
Ke 3 preman itu terlihat sangat menyeramkan sehingga membuat cahaya bergidik ketakutan.
Cahaya gemetar, telapak tangannya mulai kebas ketika salah satu dari preman itu mencoba menyentuh tubuh cahaya, sontak hal itu membuat cahaya semakin ketakutan dan berusaha menghindar dari ke 3 preman tersebut.
" mau kemana nona manis" preman yang perutnya buncit itu menarik tangan cahaya yang berusaha pergi menjauh dari mereka.
" awww... lepaskan aku, kurang ajar !" cahaya berteriak memberontak.
" aku akan lepaskan setelah kau menemani kami malam ini " . ke 3 pria itu tertawa terbahak bahak.
Buukkkkk
Satu bogeman mentah mendarat di wajah pria buncit yang memegangi tangan cahaya.
"Sialan !" preman itu marah. ia melepas tangan cahaya dan memukul balas pria yang bertubuh kekar, tegap berwajah tampan itu tepat mengenai pelipis matanya. Dengan geram pria itu yang tak lain adalah Reihan kembali menghajar ke 3 preman itu dengan membabi buta.sehingga membuat ke 3 nya tersungkur. lalu mereka bangkit dan lari terpingkal pingkal.
Reihan mendekati cahaya yang berjongkok ketakutan dengan memeluk kedua lututnya.
Tubuh cahaya gemetar. air matanya mengalir deras, ia merasa sangat ketakutan.
__ADS_1
Reihan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan cahaya, ketika reihan menepuk bahunya cahaya menjerit ketakutan dalam pikirnya ke 3 preman itulah yang sedang menyentuhnya.
" Sayang" Reihan memanggilnya dengan lembut. Cahaya yang sangat hafal dengan suara tersebut langsung menatapnya dan menangis sejadi jadinya.
Reihan langsung menarik tubuh cahaya kedalam pelukannya namun cahaya meronta dan memukul mukul dada bidang Reihan. tapi
semakin cahaya meronta semakin erat pelukan Reihan.
" Kamu jahat mas !" cahaya terus meronta dan terisak dalam dekapan Reihan.
Reihan melepaskan dekapannya mengangkat tubuh cahaya untuk berdiri. Tatapan mereka kini bertemu pandang lalu Reihan menarik kembali tubuh cahaya dalam pelukannya dan mengecup pucuk kepala cahaya lembut.
" Lepaskan aku mas, aku benci kamu. seandainya kamu gak egois semua ini tidak akan terjadi" Cahaya Menangis berontak dan melepaskan pelukan Reihan. dengan keadaan marah cahaya berjalan meninggalkan Reihan.
Dengan keras cahaya mendorong tubuh Reihan sehingga membuat tubuh kekar Reihan mundur dua langkah.
Cahaya mengerucutkan bibirnya menatap Reihan sinis. " Kau keterlaluan mas bahkan kau seenaknya saja menciumku"
Reihan tersenyum lalu tertawa kecil. Reihan mengambil tangan cahaya lalu menyematkan jari-jari mereka. " Maafkan aku sayang, gara-gara aku hampir saja kau celaka" ucap Reihan lalu mencium tangan cahaya yang ada di genggamnya.
__ADS_1
" Mas, aku mohon jangan seperti itu lagi. aku dan bayu cuma bersahabat gak lebih. lagi pula persahabatan kami sudah lama terjalin jauh sebelum aku mengenalmu mas.
Cahaya mendongak menatap dalam mata Reihan
" Aku hanya mencintaimu mas". ucap cahaya lembut.
Reihan tersenyum. " Aku juga sangat mencintaimu sayang " Reihan memeluk tubuh mungil cahaya " Maafkan aku sayang yang sudah tidak mempercayaimu" mencium pucuk kepala cahaya.
cahaya memanggut dan mendongakkan kepalanya menatap wajah Reihan.
" Sebentar mas!" Cahaya melepaskan pelukan Reihan lalu matanya mengamati wajah Reihan dengan seksama. " mas wajahmu memar ?". Cahaya menyentuh pelipis mata Reihan yang sedikit membiru.
" Aww..." Reihan berbohong meringis kesakitan.
" Sakit ya mas ?" Cahaya meniup niup luka lebam dipelipis mata Reihan sampai membuat Reihan tersenyum senang. Cahaya mengernyitkan alisnya ketika melihat Reihan tersenyum dan menghela napas panjang.
" Ayo pulang, aku akan mengobati lukamu di rumah !" Cahaya lalu berjalan meninggalkan Reihan.
" Sayang tunggu !" Reihan berjalan mengejar langkah cahaya.
__ADS_1
Keduanya jalan berdampingan menyusuri jalan sepi menuju mobil yang terparkir didepan cafe. Reihan lalu menautkan jari-jarinya ke jari-jari cahaya. Cahaya menoleh kebawah menatap lekat jemarinya yang digenggam erat oleh Reihan. mereka berjalan saling melepas senyum.
SOBAT AUTHOR 🙏 BANTU LIKE, VOTE DAN KOMENNYA YA😊😊😊