
Setelah makan malam bersama semuanya duduk santai di taman belakang. Cahaya dan bi susan membawa jus jeruk dan beberapa cemilan. Intan sedang asik bersama Sekar bermain dengan baby Raka yang sedang digendong sang Oma.
Reihan dan Reno memperhatikannya dan tersenyum tipis. Cahaya duduk disamping Reihan dan menyodorkan cemilan yang dipegang dan Reihan mengambil lalu mengunyahnya Reno hanya melihat sekilas kearah keduanya memainkan ponselnya pura-pura sibuk. Intan menoleh dan memperhatikan Reno yang sedang asik dengan ponsel ditangannya Reno mendongak menoleh kearah intan yang sedang menatapnya dan dengan celat Intan membuang pandangannya kearah bi susan yang datang untuk mengambil baby Raka yang tengah tertidur dalam gendongan omanya.
Reno mengetik pesan dan mengirimnya matanya terus tertuju pada intan yang duduk bersama sang mamah. Cahaya memperhatikan Reno yang sibuk menggerakan jari-jarinya di gagang kursi dengan wajah gelisah. Reihan mengikuti arah pandangan mata Cahaya yang menatap Reno lekat sementara Reno tak bergeming menatap intens pujaan hatinya yang tak lain adalah Intan. Reihan menggelengkan kepalanya saat memperhatikan orang-orang disekitarnya Cahaya menatap Reno sementara Reno sedang menatap intan dan Intan sendiri pura-pura tidak tahu dan sibuk berbincang-bincang dengan Sekar. jarak mereka memang cukup jauh Intan bersama Sekar di bangku teras sementara Reno, Reihan dan Cahaya ditaman dekat kolam renang.
" Intan!" Panggil Sekar lembut.
" Iya mah" Sahut Intan menatap Sekar
" Besokkan hari libur , bagaimana kalau malam ini kamu menginap disini saja ya!" Sekar memegang punggung tangan Intan lembut.
" Menginap?" Kejut intan
" Iya, seorang wanita pulang malam-malam itu sangat berbahaya sayang!" Sekar khawatir.
"Menginaplah, diluar bahaya malam-malam dan aku tidak mau direpotkan bila harus mengantarkanmu pulang!" Ucap Reno dingin lalu pergi masuk kedalam rumah. Intan terkejut dengan Ucapan Reno yang begitu dingin dan arogan. Sekar merasa kesal pada Reno yang bersikap dingin.
" Reno kamu bicara apa sih? kalau bicara gak pakai disaring!" Kesal Sekar.
" Tidak apa-apa mah, maaf ya mah kalau Intan udah ngerepotin semuanya!"ucap Intan sendu.
" Jangan bicara seperti itu sayang, mamah malah senang kalau kamu disini. rumah jadi tambah ramai. gak usah hiraukan ucapan Reno. dia memang seperti itu selalu bersikap dingin. makanya dulu mamah sempat terkejut saat dia membawamu kesini karena sejak dulu Reno tidak pernah dekat dengan wanita manapun.!" Sekar menceritakan tentang Reno yang tidak pernah membawa kekasih untuk diperkenalkan padanya baru Intan satu-satunya wanita yang diperkenalkannya kepada mamahnya. Sejak awal bertemu saat Reno membawa Cahaya kerumahnya dan Intan turut menemaninya sejak itu pula Sekar sudah menyukai Intan dan berharap besar bisa menjadikan intan sebagai menantunya.
Intan menyimak dan diam saat mendengarkan cerita tentang Reno dari Sekar.
karena jam sudah menunjukkan jam 10 malam akhirnya Sekar memutuskan berhenti bercerita. " Sayang sudah malam sebaiknya kita istirahat, nanti kamu bisa tidur dikamar tamu dilantai 2 nanti bi susan akan mengantarkanmu!" kata Sekar lalu pergi kekamarnya untuk beristirahat begitu juga dengan Cahaya dan Reihan masuk kedalam kamarnya.
Bi susan datang menghampiri Intan dan mengantarkannya ke kamar tamu. Intan mengikuti bi susan naik kelantai 2 setelah sampai didepan kamar bi susan membuka pintu kamar dan mempersilahkan Intan untuk masuk dan beristirahat.
Didalam kamar Intan duduk di tepi tempat tidur pikirannya melayang teringat dengan semua yang dilakukan Reno padanya terutama ketika Reno mengecup bibirnya. Intan menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha membuyarkan ingatannya itu.
" Kenapa harus dia, menyebalkan dan sekarang aku malah satu atap dengannya setelah susah payah menghindarinya dikantor!" gumam Intan dan menghempaskan tubuhnya diatas kasur dengan kasar.
Sudah jam 12 malam seisi rumah mungkin sudah berada dialam mimpinya masing-masing. namun ada 2 pasang mata yang masih terjaga dan tidak bisa memejamkan matanya.
Dikamar Intan merasa tidak bisa tidur, berbagai posisi tidur sudah ia lakukan tapi tetap saja matanya tak juga kunjung terpejam.
" Ada apa denganku kenapa sulit sekali untuk terpejam?" gumam Intan.
Dikamar berbeda seorang pria sedang melakukan gerakan push up untuk membuat tubuhnya berkeringat dan lelah. malam ini dia juga tidak bisa tidur dan memilih melakukan berbagai gerakan olah raga setelah 2 jam berolah raga ia merasa haus dan turun untuk mengambil air minum.
Reno menuruni anak tangga berjalan menuju dapur ia membuka kulkas mengambil air dalam botol dan menutup kembali kulkasnya lalu duduk di kursi dan meneguk minumannya hingga setengah selesai minum Reno bangkit dari duduknya dan saat menoleh ia melihat Intan berdiri dihadapannya dan berbalik mengurungkan niatnya yang ingin mengambil air minum karena melihat ada Reno.
Intan bergegas berbalik badan dan melangkahkan kakinya setengah berlari kembali kekamarnya namun baru beberapa langkah tubuhnya terhempas membentur dada Reno akibat tangannya yang ditarik paksa oleh Reno.
Reno menatap lekat mata Intan sementara Intan langsung menunduk dan merasa canggung. " Ikut aku!" Reno menarik tangan Intan dan membawanya ketaman belakang.
__ADS_1
" Lepasin mas!" Intan berusaha melepaskan tangannya tapi tidak bisa.
Setelah sampai ditaman belakang Reno melepaskan tangannya dan menarik tengkuk Intan dan mendekatkan wajahnya sampai bibirnya menyentuh bibir Intan.
PLAKkk..
Intan mendorong keras tubuh Reno dan mendaratkan satu tamparan keras diwajahnya sampai Reno meringis sakit dan terlihat darah kental disudut bibirnya.
" Pak Reno keterlaluan, saya bukan wanita yang bisa dengan seenaknya bapak lecehkan. saya benar-benar kecewa dan tidak pernah menyangka Pak Reno seberengsek ini!" Intan menangis terisak merasa terlecehkan karena untuk yang ke tiga kali Reno menciumnya.
"Aku..!" Reno gugup dan bingung melihat Intan menangis histeris.
Reno menarik Intan kedalam pelukannya namun Intan berontak dan berusaha melepaskan pelukan Reno. Semakin Intan berontak Reno semakin mempererat pelukannya.
Intan memukul dada Reno berkali-kali tapi Reno diam tak bergeming. " Apa salah saya pak sampai bapak tega mencuri First kiss saya pak!" Lirih Intan dengan suara parau.
" First kiss?" Reno tersenyum tipis dan melepaskan pelukannya dan meletakkan kedua tangannya dibahu Intan.
" Jadi aku orang yang pertama?" Reno malah tertawa kecil menatap Intan dan Intan mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Reno disela isak tangisnya.
" Kenapa pak Reno bersikap begini sama saya, apa salah saya sama bapak?" Intan menatap lekat mata Reno dan Reno menghapus airmata yang masih saja menetes.
" Salah kamu karena kamu sudah membuat saya merasa tersiksa akhir-akhir ini!" Reno menyeringai dan duduk dibangku taman.
Intan nampak berpikir dengan ucapan Reno dan masih dengan terisak.
" Sudahlah jangan menangis, aku tidak melakukan hal yang diluar batas aku hanya menciummu saja!" Ucap Reno dengan santainya meskipun sebenarnya jantungnya berdegup sangat cepat seolah ingin berlari keseluruh halaman.
" Itu juga hal yang pertama buat ku dan entah kenapa setiap kali berhadapan denganmu aku sllu ingin melakukannya!" Reno bangkit dari duduknya dan menatap lekat mata intan yang masih basah dengan airmata.
Reno mengambil tangan Intan dan menggenggamnya " Aku senang karena akulah yang pertama dan semoga aku juga yang menjadi pertama dan satu-satunya dalam hidup kamu!" Reno mengecup punggung tangan Intan dan seketika raut wajah bingung menyelimuti Intan.
" Maksud pak Reno apa?" Intan menghapus air matanya yang masih saja menetes dan Reno membantunya lalu mengecup mata Intan lembut membut Intan deg degan.
" Aku tidak mau terus menerus merasa tersiksa. akhir-akhir ini kau selalu saja menyiksaku!" terang Reno.
" Menyiksa? maksud pak Reno apa saya tidak mengerti?" Intan nampak berpikir keras.
" Ya akhir-akhir ini kamu menyiksaku karena setiap kali bertemu kamu selalu menghindar dan hal itu membuatku benar-benar tersiksa.
" Saya?" Tanya Intan bingung.
" Sikapmu yang selalu menghindar dan cuek membuatku gelisah dan khawatir!" Reno mengusap rambutnya kasar.
" Jawab aku dengan jujur, kenapa kau selalu menghindariku?" Reno penasaran.
" Karena saya.... saya takut pak!" Ucap Intan gugup.
__ADS_1
" Ini bukan dikantor kenapa kamu masih ssja memanggilku pak?" Reno menjetikan jarinya.
" Ya karena pak Reno itukan memang atasan saya!" Sahut Intan.
" Kamu takut kenapa? dan jangan panggil saya pak lagi!" ancam Reno.
" Baik pak, maaf maksud saya Mas"
Intan diam dan menunduk.
" Kamu takut apa?" Reno penasaran.
" Saya takut untuk jatuh hati pak maksud saya mas!" Intan merasa malu dan menunduk.
" Jadi karena itu kau selalu menghindar?"
" Iya, dan saya juga tidak terima karena mas Reno sudah mengambil first kiss saya!" Intan tersipu malu-malu.
" Haaa...haa...!" Reno tertawa terbahak-bahak intan spontan menutup mulut Reno dengan tangannya karena suasana yang malam yang sepi bisa saja suara tawa Reno membangunkan semua penghuni rumah.
Reno menurunkan tangan Intan yang membungkam mulutnya dan menatap mata Intan lekat. " Kamu takut jatuh hati padaku tapi aku malah sudah terlanjur jatuh hati padamu dan kamu merasa aku mencuri first kiss kamu dan aku malah memberikan first kiss aku padamu!" Ucap Reno dengan lembut dan mengecup jemari Intan lalu tersenyum.
" Kita akhiri kesalah pahaman ini dan kita jadikan first kiss kita menjadi pertama dan selamanya bagaimana?" Reno tersenyum manis dan memeluk Intan erat dan Intan mengangguk dalam dekapan Reno.
" Jadi sekarang kita Resmi berpacaran?" Tanya Reno dengan senyum bahagia diwajahnya mendorong bahu Intan lembut dan menatap matanya lekat.
" Kita sudah sama-sama dewasa apa pantas dibilang pacaran?" Intan menunduk malu setelah mengucapkan kata itu.
"Emmmm... jadi kau maunya apa, calon tunanganku atau calon isteriku atau calon ibu dari anak-anakku?" tanya Reno menggoda dan intan memukul bahu Reno pelan.
" Mas Reno!" Intan kesal dan cemberut.
" Aduh gimana aku tidak gemas dan tidak ingin menciummu kalau kau bertingkah seperti ini!" Reno mengusap rambutnya kasar dan Intan malah kembali memukul bahunya dan tertawa kecil.
" Ha... ha... ha...!" Reno tertawa lebar dan keduanya kembali berpelukan.
" Suasana semakin dingin sebaiknya kita masuk dan tunggu aku untuk membicarakan soal pernikahan kita dengan mamah!" Reno menggenggam tangan intan meyakinkan ucapannya.
" Pernikahan?" Intan mengernyitkan alisnya bingung.
" Iya, seperti katamu tadi memang pantas kita dibilang pacaran..jadi dari pada kita pacaran lebih baik kita menikah saja, atau jangan-jangan kamu tidak mau ya menikah denganku?" Reno menatapnya curiga.
" Mau..aku mau!" Intan langsung menutup mulutnya sendiri karena begitu semangatnya menjawab dan Reno tertawa lebar melihat ekspresi wajah malu Intan.
" Mas jangan menatapku seperti itu terus, aku malu!" rengek intan manja.
" Ha..ha..!" Reno semakin gemas dan tertawa lebar.
__ADS_1
" ya sudah ayo kita masuk!" Ajak Reno.
Intan berjalan masuk lebih dulu dan Reno berjalan dibelakangnya. keduanya menaiki anak tangga karena kamar mereka terletak dilantai 2. Reno masuk kedalam kamarnya dan Intan masuk kedalam kamar tamu tepat diseberang kamar Reno.