RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Permohonan Reihan


__ADS_3

" Apa katamu tadi, Cahaya pingsan?" Tanya Reno khawatir.


" I...iya pak!" jawab Lintang dengan gugup.


"Saat ini Intan sedang bersama Cahaya di rumah sakit Sejahtera.


"Bima!" Teriak Reno hingga membuat seisi ruangan kaget dengan suara keras Reno.


" Iya pak Reno!" Bima dengan tergesa-gesa menghampiri tuannya.


" Kamu atur kembali jadwal pertemuan hari ini dengan PT Mekar jaya aku akan ke rumah sakit sekarang.!" titah Reno yang dengan langkah panjang sudah pergi meninggalkan kantornya.


" Baik pak " Jawab Bima sebelum Reno melangkahkan kakinya.


Setelah Reno menghilang dari pandangan Bima segera kembali ke ruangannya dan mengatur kembali jadwal pertemuan yang sudah dijadwalkan.


Sementara itu kepergiannya sang CEO yang begitu tergesa gesa membuat desas - desus diruangan tersebut menjadi ramai diperbincangkan.


Edo, Lia dan Martin yang merupakan rekan satu tim dengan Cahaya langsung bergegas menghampiri Lintang yang masih berdiri mematung setelah kepergian atasannya.


" Lintang, Pak Reno itu mau pergi kemana?" tanya Edo menepuk bahu Lintang yang melamun.


" ahh iya, kenapa?" Tanya Lintang dalam keterkejutannya


"Mau pergi kemana itu pak CEO tampan, kenapa terlihat begitu panik, apa terjadi sesuatu?" Lia mengulang pertanyaan Edo.


" Apa jangan-jangan gosip yang selama ini beredar benar ya kalau pak CEO dingin itu ada hubungan khusus dengan Cahaya?" Martin curiga.


" Bisa jadi, coba saja kalian perhatikan sikapnya selama ini sangat berbeda, semenjak Cahaya bekerja disini sikapnya tidak sedingin dulu terutama dengan Cahaya, pak Reno juga sering memanggil ke ruangannya lagi!" Lia lanjut menambahi.


"Hussss... jaga ucapan kalian!" Edo memperingatkan " Apa kalian ini sudah bosan ya kerja disini?" Edo mencengkram bahu martin pelan dan Lia menatap Edo dan martin.


"Maksudnya?" Martin mengerutkan alis merasa bingung dengan ucapan Edo.


" Uhhh... dasar bodoh, kalau kalian berani menggosipkan pak Reno. apa kalian tidak takut dipecat?" Ucap Lintang menjelaskan.


" Udah sebaiknya kalian kembali bekerja sana meskipun sekarang gak ada pak Reno tapikan ada pak Bima yang selalu mengawasi kita, aku gak mau ya kena masalah gara-gara gosip kalian!" ujar lintang tegas mengusir rekan kerjanya dari mejanya.

__ADS_1


" Iya... iya..!" Lia dan martin kembali kemejanya tinggalah edo yang masih berdiri menatap keduanya kembali duduk ketempat masing-masing.


"Lin, apa Intan yang membawa Cahaya ke Rumah Sakit?" Edo bertanya pada Lintang yang sudah kembali sibuk dengan komputer dihadapannya.


" Aku kurang tau pak Edo, tapi yang jelas tadi intan yang menelpon dan bilang kalau dia sedang dirumah sakit dengan Cahaya!" Lintang menghentikan jarinya yang sibuk mengetik dan menjawab pertanyaan Edo yang terlihat penasaran.


__________________


Di Rumah Sakit Reihan tidak hentinya berjalan mondar-mandir didepan ruang pemeriksaan.


sementara intan lebih memilih duduk di kursi tunggu.


Tidak berapa lama Dokter yang memeriksa Cahaya keluar Reihan pun dengan cepat menghampirinya.


" Bagaimana keadaan isteri saya dok?" Reihan terlihat khawatir dengan kondisi Cahaya yang tiba-tiba pingsan dihadapannya.


" Tenang ya pak, Isteri bapak tidak apa-apa kemungkinan isteri bapak hanya kecapean saja. apalagi saat ini kondisi ibu Cahaya yang sedang mengandung. Di awal kehamilan bisa saja membuat seorang wanita hamil jadi mudah capek dan lelah apalagi jika terjadi morning sickness.!" Terang dokter.


Reihan masih mencerna ucapan sang dokter yang mengatakan Cahaya dalam keadaan mengandung.


" Jadi maksud dokter isteri saya sebenarnya saat ini sedang hamil?" Tenya Reihan yang masih merasa tidak percaya.


" Baik dokter, terima kasih!" Dokter Merry lalu pergi meninggalkan Reihan yang tersenyum bahagia. Setelah dokter merry pergi Reihan langsung masuk menemui isteri yang sangat dirindukannya.


Reihan menghampiri Cahaya yang tengah duduk diatas ranjang pasien. Sontak hal itu membuat mata Cahaya membulat, ia menatap Reihan yang berjalan menghampirinya dengan tatapan penuh kebencian.


Reihan tanpa mengatakan apa-apa langsung memeluk tubuh Cahaya dan tentu saja hal itu membuat Cahaya merasa geram, ia berusaha berontak dengan sekuat tenaga melepaskan tangan Reihan yang memeluknya erat.


Pelukan Reihan pun terlepas Cahaya menatapnya sinis.


" Sayang maafkan mas, mas tau saat ini kamu sangat membenci mas tapi mas mohon maafkan mas sayang!"Reihan menyentuh tangan Cahaya namun ditepisnya kasar.


" Sudahlah mas, Sebaiknya mas pergi saja sekarang. mungkin satu kesalahan aku mas. aku sudah berada diantara kalian. semoga mas dengannya bisa hidup bahagia. lupakan aku mas!" Cahaya menggeser duduknya membelakangi Reihan tidak mau melihat wajahnya.


" Dengarkan mas dulu sayang, mas dan Clara sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. mas sangat merindukanmu sayang, kamu membuat mas gila karena selalu memikirkanmu seminggu ini. mas mohon sayang maafkan mas!". Reihan meraih bahu Cahaya dan menggesernya sehingga mereka saling berhadapan.


" Lalu apa yang aku lihat diapartemen itu dan....!" Cahaya menghentikan ucapannya ia merasa sesak bila mengingat apa yang telah dilihatnya.

__ADS_1


" Kamu salah paham sayang, mas dan clara...!"


"apa? kalian hanya berciuman begitu, sudahlah mas aku sudah capek!" Cahaya melepaskan dengan kasar tangan Reihan yang bertengger dibahunya.


" Mas mohon sayang, maafkan mas beri mas kesempatan untuk memperbaiki ini semua. mas mohon sayang demi anak kita!" Reihan menatap lembut kearah perut Cahaya.


" Demi anak kita?" Cahaya terkejut karena ternyata Reihan sudah mengetahui perihal kehamilannya.


" Hemmmm...!" Reihan tersenyum lalu meraih tangan Cahaya dan menggenggamnya lembut. " Kenapa kamu tidak memberi tahu mas sayang kalau kamu sedang hamil?"


Cahaya tersenyum sinis"Apa penting buat mas?" Cahaya melepaskan tangan Reihan dari tangannya.


" Kenapa kamu bicaranya seperti itu sayang?jelaslah sangat penting buat mas sayang. kamu adalah yang terpenting dalam hidup mas begitu juga dengan calon bayi kita!" tangan Reihan menyentuh perut Cahaya yang masih rata.


"Maaf mas, Aku gak bisa mas hidup bersama mas lagi!" Ucap Cahaya lirih dengan air mata yang entah sejak kapan sudah membasahi pipinya.


Intan sungguh merasa tidak enak berada disituasi pertengkaran rumah tangga mereka intan hendak melangkah keluar namun ketika Cahaya melihatnya hendak melangkah pergi cahaya melarangnya. " Intan, aku mohon tetaplah disini jangan pergi!" Intan menoleh ke Cahaya dan terlihat Cahaya menatapnya dengan sorot mata memohon akhirnya Intan mengurungkan niatnya dan memilih duduk dibangku yang ada diruangan tersebut.


" Sayang mas mohon maafkan mas!" Reihan kembali meraih tangan Cahaya penuh dengan permohonan. " Mas tidak akan bisa hidup tanpa kalian sayang!" Reihan sudah tidak mampu lagi membendung airmatanya ia merasa takut jika Cahaya akan benar-benar membencinya dan meninggalkannya lagi.


" Mas mohon sayang, beri mas satu kesempatan lagi, dan katakan apa yang harus mas lakukan agar kamu mau memaafkan mas?" Reihan memberusut jatuh duduk berlutut dibawah ranjang pasien yang ditempati cahaya dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Cahaya.


" Mas bangunlah, jangan seperti ini !" Cahaya memaksa Reihan untuk bangkit.


" Tidak sebelum kamu mau memaafkan mas!"


" Mas...!" Cahaya menghela napas berat " bangun mas aku sudah memaafkan mas!" Ucap Cahaya pelan.


Reihan kembali berdiri dengan seulas senyum diwajahnya.


"Mas kita tidak mungkin bisa hidup bersama selagi ada duri diantara kita, dan aku juga gak bisa mas terus menerus memendam perasaanku. Mas tahu kan kalau Mamah sangat membenciku dan dia lebih menyukai Clara yang menjadi isteri mas dan kelihatannya mas juga lebih nyaman bukan bersama dia. aku gak mau mas mamah dan widia selalu menganggapku sebagai perusak hubungan kalian. karena sebelum aku datang mas dan Clara adalah pasangan yang sangat serasi yang saling menyayangi, benarkan?" Tanya Cahaya penuh penekanan.


" Kamu bicara apa sih sayang? mas tidak peduli dengan ucapan mamah. mas sangat mencintai kamu dan sampai kapanpun akan tetap sama seperti itu. mas akui kesalahan mas yang tidak tegas terhadap mamah dan juga Clara. tapi mas mohon sayang beri mas kesempatan lagi untuk menebus semua kesalahan mas. Mas mencintai kamu sayang terlebih saat ini kamu sedang mengandung buah hati kita sayang. " Ucap Reihan dengan mata yang masih berkaca-kaca.


" Apa mas bisa tidak menemui wanita itu lagi? Apa mas bisa untuk tidak memperdulikannya lagi?apa bisa mas? aku rasa tidak bukan?" Tanya Cahaya mendelik kesal." Sudahlah mas!"


" Mas....!"

__ADS_1


Cekrekkkk....


Ucapan Reihan terhenti ketika mendengar suara pintu terbuka.


__ADS_2