
Bramantyo dan widia seperti biasa sudah berada di meja makan. Cahaya datang menghampiri keduanya. ia menggeser satu kursi untuknya duduk tak lama kemudian Reihan datang dan duduk dikursi kosong yang ada disebelah Cahaya.
mereka menikmati sarapan dengan khidmat tanpa ada yang berbicara hanya terdengar dentingan suara garpu dan sendok yang beradu di atas piring.
" Pah, ada hal yang ingin aku bicarakan, apa boleh aku bicara?" Cahaya mencairkan suasana yang sedikit beku.
" bicara soal apa?" tanya Bramantyo sambil menikmati sarapannya.
" aku ingin bekerja pah, apa boleh?"
ucap cahaya ragu-ragu.
" apa bekerja?"
" iya pah. aku bosen bila harus di rumah terus. aku ingin mencari kesibukkan dan tidak mau selamanya menyusahkan papah juga suamiku!" ucap Cahaya sambil menoleh kearah Reihan.
Reihan hanya diam memandang wajah Cahaya.
" kau ingin kerja apa, bagaimana kalau kau kerja di perusahaan papah ?" usul Bramantyo.
"Pah... !" Panggil Widia mengartikan tidak setuju
" Terima kasih pah atas tawaran papah. tapi maaf aku tidak bisa kali ini menerima kebaikkan papah. aku tidak bisa selamanya menggantungkan hidup dengan papah. aku ingin berdiri dengan caraku sendiri." terang Cahaya.
" Bagus sekali cara berpikirmu nak, papah bangga denganmu."
" Terima kasih pah!"
" Lalu apa rencanamu?"
" aku akan menghubungi temanku, kebetulan kemarin ia menawarkanku kerja diperusahaannya. dan rencananya hari ini aku akan bertemu dengannya. " tutur cahaya.
" bagus kalau begitu" Bramantyo menyudahi sarapannya.
Reihan menggeser kursinya lalu berdiri petanda sarapannya telah usai. ia bergegas akan berangkat kekantor namun tiba-tiba langkahnya terhenti.
" Mas apa kau akan memberiku izin untuk keluar hari ini?" tanya Cahaya yang membuat Reihan diam membisu.
__ADS_1
" Mas !" panggil Cahaya
Reihan menarik napas panjang. " Pergilah !" Ucap Reihan. kemudian ia membungkukkan badan dan memberikan sebuah kecupan dikening Cahaya lalu pergi begitu saja.
Cahaya terlihat senang dengan jawaban yang Reihan berikan. setidaknya Reihan sudah mau menunjukkan sikap baik didepan kedua orang tuanya meskipun itu hanyalah pura-pura.
Reihan pergi kekantor bersama sekretaris tio.
disusul dengan Bramantyo dengan pak kardi.
setelah mereka pergi barulah Cahaya berangkat ke kantor temannya yang tak lain pria asing yang belum lama ini ia kenal.
Cahaya diterima bekerja di perusahaan SC Grup yang di pimpin oleh CEO Reno Kiandra Dinata tak lain pria asing yang telah menolongnya.
______________________________________
Hampir 2 Bulan sudah Cahaya bekerja di perusahaan SC Grup. hampir setiap hari Cahaya disibukkan dengan pekerjaan yang diberikan oleh CEO Reno.
" huhhh.. sepertinya aku akan lembur lagi hari ini!" gumam Cahaya sambil membuang napas kasar.
" Selamat pagi Cahaya !" sapa seorang rekan kerjanya yang baru saja datang.
lintang lalu duduk dimeja kerjanya ya berada tidak jauh dari tempat duduk Cahaya. " Ca, pagi-pagi sudah segunung aja tuh kerjaan!" Lintang menunjuk dengan dagunya.
Cahaya menganggukan kepala sambil mengerucutkan bibirnya.
" Sepertinya bos senang kalau kamu itu lembur terus Ca !" ledek edo yang baru saja datang dari pentri dengan membawa 2 gelas kopi ditangannya lalu diletakkannya satu gelas di meja kerja Cahaya.
" ini untukku?" tanya Cahaya yang mengambil gelas diatas mejanya.
" Hemmmm... minumlah biar semangat !" jawab edo sambil menunjuk tumpukkan kertas dimeja Cahaya dengan bibirnya.
" kau ini pilih kasih do, mana kopi untukku?" kata lintang yang bangun dari kursinya dan berjalan menghampiri edo yang sedang berdiri disamping meja Cahaya.
edo menoleh ke lintang dan menyodorkan gelas yang ada ditangannya dan dengan senang hati lintang langsung mengambilnya.
" Terima kasih " ucap lintang dengan senyum diwajahnya.
__ADS_1
Cahaya.sudah mulai mengerjakan pekerjaannya begitupun lintang sementara edo kembali ke pentri untuk membuat kopi untuk dirinya.
sesekali Cahaya merentangkan tangannya dan memutar badan kekanan dan kekiri sekedar untuk merenggangkan otot-ototnya yang tegang setelah itu dia kembali fokus dengan pekerjaannya yang menunpuk di atas meja.
Reno dan Bima tiba dikantor semua pegawai membungkukkan badan memberi hormat kepada CEO yang tampan namun terkenal dingin dan sangat tegas serta disiplin.
Reno menghentikan langkahnya saat melewati meja kerja Cahaya.
" Cahaya !" panggil Reno yang berdiri tepat dihadapan Cahaya.
" Ahh.. iya pak.!" Cahaya yang sedang fokus bekerja langsung terperanjat dan berdiri.
" Apa kamu butuh bantuan untuk membantu menyelesaikan semua pekerjaanmu itu?" tanya Reno sambil menoleh ke arah tumpukan kertas.
" emmm... " Cahaya sedikit ragu dalam menjawab.
" Bima besok utus seorang staf untuk membantu membereskan semua ini. dan dalam waktu 3 hari semua laporan harus sudah ada di atas mejaku.!" perintah Reno pada bima sambil menunjuk tumpukan kertas.
" Baik pak!" jawab Bima dengan membungkukkan badan.
Reno lalu masuk ke ruangannya bersama Bima yang mengekor dibelakangnya.
Didalam ruangannya Reno duduk di kursi CEO dengan menyilang kaki dan melipat kedua tangannya didada.
"Bim, Kapan jadwal pertemuan dengan CEO dari Perusahaan Adiaksa Grup?"
" Hari ini bos, setelah jam makan siang!"
" kalau begitu suruh Cahaya mempersiapkan semua berkas tentang kerja sama dengan Adiaksa Grup!"
"Baik bos!"
" Satu lagi Bim, Cahaya akan ikut bertemu dengan klien nanti.!"
" Siap bos".
Bima keluar ruangan lalu menemui cahaya untuk mempersiapkan semua laporan yang diperlukan.
__ADS_1
setelah Bima memberi tahunya, Cahaya dengan segera mempersiapkan semua laporan yang dibutuhkan Reno.
Jangan Lupa bantu vote, like dan komennya😊😄