
Mbok jum menjawab telponnya dan ternyata Cahaya yang menelpon mbok jum.cahaya memberitahu kalau ia baru saja tengah melahirkan. dengan perasaan senang bercampur khawatir mbok jum langsung memberi tahu Sekar.
" Nonya... nyonya...!" Teriak mbok jum menghampiri sekar yang sedang duduk ditepi tempat tidur Cahaya.
" Ada apa mbok?" Sekar berdiri dan menghampiri mbok jum yang terlihat sedikit panik.
" Non Cahaya... non Cahaya nyonya... non Cahaya!" Mbok jum gugup.
" Ada apa dengan Cahaya mbok?" Sekar mengguncang bahu mbok jum karena mbok jum begitu gugup.
" Non Cahaya sudah melahirkan nyonya, tadi non Cahaya menelpon dan sekarang ada di Rumah Sakit Kasih Ibu!" Sekar terkejut dan langsung menghubungi Reno.
tuuuttttt..... tuuutttt..
" Assalamualaikum!"
" Wa'alaikum salam, Reno kamu dimana sekarang?"Tanya sekar dengan panik.
" Masih ditaman mah mencari Cahaya, ada apa mah kenap mamah kaya panik gitu?" tanya Reno yang merasakan kegelisahan pada mamahnya.
" Cahaya sekarang ada di rumah sakit Reno!" jawab Sekar .
" Apa, ada apa dengan Cahaya mah, kenapa dia ada di rumah sakit?" Reno terkejut dan langsung berlari menuju mobilnya. ia masuk kedalam mobilnya dan menghidupkan mesinnya.
" Cahaya katanya tadi sudah melahirkan dan sekarang berada di rumah sakit Kasih Ibu.!" Sekar mengambil tasnya lalu menunggu taksi didepan rumah.
" Yaudah Reno langsung kerumah sakit ya mah?" Reno mengemudikan mobilnya dengan sedikit panik.
"Iya mamah juga akan kesana sekarang ini mamah sudah ada taksi!" Jawab Sekar lalu masuk kedalam taksi yang dipesannya tadi sebelum menelpon Reno.
" Reno tutup telponnya, Assalamualaikum!"
"Wa'alaikum salam!" Sahut sekar dan memasukkan hp nya.
_______
Reno merasa khawatir dengan keadaan adiknya yang melahirkan tanpa didampingi siapa-siapa. Ia memukul stir mobil merasa kesal karena tidak ada disamping adiknya.
" Aahhkkk... kenapa aku baru datang sekarang, karena pekerjaan aku membiarkan adikku sendirian. kakak macam apa aku ini?" gumam Reno kesal pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Reno melajukan mobilnya dengan sangat cepat dan sesampainya didepan pintu masuk rumah sakit ia bertemu dengan mamahnya yang baru juga sampai.
"Reno!"Panggil sang mamah menghampiri Reno.
" Mamah" Reno berhenti dan menoleh kearah mamahnya.
" Mah, Cahaya diruangan mana?" Reno menggandeng tangan mamahnya masuk kedalam rumah sakit.
Reno menghampiri resepsionis dan bertanya tentang pasien yang baru saja melahirkan atas nama Cahaya. Resepsionis pun memberitahu ruangan dimana Cahaya berada.
Reno dan Sekar bergegas menuju ruangan tersebut dan setelah sampai diruangan tersebut Reno dan sekar terbelalak karena melihat Cahaya berada dalam pelukan seorang pria yang tak lain adalah Reihan.
Flashback Off :
Reno dan Sekar menghampiri Cahaya dalam keadaan khawatir. Reihan melepaskan pelukannya dan Reno menghampirinya dengan perasaan bingung mengapa Reihan bisa ada disana.
Sekar memeluk Cahaya dan mengecup keningnya. " Sayang kenapa kamu tidak memberitahu mamah sayang?" membelai rambut putrinya.
"Maaf mah tadi saat ditaman perutku mulas untung saja saat itu ada mas Reihan dia yang langsung membawaku kerumah sakit!" Jawab Cahaya melirik Reihan.
Reihan bergeser berjalan mengambil anaknya yang tiba-tiba saja menangis. Reihan menggendongnya dengan sangat hati-hati lalu memberikan putranya yang lucu dan menggemaskan kepada Cahaya untuk disusui.
" Tampan sekali sayang!" Sekar sangat gemas melihat cucunya.
Reno pun mendekat ia merasa sangat bahagia karena Cahaya melahirkan dengan selamat dan bayinya pun sangat tampan dan menggasakan.
Reihan tersenyum tipis melihat semuanya terlihat sangat gembira. Cahaya menoleh dan menatap suaminya lekat lalu tersenyum tipis. Reihan pun membalas dengan tersenyum.
Cahaya merasa sangat bahagia karena disaat melahirkan, suaminya tiba-tiba mencul dan mendampinginya.
Reno menghampiri Reihan dan mengajaknya keluar. Cahaya menatap keduanya pergi dan merasa sedikit khawatir.
" Bagaimana kau bisa bersamanya sayang?" Sekar bertanya dan matanya mengekor arah pandangan Cahaya yang menatap lekat kedua pria yang sangat ia sayangi menghilang dari pandangannya.
" Aku juga tidak tau mah, rasanya ini seperti mimpi. Disaat tadi aku sangat merindukannya dan sedih karena tidak dapat melahirkan didampingi oleh suami sendiri seperti wanita-wanita diluar sana dia muncul begitu saja dihadapanku.!" Cahaya menunduk dan menatap buah hatinya yang tengah tertidur dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Apa kau bahagia sayang?" Sekar mengambil alih bayi Cahaya dan meletakkannya kedalam boks bayi lalu menghampiri Cahaya dan duduk ditepi ranjang.
" Aku sangat bahagia mah, keluarga kecilku...!" lirih Cahaya menangis dan sekar memeluknya.
__ADS_1
" Mamah senang mendengarnya, semoga apa yang sudah menimpanya menjadikannya pelajaran dan membuatnya bisa menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab!" Sekar melepaskan pelukannya dan membelai lembut rambut Cahaya.
Cahaya tersenyum bahagia dan kembali memeluk Mamahnya.
__________
Diluar Reno menarik kerah baju Reihan kasar. Reihan berusaha untuk bersabar dan diam saja tidak mau menimpali Reno yang tengah emosi.
" Sejak kapan kau tahu Cahaya berada disini?" Reno melepaskan tangannya dan mendorong kasar Reihan hingga membuat Reihan mundur beberapa langkah.
" Kau mengikuti Cahaya, apa sebenarnya maumu, apa kau masih kurang puas menyakitinya?" Reno emosi dan hampir mrnghajar Reihan.
" Aku begitu merindukan isteriku sampai akhirnya hatiku terus memaksaku untuk datang kesini dan menemuinya!" Jawab Reihan santai.
" Aku ingin memperbaiki semuanya. aku berharap Cahaya memaafkanku dan memberiku kesempatan sekali lagi!" Reihan tersenyum tipis.
" Lalu bagaimana dengan orangtuamu apa dia akan menerima Cahaya dan tidak akan menyakitinya lagi?" tanya Reno tegas.
" Aku menyesal karena sudah menyia-nyiakannya tapi kali ini aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya lagi dan akupun akan terus berusaha membahagiakan isteri dan anakku kakak ipar?" Ucap Reihan membuat Reno tertegun ternyata Reihan sudah mengetahui hubungannya dengan Cahaya.
" Kau?" Reno bingung
" Sudahlah kakak ipar. ayo kita kembali ke ruangan takut Cahaya dan Raka membutuhkan kita!" Reihan berjalan meninggalkan Reno yang masih diam terpaku.
" Raka,,, Siapa itu Reka?" Reno mengejar Reihan dan Reihan semakin mempercepat jalannya.
"Sial!" gumam Reno kesal.
Reihan tersenyum tipis melihat Reno yang terlihat begitu penasaran.
________
Didalam Ruangan Cahaya dan Sekar sedang asik memperhatikan Bayi laki-laki yang sedang merem melek dan mengeliat.
" Cahaya, apa kamu sudah memberi nama untuk cucu mamah yang sangat tampan ini?" Sekar merasa gemas dengan bayi cahaya yang imut dan lucu.
" Sudah mah. mas Reihan yang memberi nama untuk bayi kami,RAKA ADIAKSA PUTRA!" Cahaya tersenyum gembira.
" RAKA ADIAKSA PUTRA!" Nama yang bagus mamah suka. Sekar memanggil bayi itu berkali kali " Raka!" Cahaya tertawa melihat mamahnya yang terus menggoda Raka.
__ADS_1
Reihan masuk kedalam ruangan tersebut dengan senyum menghias wajahnya dan Cahaya pun membalas senyumannya.