
" Bayu !" Cahaya berhambur memeluk bayu dan bayupun melingkarkan tangan dipinggang cahaya. rasa rindu yang sudah lama terpendam akhirnya terobati. ia merasa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan cahaya.
seseorang yang memperhatikannya dari jauh mengepal tangannya kuat, sorot matanya tajam, urat rangang mengeras.
Berani sekali dia berpelukan dengan pria lain didepan mataku.
Reihan merasa sangat geram, dengan hati yang terbakar api cemburu ia menghampiri keduanya.
"Ehemmmm....!"
Deghhh..... deheman kuat mengejutkan cahaya yang terperanjat melepaskan pelukannya saat melihat Reihan berdiri dibelakang bayu dengan melipat kedua tangan diperut. bayu yang melihat raut wajah cahaya seketika berubah pucat menoleh kesumber suara yang berada dibelakangnya, jantungnya berdegup kencang saat melihat sosok pria bertubuh tegap dengan wajah merah menatapnya dengan sorot mata yang tajam seakan ingin mencabik-cabiknya.
Mengetahui Reihan sedang terbakar api cemburu cahaya dengan segera menghampiri dan memegang tangan Reihan mencoba untuk menjelaskan namun ditepisnya kasar tangan cahaya.
__ADS_1
" kita pulang, aku menunggumu dimobil" tegas Reihan dengan tatapan mata tajam penuh amarah yang berjalan meninggalkan cahaya begitu saja.
cahaya tertegun sulit menelan salivanya melihat kemarahan Reihan yang begitu besar.
ia tidak menyangka sikapnya yang spontan memeluk bayu sahabat lamanya telah membuat Reihan begitu geram. ia kemudian menoleh ke intan dan bayu. " Maaf ya ! " dengan tergesa-gesa ia pergi meninggalkan keduanya yang saling melempar pandangan.
Didalam mobil Reihan duduk denga emosi yang masih belum mencair, digenggamnya kuat stir mobil dan tatapan mata tajam yang tertuju pada wanita yang setengah berlari menghampirinya.
terbukalah pintu mobil dan dengan segera cahaya masuk. jantungnya seakan mau copot mendapat tatapan sinis dari seseorang didalam mobil.
" lepaskan aku !" pekik cahaya
" lepaskan katamu?" Reihan semakin menguatkan cengkramannya. bulir-bulir air mata cahayapun meluncur begitu saja. sikap kasar Reihan membuat cahaya takut. ia tidak menyangka rasa cemburu Reihan bisa membuatnya menjadi sosok yang menakutkan.
__ADS_1
" sebegitu mudahnya kah kau memeluk laki-laki lain selain suamimu?" geram reihan penuh penekanan. ia hempaskannya kasar tubuh cahaya yang tadi dipegangnya. ia memukul - mukul stir mobil melampiaskan emosinya. cahaya yang melihat sikap kasar reihan terus menangis ketakutan ia pejamkan matsnya dan menututup telinganya dengan kedua tangannya. ia menangis histeris membuat reihan tersadar atas sikap kasarnya yang telah membuat cahaya ketakutan.
Reihan menoleh ke cahaya denganrasa bersalah ia meraih tangan cahaya mencoba menenangkannya namun tangan itu ditepis oleh cahaya. seketika ia menghentikan tangisnya dan menatap tajam reihan yang kini mencoba membujuknya dan meminta maaf.
" kau jahat!" ucap cahaya penuh penekanan.
Reihan mencoba mendekatinya namun berkali kali cahaya menepisnya.
" Maafkan aku sayang, aku khilaf. aku juga gak tau kenapa hatiku terasa sakit dan emosiku tiba-tiba memuncak ketika aku melihatmu memeluk laki-laki lain. maafkan aku sayang, aku sangat mencintaimu.tolong jangan seperti ini sayang. kamu milikku dan aku tidak rela ada laki-laki selain aku yang memeluk tubuh isteriku." Reihan dengan sungguh-sungguh meminta maaf pada cahaya dan terus berusaha untuk membujuk sang isteri.
" bayu sahabat lamaku, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. dulu kami selalu bersama dia sering membantuku dan ayah. aku hanya spontan memeluknya karena sudah lama tidak bertemu dengannya. lagipula aku tidak memiliki perasaan apa-apa dengannya. kami hanya sekedar sahabatan. apa itu salah?" terang cahaya dengan isak tangisnya.
Reihan kembali meraih tangan cahaya dan kali ini cahaya membiarkan reihan menyentuhnya.
__ADS_1
" maafkan aku sayang. aku yang salah karena terlalu cemburu aku sampai tidak bisa mengendalikan emosiku dan membuatmu menangis dan takut seperti ini"!