
Semenjak pertemuan pertamanya di taman tempo hari Raka dan Clara menjadi sering bertemu. Raka yang selalu memanggilnya dengan sebutan tante cantik membuat Clara selalu kangen ingin bertemu dengannya. wajah tampan Raka yang lucu dan menggemaskan ditambah pipinya yang cabi menjadi daya tarik sendiri untuk Clara.
Raka senang bertemu dan bermain dengan tante cantiknya, hampir setiap hari anak berusia 2 tahun setengah itu selalu meminta Mba Yati untuk menemaninya ke taman.
Entah kenapa Clara pun sangat menyukai sosok bocah mungil yang selalu pandai bicara dan membuatnya selalu gemas setiap kali bertemu dengannya.
seperti hari ini Raka meminta mba Yati untuk pergi menemaninya ke taman awalnya Cahaya sedikit takut dan khawatir jika Raka bertemu dengan orang jahat tapi Raka yang memang pandai sekali bicara akhirnya mampu membuat sang mama menuruti keinginannya. tapi sebelum pergi tidak lupa Cahaya selalu mengingatkan mba Yati untuk selalu mengawasi Raka dengan baik.
Raka tengah bermain ayunan ditemani mba Yati dan sesekali matanya terus saja mengedar keseluruh sudut taman berharap hari ini bisa bertemu kembali dengan Tante cantik.
" Mba kok tante cantik gak ada ya?" tanya Raka dengan raut wajah sedikit sedih
" mungkin tante cantiknya sedang sibuk, jadi tidak sempat main ke taman juga hari ini!" jawab mba Yati
" Iya juga kali ya mba, Kalau gitu kita pulang aja yuk mba. laka bosen nda ada tante cantik!" ucap Raka sendu.
" Yaudah yuk kita pulang!" mba Yati menggandeng tangan Raka setelah Raka sudah turun dari ayunan. mereka pun berjalan kaki menuju pulau seperti biasanya karena memang letak taman dengan rumahnya tidak begitu jauh.
" Mba Yati boleh gak laka minta beli itu!" tanya Raka kepada mba Yati seraya tangannya menunjuk ke arah tukang es krim.
" Raka mau es krim?" tanya mba Yati yang langsung diangguki cepat oleh Raka.
Mba Yati dan Raka pun akhirnya berjalan menuju penjual es krim dan disaat mba Yati tengah memesan es krim tiba-tiba ada seorang wanita memakai masker langsung menggendong Raka dan membawanya masuk kedalam mobil lalu pergi. mba Yati Sangat panik saat mendengar suara jeritan Raka yang ternyata sudah dibawa seseorang yang wajahnya tertutup oleh masker. tapi yang ia yakini itu adalah seorang wanita.
Mba Yati benar-benar panik, bagaimana cara ia memberitahukan kejadian yang menimpa Raka kepada majikannya. dengan jantung yang berdegup sangat kencang dan napas yang memburu tidak karuan mba Yati pulang dengan berlari.
Sesampainya di rumah mba Yati langsung mencari keberadaan Cahaya. meskipun rasa takutnya begitu besar tapi mba Yati berusaha memberanikan diri untuk melaporkan kejadian yang baru saja terjadi kepada Raka.
Dengan napas yang tersengal Mba Yati menceritakan semua kejadian kepada Cahaya dari awal Raka bermain ayunan dan mengajak pulang karena bosan tidak bertemu dengan tante cantiknya sampi Raka meminta es krim dan terjadilah penculikan terhadap Raka.
__ADS_1
" Sudah aku peringatkan awasi dengan baik anakku tapi kenapa kamu teledor?" murka Cahaya
" Kau bilang yang membawanya adalah seorang wanita memakai masker, bisa saja dia adalah wanita yang selalu anakku sebut sebagai tante cantiknya!"
" Apa kamu tidak curiga sedikitpun selama ini melihat wanita itu begitu dekat dengan Putraku?"
" Jawab?" bentak Cahaya yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.
Mba Yati hanya bisa menunduk dan tidak berani angkat bicara. mbok Ijah yang mendengar suara keras dari Cahaya langsung menghampirinya karena selama mbok Ijah mengenal Cahaya tidak pernah Cahaya semarah ini.
" Ada apa ini non?" tanya mbok Ijah kepada Cahaya.
" mbok!" ucap Cahaya lirih dan langsung berhambur memeluk mbok Ijah
" mbok Raka .. Raka!" ucap Cahaya disela tangisnya.
" Ada apa non dengan Aden muda?" tanya mbok Ijah yang perlahan mengurai pelukan Cahaya.
" Bagaimana bisa non Aden muda diculik?" tanya mbok Ijah dengan keterkejutannya menoleh dan menatap mba Yati yang masih menunduk.
" Aku juga gak tau mbok, mungkin saja wanita yang selalu di ceritakan oleh Raka dengan sengaja mendekati Raka karena ada maksud tertentu!" ucap Cahaya yang masih menangis.
" mbok Raka mbok...!" karena panik dan terpikir hal yang tidak-tidak membuat Cahaya begitu terguncang dan akhirnya jatuh pingsan.
" Ya Allah non.. bangun non!" mbok Ijah menepuk-nepuk pipi Cahaya berusaha untuk menyadarkannya tapi hasilnya nihil.
" Cepat bantu, kenapa kau malah diam saja!" bentak mbok Ijah kepada mba Yati terkejut ketika melihat Cahaya pingsan.
mendapat bentakan dari mbok Ijah, mba Yati langsung menghampiri Cahaya dan berusaha memindahkan Cahaya ke dalam kamarnya.
__ADS_1
" Mbok apa yang harus saya lakukan?" tanya mba Yati setelah merebahkan Cahaya di atas kasur. Mba Yati begitu takut dan gelisah takut terjadi sesuatu kepada Raka dan jika tuannya tahu putra kesayangannya di culik dia pasti akan mendapatkan amukan dari Reihan.
" mbok!" lirih mba Yati ketakutan
" Aku akan menelepon dokter Harry setelah itu menelpon tuan memberitahu kejadian ini, kamu jaga non Cahaya sampai dokter dokter Harry datang. semoga saja Aden muda tidak kenapa-kenapa.!" ucap mbok Ijah setelah itu keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga meraih gagang telpon dan mencari nomor dokter Harry. setelah mbok Ijah menelpon dokter Harry ia dengan segera menghubungi Reihan.
Sontak saja Reihan yang baru saja selesai meeting dan tengah duduk bersama Reno dan Intan yang kebetulan ikut juga dalam meeting tersebut begitu murka saat mbok Ijah memberi kabar tentang penculikan yang terjadi kepada Raka putranya dan juga kondisi isterinya saat ini yang tengah pingsan dan belum juga sadarkan diri.
Raut wajah Reihan merah padam, tangannya mengepal kuat hingga urat-uratnya menyembul keluar. Reno dan Intan yang melihat perubahan raut wajah Reihan seketika langsung berdiri dan panik.
" Ada apa Rei?" tanya Reno yang ikut panik melihat ketegangan yang nampak pada diri Reihan.
" Raka diculik!" ucap Reihan frustasi mengusap wajahnya kasar dan menghantamkan pukulan ke atas meja.
" Apa, Raka di culik?" keterkejutan Reno dan Intan bersamaan.
" Bagaimana bisa?" tanya Reno penasaran
Reihan pun menceritakan kejadian yang tadi sempat di ceritakan mbok Ijah kepada Reno dan Intan.
" Kenapa kalian bisa begitu ceroboh dan bisa-bisanya kalian tidak menaruh curiga sedikitpun mengenai kedekatan Raka dengan orang asing yang tidak kalian kenal sama sekali!" ucap Intan dengan sedikit kesal dengan kecerobohan adik iparnya itu.
" Aku juga tahu tentang tante cantik yang sering Raka ceritakan dengan cahaya." ucap Reihan sendu.
" Sekarang aku mau pulang, Tio tolong kau selidiki kejadian ini dan kerahkan anak buahmu untuk melacak keberadaan putra ku.!" perintah Reihan yang langsung disanggupi oleh Tio.
Dengan segera Tio melaksanakan tugasnya sementara Reihan beranjak untuk segera pulang.
" Rei kami ikut, aku akan berusaha untuk menenangkan Cahaya saat ini!" ucap Intan yang langsung di angguki oleh Reihan.
__ADS_1
" Terima kasih!" ucapnya sebelum beranjak pergi.