
" Non akan pergi meninggalkan si mbok kan?" tanya mbok ijah disela tangisnya.
Cahaya tersenyum mendengar ucapan mbok ijah. lalu memeluk tubuh wanita renta itu dengan lembut.
" Mbok, Cahaya memang akan pergi dari rumah ini tapi si mbok gak usah sedih. ini semua demi kebaikkan keluarga ini mbok." ucap lembut Cahaya yang masih memeluk tubuh renta itu.
" Kenapa hidup non jadi seperti ini, non kan udah tidak punya siapa-siapa, non mau pergi kemana?" tanya mbok ijah dengan manik mata penuh kesedihan.
" Si mbok gak usah khawatir, aku akan pergi ketempat yang seharusnya mbok. menjalani kewajibanku dan memulai semuanya dari awal, do'akan semoga semua berjalan dengan baik ya mbok!".
" Iya non si mbok do'ain, tapi bagaimana dengan tuan besar kenapa beliau mengizinkan tuan muda mengusir nona begitu saja dan tuan muda kenapa bersikap sejahat itu sama isteri sendiri?" mbok ijah menunjukkan raut wajah kesal
" Mbok mas Reihan tidak...!" ucapan Cahaya terhenti saat Widia sang mamah mertua datang menghampiri mereka.
" Sudah cukup buat dramanya, sekarang tunggu apalagi?" ucap Widia dengan nada ketus dan melipat tangan didada.
Mendengar ucapan widia yang ketus membuat Cahaya beranjak dari duduknya lalu menyalami tangan mbok ijah dan beranjak pergi ke ruang utama dimana Reihan dan Bramantyo sudah menunggunya.
Bramantyo berjalan menghampiri cahaya dan memeluknya sebentar.
" Jaga dirimu dengan baik !" ucap Bramantyo sambil mengusap pucuk kepala Cahaya.
" Iya pah !"
" Ayo sudah cepat sana pergi, untuk apa lagi berlama-lama disini.!" ucap Widia saat cahaya hendak berpamitan dengannya.
Cahaya membawa kopernya dan Reihan mengantarnya sampai depan pintu utama. Reihan menyuruh Tio untuk mengantar cahaya ke apartemen.
setelah mobil yang ditumpangi cahaya pergi Reihan bergegas ke kamarnya dan melewati mamahnya yang sedang duduk di ruang tv dengan rona bahagia.
sesampai dikamar Reihan langsung meraih ponselnya dan mengirim sebuah pesan untuk seseorang.
Didalam mobil Cahaya hanya menatap lampu-lampu jalan.
__ADS_1
Tringggg....🎵
Suara pesan masuk. Cahaya mendengar ponselnya berbunyi langsung melihat
📩 REIHAN
" Sayang maafkan mas ya kamu perginya jadi sama Sekretaris Tio, tidak usah menunggu mas sesampainya di apartemen kamu tidur aja duluan, mungkin mas akan datang agak larut, ada sedikit kerjaan yang mau mas selesaikan "
Setelah membaca pesan dari Reihan Cahaya memejamkan matanya dan tidak berapa lama iapun terlelap.
Jalan yang lengang akhirnya mempercepat perjalanan Cahaya menuju apartemen. setelah sampai Tio memarkirkan mobilnya dan ia menoleh kebelakang dilihatnya Cahaya sedang tertidur dibangku belakang.
" Non.... non Cahaya!" panggil Tio.
" Akhhhh.... !" Cahaya mengucek matanya dan melihat pak tio yang sedang menatalnya dari bangku kemudi.
" Sudah sampai non !" beritahu Tio.
" Ahhh... iya pak Tio, maaf aku ketiduran"
Cahaya keluar dari dalam mobil dan pak tio membuka bagasi mobil dan mengambil koper milik cahaya. setelah itu Tio mengantar dan membawakan koper Cahaya sampai didepan pintu kamar apartemennya.
Cahaya membuka pintu dan segera masuk kedalam apartemennya sedangkan tio diperintahkan pulang untuk beristirahat oleh Reihan.
Didalam kamar apartemen yang cukup besar dan mewah Cahaya langsung menjatuhkan diri diatas kasur yang berukuran besar dan sangat empuk. ia merasa sudah tidak kuat lagi melawan rasa kantuknya dan akhirnya iapun masuk kealam mimpi.
_______________________________
Di rumah Reihan duduk diatas sofa panjang yang ada dikamarnya. Ia membuka leptop yang ada dipangkuannya. setelah itu ia memainkan jari-jarinya diatas keyboard dan sedikit demi sedikit ia menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Mbok ijah didalam kamarnya masih merasa sedih dengan kepergian Cahaya, ia belum bisa memejamkan mata meskipun hari sudah mulai larut. dengan raut wajah sedih mbok ijah pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
saat hendak masuk kedapur mbok ijah terkejut melihat sekelebat bayangan lewat dibelakangnya dan saat menoleh ia tidak menemukan siapapun. mbok ijah merasa penasaran ia megikuti arah bayangan itu pergi meskipun ada rasa merinding ditengkuknya. Dan dilihatnya Reihan sedang berjalan menuju pintu keluar.
__ADS_1
" Tuan Reihan !" panggil mbok ijah.
Reihan menoleh kearah suara. " Ada apa mbok?" tanya Reihan yang terlihat sangat tergesa-gesa.
" Tuan mau kemana malam-malam begini?" tanya mbok ijah yang sedikit penasaran.
"pasti mau menemui wanita ular itu" Gumam kesal mbok ijah dalam hati.
"Mau menemui pujaan hati mbok, mau bikin Reihan junior mbok. haa....haaaa..." jawab Reihan yang berlalu pergi begitu saja meninggalkan mbok ijah yang masih terpaku dengan kata-kata yang diucapkan Reihan.
" Dasar cah edan, isteri diusir dari rumah dan sekarang dia bilang mau pergi bikin Reihan junior, adun non cahaya kenapa punya suami kok tega banget bersikap begitu. kasihan non cahaya" gerutu mbok ijah yang merasa sangat keceawa dengan Reihan.
Di luar mobil Reihan sudah tidak nampak lagi. ia bergegas menuju apartemen dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
dan mbok ijah setelah kepargian Reihan ia lalu melanjutkan langkahnya kedapur untuk mengambil air minum.
Tidak butuh waktu lama untuk Reihan sampai diapartemennya. Reihan memarkirkan mobilnya lalu bergegas menuju lantai 22.
setelah sampai dilantai 22 Reihan membuka pintu apartemennya dengan sangat hati-hati. ia takut membangunkan cahaya yang mungkin sedang tertidur. dan benar saja ketika masuk kedalam Reihan melihat Cahaya yang begitu lelapnya tidur diatas kasur. Reihan dengan sangat pelan menjatuhkan tubuhnya keatas kasur dan merebahkan dirinya disisi cahaya. ia menatap lekat wajah cahaya dan CUP Reihan mendaratkan kecupan dibibir Cahaya.
Karena merasa ada yang mengecupnya dengan terkejut Cahaya langsung terperanjat dan duduk. " Mas Reihan!" ucap cahaya yang terkejut saat melihat Reihan sudah ada didepan matanya.
" Iya ini mas, memang siapa lagi?" jawab Reihan yang ikut duduk diatas kasur dengan bersila.
" Mas kapan sampai, maaf tadi aku ketiduran?" Cahaya mengambil hp. yang ada diatas nakas sekedar untuk melihat jam.
"Mas baru aja sampai, maaf kalau mas udah bangunin kamu tidur" ucap Reihan.
" malam banget mas datangnya, memang segitu pentingnya ya pekerjaan mas ?" tanya cahaya yang melihat sudah jam 1 pagi.
" iya karena besok mas ada meeting dengan klien dan laporan itu harus benar-benar mas teliti lagi satu persatu. mas gak mau ada kesalahan. maafin mas ya sayang!"
" Iya mas gak apa-apa yang pentingkan sekarang mas udah disini!"
__ADS_1
" Ya udah sekarang ayo tidur lagi!" ajak Reihan yang merebahkan tubuhnya diatas kasur begitupun juga cahaya. sambil berpelukkan merekapun akhirnya tertidur dengan pulas terbuai alam mimpi yang membawa kedamaian cinta mereka.