RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Onta Manyun


__ADS_3

Reihan memenuhi janjinya untuk lebih mengontrol emosinya dan ia memberikan cahaya kebebasan untuk bersama dengan kedua temannya yaitu bayu dan intan keikut sertaan citra membawa suasana menjadi lebih ceria. Reihan sempat berbaur dengan mereka sebelum dering hp membuatnya sedikit menjauh untuk sekedar mengangkat telpon dari seorang perempuan yang masih bersetatus kekasihnya.


Dreett.... Dreett....


● Clara


" Hallo Sayang, kok pesan aku gak dibalas sih sayang?"


● Reihan


" Maaf aku sibuk, jadi gak sempat balas"


● Clara


" Owh gitu, kirain kamu sudah berpaling dariku sayang. Hee..he..."


Degg.. Reihan terdiam


● Clara


" Hallo sayang, hallo...sayang!" panggil dari seberang telpon.


● Reihan


" iya"


● Clara


" Aku sangat merindukanmu sayang, aku akan segera pulang untuk menemuimu dan sepertinya kali ini aku sudah siap sayang untuk menerima lamaranmu dan aku mau menikah denganmu!"

__ADS_1


Deggg.... Entah perasaan bahagia ataukah sebaliknya mendengar ucapan clara dari ujung telpon sana membuat hati Reihan berdegup begitu kencang. entah apa maksud dari debaran jantung yang berpacu tanpa terkendali itu. jawaban yang selama ini ia nanti-nantikan bertahun-tahun akhirnya terjawab sudah namun dalam hati kecilnya ia merasa aneh seharusnya ia bahagia dengan jawaban dari clara tapi kenapa justru ia merasa sangat takut setelah clara memutuskan untuk mau menikah dengannya.


"Cahaya" ucap Reihan dalam hati.


●Clara


" Sayang, kamu pasti senangkan sayang, kita akan segera menikah. setibanya dirumah aku akan mengatakannya semuanya dengan kedua orangtuaku. mereka pasti akan senang mendengarnya. rasanya aku sudah tidak sabar untuk segera cepat-cepat pulang, bagaimana denganmu sayang, apa kamu juga merasakan hal yang sama denganku, ingin segera bertemu denganmu?"


● Reihan


" Ya, aku juga ingin segera bertemu denganmu" { Aku ingin segera menyelesaikan hubungan ini } batin Reihan. "Sekarang aku matikan dulu telponnya saat ini aku sedang sibuk nanti aku akan telpon balik setibanya di rumah" Setelah sambungan telpon dimatikan Reihan menoleh kearah cahaya yang sedang tertawa lepas dengan sahabat-sahabatnya.


Cahaya akan segera pulang ke kota niat mereka awalnya ingin berpamitan dengan pak tejo namun siapa sangka mereka malah bertemu dengan intan dan bayu serta adik bayu yang cukup cerewet dan bawel menurut sang kakak. Reihan membiarkan sang isteri bersama sahabat-sahabatnya karena ia tahu cahaya sangat merindukan mereka.


" Ca, apa benar dia itu putra pak bram ?" tanya intan menunjuk Reihan yang sedang menerima telpon diluar toko dengan mengangkat dagunya.


" Jika adiknya saja sudah menikah, si Reihan itu apa dia juga sudah menikah?" tanya intan penasaran.


" Wahhhh.... kak intan, jangan-jangan kak intan naksir ya nanya begitu? Haa..ha..haa" intan mendelik kesal dengan citra yang membuatnya merasa malu dengan pertanyaannya.


"Awww...sakit kak" pekik citra yang merasa sakit karena mendapat cubitan kecil dilengannya dari sang kakak.


" kamu itu kalau ngomong yang sopan de, gak boleh bicara begitu sama kak intan!" terang bayu.


" iya..iya.. maaf !" ucap citra lalu mengerucutkan bibirnya.


" haha...ha...ha..jelek de kalau bibirmu kaya gitu seperti onta manyun yang lagi merajuk minta dibeliin es krim" bayu tertawa begitu juga dengan cahaya dan intan yang ikut mentertawakan citra yang disamakan dengan onta manyun.


" iiihhh... kak bayu jahat masa adiknya sendiri disamain dengan onta manyun" citra mendengus kesal dengan sang kakak.

__ADS_1


" Habis kamu itu lucu, gemesin lagi kalau bibirnya udah seperti bibir onta manyun , Haaa...ha.." bayu tambah tertawa melihat kekesalan adiknya sendiri.


" Udah-udah, kasihan adikmu bay masa adikmu yang cantik kaya gini disamain sama onta manyun tega banget kamu bay!" Cahaya memeluk citra yang sedang cemberut. "Coba kamu perhatikan bay bibirnya seksian juga bibir........ onta manyun kali bay..haa...haahaa." citra menepis tangan cahaya yang sedang memeluknya.


" kak cahaya sama kak bayu sama aja nih jahatnya " citra semakin cemberut.


" Maaf citra sayang, kak cahaya cuma bercanda, abisnya kamu itu lucu dan gemesin" cahaya kembali memeluk tubuh citra. " kak cahaya pasti akan sangat merindukan kamu sayang, entah kapan kita bisa bertemu lagi dan bisa seperti ini lagi" ucap cahaya lirih.


Citra langsung melepaskan pelukan cahaya dan menatapnya lekat. " Kak cahaya memang mau kemana? kita baru saja bertemu kak, kenapa kakak sudah mau pergi lagi " tanpa terasa citra menitikkan air mata.


" Hei gadis cantik kok nangis sih, jangan nangis dong sayang kalau kamu nangis kak cahaya juga jadi ikut mau nangis nih." cahaya memeluk kembali tubuh citra. Intan yang ternyata sudah menangis sesenggukan ikut memeluk cahaya dan citra.


" Woy udah dong kok jadi pada nangis gitu sih! bayu menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatel.


" iya sih kenapa jadi melow gini , kamu si ca gara-garanya bikin baper aja" kata intan sambil mengusap airmatanya yang sudah banjir dikedua pipinya.


" ya udah jangan ada yang nangis lagi mending berdo'a semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan umur panjang agar kelak kita bisa berkumpul kaya gini lagi" ucap bayu sambil mengangkat kedua tangannya.


" Amin...." jawab serentak intan, cahaya dan citra.


" oia ka cahaya, pertanyaan kak intan yang tadi belum dijawab" citra mengingatkan pertanyaan intan yang membuat dia jadi dibuly oleh kakaknya sendiri.


" Pertanyaan yang mana?" Cahaya benar-benar lupa gara-gara si onta manyun.


" itu, kak Reihan sudah..." ucapan citra terpotong karena melihat mata intan yang berkedip-kedip dan dagunya yang naik turun memberi isyarat kepada citra agar tidak melanjutkan ucapannya.


" Sudah apa?" Reihan berjalan menghampiri mereka yang sedang membicarakan dirinya.


" Su...sudah datang kak Reihannya ternyata kak cahaya" ucap citra cengengesan. cahaya dan yang lainnya merasa sedikit gugup terlebih intan yang merasa terpesona dengan ketampanan pria yang sedang berdiri dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2