
Karena pergulatan panas semalam membuat Reihan sosok pria yang masuk kekamar cahaya dan bahkan telah merenggut mahkota yang selama ini dia jaga dengan baik. tertidur pulas ditempat tidur cahaya.
Cahaya duduk disudut tempat tidur menenggelamkan wajahnya pada kedua lututnya dengan rambut acak-acakan dan mata yang sembab akibat menangis semalaman. pikirannya kacau hatinya sangat hancur membayangkan semua aksi bejat yang sudah Reihan lakukan padanya.
********
" mbok , apa cahaya belum turun sarapan?" tanya pak bram sambil menyuap sesendok nasi yang ia pegang.
" belum tuan" jawab mbok ijah.
" Tolong panggilkan ya mbok "! kata pak bram yang langsung dituruti mbok ijah melangkahkan kakinya menuju lantai 2.
__ADS_1
Nyonya widia hanya diam sambil menyantap sarapannya tak menghiraukan suaminya yang menanyakan cahaya pada mbok ijah.
mbok ijah melangkahkan kakinya kekamar cahaya, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti tepat didepan kamar yang saat itu tidak tertutup rapat. dengan perasaan sedikit cemas tangan mbok ijah yang memegang knop pintu membukanya perlahan, seketika mbok ijah terbelalak mendapati ada sosok seorang pria yang sedang tertidur pulas diatas tempat tidur cahaya terlebih saat matanya menyisir sumber suara isak tangis seorang gadis yang sedang tertunduk menenggelamkan wajahnya dengan wajah tertutup rambut yang terurai berantakan.
sontak mbok ijah berhambur keluar memberi tahukan apa yang ia lihat kepada tuan besar langkahnya bergegas menuruni anak tangga dan menghampiri sang majikan yang sedang menikmati sarapannya.
" Tu..tu..tu..tuan" suaranya bergetar terasa berst lidahnya memberi tahu perihal yang baru saja ia lihat.
" Mbok ada apa, kenapa gugup begitu? mana cahaya?" tanya pak bram dengan mata yang mencari cari keberadaan cahaya.
" mbok bicara yang jelas, sedang apa gadis tak tahu diri itu sekarang?" dengan nada yang meninggi suara nyonya widia sedikit mengejutkan mbok ijah.
__ADS_1
" Sepertinya Tuan muda semalam mabuk berat dan dikamar non cahaya tuan muda....." kata-kata mbok ijah terhenti, begitu berat lidahnya meneruskan ucapannya mata mbok ijah pun berkaca-kaca.
mendengar ucapan mbok ijah kalau putranya berada dikamar cahaya pikiran burukpun memenuhi isi kepalanya, dugaan demi dugaan membuatnya geram takut putranya melakukan hal yang buruk terhadap cahaya.
Langkah kaki pria paruh baya itupun menuntunnya bergegas menuju kamar cahaya, raut wajahnya merah, api amarah membakar pikirannya saat pandangan matanya tertuju pada tubuh Reihan yang tengah tertidur dengan geram pak bram menarik tangan Reihan. sontak Reihan terbelalak dan bangkit dari tidurnya.
" Anak kurang ajar..." ucap pak bram dengan geram dan melayangkan satu tamparan keras dipipi Reihan. " apa yang sudah kau lakukan padanya, hahhh...?" suaranya meninggi memenuhi isi ruangan, bibirnya gemetar menahan amarah yang sudah memuncak matanya sesekali menengok kearah cahaya sejenak. ia merasa sangat iba melihat nasib cahaya yang telah hancur oleh putranya sendiri.
Reihan memegang pipinya yang ditampar, ia menyeka darah kental diujung bibirnya dan menyeringis.
Nyonya widia mendengar teriakan keras dari suaminya langsung menghampiri sumber suara.betapa terkejutnya nyonya widia terhadap apa yang dia lihat didepan matanya.
__ADS_1
* Hai... mohon like dan komennya ya..!!!😊
maaf kalau author banyak kesalahan baik dalam pengetikan maupun alur ceritanya. silahkan berikan sarannya ya yang bersifat membangun,agar author belajar lebih baik lagi!😄