
Sementara Cahaya keluar dari apartemen berlari sambil menangis. ia menyusuri jalan tanpa arah tujuan. tubuhnya seketika lemas dan ia terjatuh ditepi jalan beraspal. tangisnya pun pecah ketika teringat dengan apa yang tengah dilihatnya.
" Cahaya ?" tanya Seseorang pada dirinya sendiri meyakini apa yang dilihat oleh matanya dan langsung menepikan motor metik yang dikendarainya.
" Cahaya!" orang itu sudah turun dari motornya dan menghampiri Cahaya yang tengah menangis.
" Intan, Hwaaaaa....!" Cahaya menangis sejadi- jadinya saat Intan berjongkok didepannya.
" Ca, kamu kenapa?" tanya intan saat Cahaya sudah berhambur memeluknya.
" Hwaaa....!" Cahaya bukan menjawab pertanyaan intan ia malah semakin menangis histeris.
" Ca, udah jangan nangis, malu sama orang yang lewat nanti disangka aku yang bikin kamu nangis kaya gini. Ca!" bujuk Intan
" Hikksss....hikksss...!" Cahaya berusaha menghentikan tangisnya.
" Yaudah yuk aku antar kamu pulang?" Tawar intan.
" Gak tan, aku gak mau pulang!" Jawab Cahaya disela isak tangisnya.
" Terus kamu mau kemana Ca?" Intan merasa bingung.
" Aku... aku boleh ya tan pulang bersama kamu, hiksss...?" Cahaya memelas.
" Ya udah kalau gitu ayuk!" ajak intan.
Intan mengambut Cahaya dan menggandengnya berjalan menuju motornya yang terparkir. Cahaya naik keatas motor metik Intan dan dengan hati-hati Intan melajukan kendaraan motornya tanpa waktu lama motor tersebut sudah terparkir didepan rumah kontrakan intan.
" Ayo Ca masuk maaf ya kalau rumahnya kecil !" Intan mempersilahkan Cahaya masuk setelah ia membukakan pintu kontrakannya.
" Terima kasih ya tan, maaf kalau aku jadi ngerepotin kamu. hikksss...hiksss...!" Ucap Cahaya yang kemudian kembali menangis.
Intan pergi ke dapur mengambilkan segelas air minum dan memberikannya kepada Cahaya yang masih saja menangis. Cahaya menerima segelas air minum yang disodorkan padanya oleh intan dan langsung meneguknya sampai setengahnya.
" Ca, maaf bukannya aku mau ikut Campur tapi kalau boleh aku tau kamu ini sebenarnya kenapa, kok bisa kamu menangis seperti itu ditepi jalan sendirian?" tanya Intan yang rada khawatir dengan apa yang menimpa sahabatnya.
" Aku... aku gak tau harus bercerita dari mana tapi rasanya ini sangat menyakitkan, hiksss...!" Jawab Cahaya disela isak tangisnya.
__ADS_1
" Apa itu ada hubungannya dengan pak Reihan?" Intan mencoba menebak
" Hemmm...!" Cahaya menjawab dengan anggukan kepalanya dan menundukkan wajahnya.
" Ca, Jujur aku tuh sudah lama sebenarnya penasaran dengan hubungan kalian, kalau boleh tau sebenarnya sejauh mana sih hubungan kalian ?" tanya intan penasaran.
" Aku... aku... aku dan Reihan, kami sebenarnya sudah menikah" ucap Cahaya dengan teebata-bata.
" Apaaa, jadi kalian sudah menikah?" Intan terkejut.
" Iya, kami sudah hampir setahun menikah. tapi... hikksss..hikksss!" Tangis Cahaya kembali pecah. Intan merasa iba dan langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.
" Dia jahat tan, sangat jahat!" ucap Cahaya masih dalam pelukan intan.
" Dia bersama wanita itu lagi dan untuk yang kedua kali ia mengkhianati aku Intan!" Cahaya menangis sesenggukan.
Intan mengusap punggung Cahaya pelan berusaha menenangkan hati sahabatnya itu. Cahaya akhirnya menceritakan semuanya pada intan tanpa ada yang disembunyikan termasuk tentang Reihan yang merenggut mahkotanya sampai kejadian yang dilihatnya antara Reihan dan Clara.
Intan sesekali menyeka air matanya saat mendengar cerita yang tengah menimpa sahabatnya itu. ternyata dibalik tawa dan senyum sahabatnya selama ini ada luka yang disembunyikan. Intan merasa iba dan turut prihatin dengan hal yang tengah menimpa Cahaya.
" Aku justru berterima kasih kepadamu intan, karena kamu sudah mau menemaniku saat ini " ucap Cahaya lirih.
" Sudahlah Ca, kamu yang sabar ya. jangan nangis terus nanti cantiknya hilang loh." hibur intan." sebaiknya sekarang kamu mandi terus istirahat, pakai saja baju yang ada dilemariku kamu gak usah sungkan. aku tinggal kedapur dulu ya mau masak untuk kita makan malam!" Ucap Intan tersenyum lalu pergi berjalan kedapur.
"Intan, Terima kasih , maaf merepotkanmu!" ucap Cahaya sungkan.
Intan menoleh dan tersenyum " Ca... Ca.. kaya sama siapa aja kamu !" ucap Intan geleng-geleng lalu melenggang pergi.
Cahaya bangkit dari duduknya berjalan menuju kamar Intan. Di dalam kamar intan duduk di tepi tempat tidur intan yang ukurannya sangat kecil. Cahaya menghela napasnya yang terasa sangat berat tanpa sadar bulir bening kembali meluncur dari sudut matanya. Hatinya terasa sakit teringat apa yang dilihatnya diapartemen itu. Cahaya menangis sesenggukan membenamkah wajahnya pada kedua telapak tangannya.
Dreeetttt.... dreeetttt....
Suara ponsel Cahaya berdering Cahaya mengambil benda pipih itu dari dalam tas selempangnya dilihatnya nama yang tertera " Pak Bos" Cahaya masih belum mengganti nama Reno di ponselnya.
" Mas Reno !" ucap Cahaya pelan. Dan langsung menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.
" Assalamualaikum mas!"
__ADS_1
" Wa'alaikum salam, Dek kamu dimana sekarang, mas jemput ?"
" Aku.... aku dirumah intan mas!"
" Ya udah kamu tunggu, mas akan kesana sekarang, Assalamu'alaikum!"
" Wa'alaikum salam!"
Cahaya menatap ponselnya merasa aneh dengan Reno. " Ada apa sebenarnya, kenapa mas Reno mau menjemputku. apa dia tau alamat rumah intan?" batin Cahaya merasa bingung.
Cahaya bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
___________________________________
Di rumah sakit Reno nampak geram ingin sekali ia menghajar Pria yang dilihatnya sedang memapah seorang wanita masuk ke dalam ruangan pemeriksaan terlibih ketika wanita itu merangkul manja pada Reihan.
" Kurang ajar, kalau ini bukan di rumah sakit sudah ku habisi dia!" Reno mengepalkan tangannya geram. ia lalu kembali ke ruangan mamahnya setelah menemui Bima dikantin Rumah sakit.
Flashback on
" Pak Reno!" Sapa Bima bangkit dari duduknya lalu memberi hormat pada atasannya.
" Ada apa Bim, Apa adikku baik-baik saja?"
" Maaf pak, Sepertinya non Cahaya tidak dalam keadaan baik!" ucap Bima menundukkan kepalanya.
"Apa maksudmu?" Reno mengernyitkan dahi
" Tadi saya melihat non Cahaya lari keluar dari apartemen dengan keadaan menangis. saya mengikutinya namun saat non cahaya jatuh dijalan dan saya hendak menghampirinya tapi tiba-tiba ada Intan datang menghampirinya dan mereka pergi ke rumah intan. ini pak alamat rumah intan!" ucap Bima yang menyodorkan secarik kertas bertuliskan alamat intan diatas meja.
" Kurang ajar berani-beraninya dia membuat adikku menangis, akan aku beri pelajaran dia!" Ucap Reno geram.
Reno mengambil kertas itu dan melihat alamat intan yang tertera disana.
" Apa kau tau apa penyebab Cahaya menangis ?"
" Sepertinya karena mantan kekasih pak Reihan pak, tadi saya melihat mereka berdua keluar dari apartemen tersebut dan pak Reihan memapahnya kedalam mobil setelah saya mengikutinya ternyata mereka datang ke rumah sakit ini pak" Ucap Bima memberi tahu.
__ADS_1