RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Menuju Rumah Sakit


__ADS_3

Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen Intan. butuh waktu 30 menit untuk sampai di sana itupun jika perjalanan tidak terhambat dengan kemacetan ibu kota.


Reno sampai di apartemen Intan dan memarkirkan mobilnya setelah itu ia langsung menuju lantai 7.


Bel berbunyi setelah Reno menekan tombol didepan pintu apartemen intan. setelah menunggu beberapa menit intan membuka pintu dan melihat Reno yang berdiri dengan seulas senyum tipis yang menghias wajahnya. Intan terperangah menatap pria yang berdiri dihadapannya. dengan balutan kaos putih polos dan celana jins biru langit rambut kelimis dengan sedikit jambul tipis membuat Reno terlihat sangat sempurna dengan segala ketampanannya.


" Hei... apa kau akan membiarkanku berdiri mematung seperti ini terus?" Tanya Reno membuat Intan tersingap dari lamunannya.


" Aku memang tampan aku akui itu. tapi tidak usah melihatku seperti itu, pada waktunya kau bisa menikmati ketampananku ini sepuasmu!" Goda Reno.


" Apa sih..?" Intan memukul bahu Reno pelan dengan tertawa simpul dan rona merah menghia wajahnya karena malu sudah tertangkap basah terpesona dengan ketampanan sang kekasih.


Intan mempersilahkan Reno masuk ke apartemen miliknya. Reno duduk diatas sofa dan mengamati setiap sudut ruangan. intan masuk kedalam kamarnya hanya untuk mengambil tasnya dan tidak lama ia sudah keluar lagi menemui Reno yang duduk diruang tamu.


" Mas Reno mau minum apa?" Tanya intan ketika sudah berada dihadapan Reno.


" Tidak usah, sebaiknya kita berangkat sekarang saja. jika terlalu siang nanti bisa terjebak macet!" Jawab Reno yang sudah berdiri bangun dari duduknya.


" ya sudah kalau begitu, ayuk kita berangkat sekarang!" Ucap Intan.


Reno dan Intan keluar dari ruang apartemennya dan sebelum pergi Intan mengunci pintunya terlebih dahulu lalu masuk ke dalam lif menuju lantai dasar tempat dimana Reno memarkirkan mobilnya.


Setelah sampai diparkiran mobilnya Reno membuka pintu dan intan masuk kedalam mobil tersebut. Reno memutari mobil setelah itu masuk kedalamnya dan menghidupkan mesin lalu melaju dengan kecepatan sedang menuju kota XXX.


Setelah menempuh 7 jam perjalanan akhirnya Reno dan Intan sampai di kota XXX.


Mereka berdua langsung menuju rumah sakit tempat di mana ibunya bayu dirawat.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah berada didepan pintu ruangan Ratih dirawat inap karena Bayu sudah memberi tahu sebelumnya ruangan tersebut. Reno dan Intan masuk keruangan tersebut dan disana ada Citra yang menemani Ratih sementara Bayu sedang keluar menebus obat.


" Assalamualaikum!" Ucap Intan dan Reno bersamaan.


"Wa'alaikum salam !" Ratih dan Citra bersamaan menjawab salam.


terlihat rona bahagia diwajah Sekar saat melihat Intan datang menjenguknya.

__ADS_1


" Intan!" Ratih terkejut


" Kak Intan!" Begitu juga Citra yang tidak menyangka siapa yang datang.


" Bibi... Citra...!" Intan menghampiri mereka dan menyalami tangan Ratih mencium pipi kanan dan kirinya. Citra pun langsung menyalami tangan Intan dan Intan memeluknya. mereka tertawa kecil.


" Intan siapa pria tampan yang bersamamu itu?" Tanya Ratih pelan dan ekor matanya menunjuk kearah Reno.


" Ahhh... iya hampir lupa. sini mas!" Panggil Intan. " Perkenalkan bi ini mas Reno!" Ucap Intan memperkenalkan Reno pada Ratih.


" Reno!" Ucap Reno mempekenalkan diri dan bersalaman dengan Ratih. dan Ratih tersenyum tipis.


" Kau sangat tampan, kalian terlihat sangat serasi!" Ucap Ratih dengan senyum lebar.


" Bibi...!" Intan tersipu malu.


" Hai kak apa kabar, masih ingat aku gak?" Sapa Citra dan Reno pun mengalihkan pandangannya kearahnya.


" Hai juga gadis cantik!" Sapa Reno dan mendekati Citra mengusap kepalanya. " Tentu kakak ingat dong, masa lupa sama gadis secantik kamu!" Jawab Reno menggoda.


" Ihhh... kak Reno bisa aja bikin aku ge'er aja. Haaaa...!" Citra menangkup wajahnya yang merah karena malu dengan kedua tangannya.


" Kapan kalian sampai?" tanya Ratih


" Baru saja bi dan kami tadi langsung kesini!" Jawab Intan yang kini sudah duduk dikursi samping tempat tidur Ratih.


" Kenapa kalian gak istirahat dulu. Nak Reno pasti capek karena perjalanan dari ibu kota kesini itu kan cukup jauh!"


" Gak apa-apa kok emmm...tante !" Reno terdiam sejenak karena bingung mau memanggil Ratih dengan sebutan apa.


" Jangan tante, panggil aja bibi sama seperti Intan!" Ucap Ratih sambil tertawa kecil.


"Ahhh.... iya bi!" Jawab Reno canggung dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Iya begitu dong, biar sama seperti kak Intan panggilnya bibi biar terbiasa nantinya kalau sudah menikah sama kak Intan.!" Sahut Citra dan ucapannya membuat Reno tersipu malu begitu jg dengan Intan wajahnya seketika merah seperti tomat.

__ADS_1


" Citra, apa sih!" Teriak Intan pada Citra karena merasa malu dengan ucapan yang Citra lontarkan.


" Ihhh.... kan Intan malu malu gitu sih, lihat wajah kak Intan merah gitu kaya tomat. hahaaaaa...!" Citra tertawa merasa puas meledek kakak sepupunya itu.


" Citra...!" Teriak Intan lagi lalu menghampiri Citra " Mulutnya nih harus disumpal!" Intan mengejar Citra yang berlari menghindar dan terjadilah aksi kejar kejaran. Reno dan Ratih tertawa tawa melihat tingkah Citra dan Intan. Reno pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah Intan yang seperti anak kecil. baru kali ini ia melihat sosok Intan seceria itu biasanya Intan lebih banyak diam dan tertawa pun sekedar saja.


Reno tersenyum tipis memperhatikan dua wanita cantik yang saling berpelukan. Intan yang sudah berhasil menangkap Citra terlihat puas dan terus tertawa bersama Citra.


" Citra, ngomong-ngomong dari tadi kakak tidak melihat Bayu. dia pergi kemana?" Tanya Intan melepaskan pelukannya pada Citra dan menanyakan keberadaan Bayu saat ini.


" Kak Bayu sedang menebus obat sebentar lagi juga pasti akan kesini!" Jawab Citra yang menjatuhkan dirinya kasar diatas sofa dengan napas ngosngosan dan di ikuti Intan yang duduk disebelahnya.


" Sudah capek kejar-kejarannya?" Tanya Reno yang menghampiri keduanya.


" He...he... sudah kak.!" jawab Citra santai.


Intan menyandarkan tubuhnya disofa napasnya tidak beraturan dia merasa sedikit kelelahan.


Ceklekkk...


Reno menoleh saat pintu terbuka begitu juga Intan dan Citra pandangan ketiganya beralih kepada sosok pria yang baru saja datang.


Bayu masuk kedalam ruangan dengan membawa kantong berisi obat ditangannya dan matanya membulat seketika ketika menangkap sosok pria yang dikenalnya.


Bayu langsung menghampirinya.


" Pak... pak Reno!" Panggil Bayu merasa tidak percaya sosok bosnya ada diruangan tersebut. Bayu membungkukkan sedikit badannya memberi hormat kepada atasannya itu.


" Apa kaba Bayu?" Sapa Reno dan tersenyum tipis.


" Baik pak, tapi bagaimana bisa pak Reno ada disini?" Tanya Bayu yang masih dengan keterkejutannya.


" Bisa aja dong kak, lihat dia datang bersama siapa!" Kata Citra menjawab kebingungan Bayu dan mengarahkan tangannya kepada Intan yang duduk tepat disampingnya.


" Intan. kamu ada disini juga?" Tanya Bayu yang merasa terkejut untuk kedua kalinya.

__ADS_1


" Kamu kenal dengan nak Reno, Bayu?" Tanya Ratih pada anak sulungnya.


" Jelas kenal bu, Pak Reno itu atasan Bayu dikantor dia itu CEO PT. SCR grup bu tempat Bayu dan Intan bekerja. Pak Reno ini juga Kakaknya Cahaya bu tepatnya kembarannya bu!" Jawab Bayu yang sudah berada disamping tempat ridur Ibunya. meletakkan obat diatas loker.


__ADS_2