau tidak perlu merasa bersalah, karena semua bukan salahmu sepenuhnya aku juga ikut bersalah karena kurang hati-hati!" Ucap Reno yang tidak ingin melihat intan bersedih.


" Sudahlah, jangan bahas itu lagi. Lupakan saja!" tegas Reno membuat Intan diam dan melempar pandangan kearah jalanan yang terlihat ramai.


________


Sekar bangun dari duduknya dan pergi keluar rumah. dipekarangan rumah yang tidak seluas pekarangan rumahnya Sekar melempar pandangannya ke sudut jalan sambil menunggu Reno pulang.


Mbok jum yang baru saja pulang dari pasar melihat majikannya yang sudah dianggap saudara langsung menghampiri sekar.


" Mbok jum !" panggil Sekar


" Maaf nyonya kalau saya terlalu lama pergi ke pasarnya!" Ucap mbok jum merasa bersalah.


" Gak apa-apa mbok, gak usah minta maaf !" Sekar tersenyum tipis.


" Kalau begitu saya permisi ke dapur dan saya akan langsung masak untuk makan malam!"

__ADS_1


"Gak usah mbok, Reno sudah jalan pulang katanya, aku menyuruhnya membeli makanan !" Sekar tersenyum tipis. " Sebaiknya mbok jum istirahat saja dulu!" Ucapnya lagi


"Baik nyonya, terima kasih!" ucap Mbok jum dan dibalas senyum tipis oleh Sekar.


_____


Diruang tamu.


" Sayang, aku jadi merasa tidak enak sama mamah!" Ucap Reihan yang menunjuk kearah Sekar dengan ekor matanya.


Cahaya yang sedang menyusui Baby Raka dipangkuannya mengikuti arah mata Reihan.


" Gak apa-apa mas, gak usah merasa bersalah gitu. Mas Reno yang sudah keterlaluan pergi membeli makan saja begitu lama!" Ucap Cahaya sambil mengelus-elus lembut pipi Raka yang cabi dan sangat menggemaskan.


Reihan memperhatikan Cahaya dan putranya yang begitu menggemaskan lalu kembali memperhatikan ibu mertuanya yang berada diluar terlihat kesal karena menunggu Reno yang belum juga menampakkan batang hidungnya.


Reihan bangkit dari duduknya dan Cahaya memperhatikan sikap suaminya yang terlihat tidak enak hati melihat mamahnya kesal karena menahan lapar.


" Mas mau kemana?" Tanya Cahaya menatap suaminya lekat


" Mas mau pergi membeli makan untuk mamah. Kasihan mamah pasti sudah sangat lapar!" jawab Reihan


" Tidak usah mas, sebentar lagi juga mas Reno pulang!" Ucap Cahaya meletakkan baby Raka ke kasurnya.


" Pulang jam berapa sampai jam segini aja belum juga datang!" Reihan langsung berjalan keluar dan menghampiri Sekar yang masih berdiri di pekarangan rumah.


Cahaya yang memperhatikan suaminya berjalan keluar tersenyum tipis melihat banyak perubahan pada diri Reihan dan merasa sangat bahagia karena suaminya tidak sedingin dulu.


" Mah!" Panggil Reihan sopan.


Sekar yang merasa terpanggil menoleh.


" Mah apa tidak sebaiknya aku pergi untuk membeli makanan.?" Sekar mendelik dan memperhatikan sebuah mobil yang masuk ke pekarangan rumah.


"Tidak usah, Tuh!" jawab sekar dan menunjuk kearah Reno dengan bibirnya.


Reihan memperhatikan mobil yang baru saja masuk dan terlihat Reno tidak sendiri didalam mobil. Reno keluar dari mobil dan sebelum keluar dia mengambil kantong makanan yang diletakkannya dibangku belakang. Intan keluar dari mobil dan merasa gugup saat melihat Sekar berdiri dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


Dengan enteng dan tanpa merasa berdosa Reno tersenyum-senyum menghampiri mamahnya dan Intan mengekor dibelakangnya.


__ADS_2