
Reihan bergegas pergi bersama Reno dan di ikuti oleh Bima dan juga Bayu meninggalkan cafe. sementara Lintang, Edo dan juga Andra masih termangku dengan kenyataan yang baru saja mereka ketahui kebenarannya.
Reihan menyuruh Reno untuk memberitahu Bima agar menyiapkan beberapa bodyguard dan mengerahkannya kesebuah bangunan tua yang lokasinya sudah dishare lock oleh Tio.
Reno yang berada satu mobil dengan Reihan tidak henti-hentinya membuang nafas kasar rasa gelisah dan juga khawatir dengan keadaan Intan membuatnya semakin frustasi. Reno mengacak-acak rambutnya kasar berkali kali mendengus kesal. dia terus meruntuki dirinya sendiri karena tidak becus menjaga istrinya.
" Tenangkan dirimu, aku yakin Intan akan baik-baik saja!"
Reno menoleh kearah Reihan yang berbicara tapi pandangannya tetap fokus pada jalanan.
" Bagaimana aku bisa tenang?"
" Sebaiknya sekarang kau tanyakan pada Bima dimana lokasi dia sekarang?" Reihan menoleh sekilas pada Reno.
Reno meraih ponselnya dan menghubungi Bima, setelah Bima memberitahu lokasinya Reihan dengan kecepatan penuh menuju lokasi. Reihan menghubungi Tio untuk memastikan keadaan dilokasi bangunan tua tersebut.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Didalam sebuah gedung tua yang sudah lama terbengkalai Intan tergeletak dilantai yang sangat kotor dan berlumut dengan keadaan tidak sadarkan diri.
seorang wanita dengan angkuh berjalan menghampirinya dan mencoba untuk membangunkannya.
" bangun... he bangun..wanita ja*ang !" teriak wanita itu keras memenuhi isi ruangan.
Intan dengan tubuh lemasnya berusaha untuk bangun akibat teriakan yang memekikan telinga. Intan membuka matanya perlahan dan betapa terkejutnya Intan mendapati sosok wanita yang terlihat tidak begitu asing menurutnya.
" Ka.. kau mau apa, ap.. apa yang kamu lakukan? Dimana aku?" Intan berusaha untuk bangun dan pandangannya mengedar kesekeliling ruangan yang nampak begitu asing dan sangat suram. tubuh Intan meremang rasa takut menjalar begitu saja.
" Am... Amira apa yang kau inginkan, lepaskan aku sekarang dari sini!" dengan suara gemetar intan berkata pada wanita yang tak lain adalah Amira.
Amira tertawa puas melihat Intan yang gemetar ketakutan " melepaskanmu? jangan harap!" ucap Amira mendekati wajah Intan yang kian memucat.
" Kau sudah membuatku kehilangan orang yang sangat aku cintai, kau sudah merebutnya dariku!" teriak Amira memekikan telinga membuat Intan terhentak kaget.
" Apa maksudmu?" ucap Intan polos
" Jangan berlagak bodoh, kau sudah merebut Reno dariku dan sekarang aku akan merebutnya kembali darimu, hahaaa..!" tawa Amira keras membuat Intan bergidik ngeri.
" Ap... apa maksudmu?" tanya Intan lirih
" Aku akan melenyapkanmu dan Reno akan sepenuhnya akan menjadi milikku!" Amira berjongkok di hadapan Intan menangkup dagu Intan kencang dan menghempaskannya kasar sampai membuat Intan meringis kesakitan.
" Aku mohon Amira lepaskan aku, jika Reno tau dia pasti akan membencimu!"
" Aku tidak peduli, jika aku tidak mendapatkannya tidak ada satupun orang yang boleh memilikinya, camkan itu!" Amira berdiri dengan angkuh dan tertawa terbahak-bahak lalu memanggil beberapa bodyguard nya.
Tiga orang bodyguard yang dipanggil Amira masuk, tubuh kekar dan berotot dengan tampang wajah sangar dan sangat menakutkan membuat Intan semakin ketakutan.
" beri wanita ini pelajaran, buat dia tidak bisa melupakannya seumur hidup dan Reno pun dengan sendirinya akan meninggalkan wanita ini dengan jijik, lakukan sesuka kalian!" ucap Amira dengan senyum liciknya.
__ADS_1
" Siap bos!" jawab ke-tiga bodyguard tersebut bersamaan.
" Apa yang akan kalian lakukan, aku mohon Amira lepaskan aku!" pinta Intan memelas namun tidak sedikit pun digubris oleh Amira.
pria bertubuh kekar dan berotot dengan tampang sangar berjalan mendekati Intan membuat Intan semakin ketakutan dan Amira tertawa puas melihat wajah Intan yang semakin memucat.
" Selamat bersenang-senang, nikmatilah sesuka kalian!" Amira tertawa senang dan berjalan meninggalkan Intan dengan ke-tiga bodyguard nya.
"Aku mohon jangan mendekat, lepaskan aku jangan sakiti aku dan anakku. aku mohon pada kalian. jika kalian mau melepaskanku berapapun yang kalian minta pasti akan aku berikan, aku mohon lepaskan aku!" Intan terus memohon pada para pria tersebut agar tidak terus mendekat namun sayang rengekan Intan sama sekali tidak dihiraukan.
Intan menangis ketakutan tubuhnya bergetar hebat, ke-tiga pria tersebut malah tertawa puas melihatnya.
Dan tanpa mereka semua sadari ada seseorang yang tengah mengintip.
" A.. anak? apa Intan tengah hamil, tidak ini tidak boleh dibiarkan. Amira sudah gi*a kalau sampai terjadi apa-apa pada Intan aku juga yang terkena masalah, aku harus menolongnya!" gumam seseorang yang tak lain adalah Murni
flashback on 🏵️
Murni melihat kedatangan intan bersama Reno dan dia mengikuti Intan yang berjalan menuju toilet.Saat Intan berjalan menuju toilet Murni menghadang jalan Intan dengan tersenyum getir.
" Kau mau apa, minggir!" Intan kembali melangkah mengacuhkan Murni orang yang tengah menghadang jalannya.
" Ada hubungan apa sebenarnya pak Reno denganmu?" tanya Murni ketus.
" Bukannya kau sendiri sudah tau kalau aku dengan Cahaya saudara kembar pak Reno itu bersahabat?" jawab Intan dengan malas
" Aku tidak percaya jika hubungan kalian hanya sebatas itu, mana mungkin pak Reno sebegitu perhatiannya dengan mu kalau hanya kau sekedar sahabat dari adiknya pak Reno dan hari ini bahkan kau juga datang bersamanya bukan?" Murni mendekati Intan dan menatap Intan dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" Apa kau sengaja menfaatkan adiknya hanya untuk menggoda pak Reno, sungguh wanita licik!" Murni memandang rendah Intan.
" Jaga ucapanmu Murni!" ketus Intan. " Aku dekat dengan adiknya atau pun dengan pak Reno sekalipun bukan urusanmu!" tegas Intan lalu meninggalkan Murni yang wajahnya sudah merah karena kesal dan menatap Intan yang hilang masuk kedalam toilet.
setelah Intan masuk kedalam toilet Murni langsung menghubungi seseorang yang tidak lain adalah saudara sepupunya siapa lagi kalau bukan Amira.
Murni memberitahu Amira jika Reno datang ke cafe bersama seorang wanita yang tak lain adalah teman sekantornya. Di ujung telpon Amira mengepalkan tangannya rasa kesal dan marah membuat dia bertindak nekat dan sungguh apa yang Amira lakukan semua tidak pernah terpikirkan oleh Murni akan seekstrim ini.
Flashback off 🌻
Murni menghela napasnya kasar dia sedang bingung bagaimana caranya untuk dia bisa membebaskan Intan dan keluar dari tempat yang menyeramkan itu tanpa diketahui oleh Amira karena jika sampai Amira tau Murni tau betul watak Amira yang tidak akan mudah melepaskan orang tersebut.
Disaat ke-tiga bodyguard itu semakin dekat dengan Intan bahkan salah satu dari mereka sudah meraih tubuh Intan dengan kasar, mencekal tangan Intan dengan kuat membuat Intan meringis kesakitan dan air matanya sudah membasahi wajahnya.
Murni terus berpikir bagaimana cara menyelamatkan Intan dan disaat ke-tiga pria itu hendak melakukan aksinya Murni dengan kuat melemparkan barang yang ada didekatnya untuk mengalihkan perhatian ke tiga pria tersebut.
Pranggg
Suara keras dari benda yang di lemparkan oleh Murni berhasil membuat ke tiga pria tersebut teralihkan perhatiannya dan menunda aksinya. salah satu dari pria tersebut berjalan menuju sumber suara sementara yang dua lagi masih memegang lengan Intan.
Murni mengendap - endap lalu dengan kuat ia memukul pria yang berjalan menghampiri ke arahnya dengan sebilah balok besar sampai pria tersebut pingsan seketika.
__ADS_1
karena merasakan ada yang janggal ke dua pria itu melepaskan Intan dengan kasar lalu berjalan menghampiri temanya yang tidak kunjung kembali dan saat Murni hendak melakukan aksi keduanya ternyata gagal kedua pria tersebut mampu melumpuhkan Murni dan dengan kasar mendorongnya hingga tersungkur dihadapan Intan.
Murni menatap lekat wajah Intan " kamu tidak apa-apa?ap.. apa benar kamu sedang hamil?" tanya Murni hati-hati yang langsung mendapat jawaban anggukkan kepala.
" jadi kamu benar-benar sedang hamil, apa itu anak pak Reno?" lagi-lagi hanya dijawab dengan anggukan pelan oleh intan.
" maafkan aku, sungguh aku tidak tahu jika Amira tenyata seberani dan senekat ini.!" Murni memeluk tubuh Intan yang masih terlihat gemetar.
Intan tidak menjawab tapi tangisnya semakin pecah.
kedua bodyguard dan temannya yang sudah tersadar langsung melaporkan kejadian tadi dan seketika Amira murka, ia langsung berjalan menuju ruangan tersebut dan betapa geram dan murkanya Amira melihat sepupunya Murni hendak menggagalkan rencananya.
" apa yang kamu lakukan bodoh?" geram Amira pada Murni.
" Amira cukup!" teriak Murni " hentikan semua ini Amira, jangan berbuat yang lebih. cukup sampai disini Amira, biarkan Intan pergi dari sini!" Murni berusaha untuk meluluhkan Amira, namun sekuat apapun Murni memohon tetap saja Amira mengacuhkannya ucapannya.
" tutup mulutmu, kau tidak tahu apa-apa, sebaiknya kau diam atau....!" Amira menggantung ucapannya.
" Atau apa?" kesal Murni
" atau kau ingin bernasib sama dengannya?" ancam Amira.
" jangan gi*a kamu Amira !" geram Murni.
" kalian bertiga cepat lakukan perintahku dengan benar, silahkan kalian lakukan pada mereka berdua!" perintah Amira yang dijawab dengan senyuman yang sangat menakutkan dari ke tiga pria tersebut.
ketiganya berjalan mendekat kearah Murni dan Intan dan entah karena merasa bersalah atau apalah Murni secara refleks langsung memeluk tubuh Intan dan menghadang tangan kotor dari ketiga pria ber*ngs*k yang ingin menyentuh Intan.
" pergi kalian jangan ganggu kami... pergi!" teriak Murni dengan menggerakkan tangannya berutal menyingkirkan pria yang hendak mendekat. sementara Intan hanya meringis ketakutan dan air matanya sudah merembas membasahi pipinya.
" jangan sentuh aku... jangan sentuh anakku. aku mohon lepaskan aku!' lirih Intan yang mampu membuat Murni begitu iba dan terenyuh saat tangan kekar salah satu pria mencekal kuat pergelangan tangan Intan.
" aku mohon Murni bantu aku tolong selamatkan bayiku!" ucap Intan memelas . Murni menoleh kearah intan lalu dengan kuat Murni menggigit tangan seorang pria yang tengah memegangi tangannya.
sontak pria tersebut meringis kesakitan dan Murni pun terlepas tidak mau buang waktu Murni menghampiri intan lalu memukul pria yang sedang berusaha melecehkan intan dengan kursi.
" ayo cepat kita pergi!" ajak Murni merangkul Intan namun baru saja sampai depan pintu tubuh mereka sudah terangkat oleh tangan-tangan kekar para pria berotot.
dan saat ke-tiga pria itu hendak melakukan aksinya kembali.
Brukkk
tubuhnya terhempas kesamping Bogeman mentah mendarat berkali-kali diwajahnya sampai mereka tersungkur tidak berdaya.
pandangan Intan tiba-tiba meremang tubuhnya terkulai lemas.
Brukk
Tubuh Intan terhempas ke lantai tapi dengan sigap Murni menangkapnya dan membaringkannya dilantai dengan hati-hati dan menjadikan pahanya sebagai bantalan kepala Intan.
__ADS_1
" Intan bangun.... Intan?" Murni mengguncang pelan tubuh Intan yang tidak bergeming
Reno yang melihat Intan terkulai lemas di pangkuan Murni langsung panik dan menghampirinya lalu membopong tubuh Intan dengan tergesa-gesa membawa Intan kedalam mobil. sementara anak buah Amira sudah diamankan oleh anak buah Reihan sementara Amira sendiri sudah melarikan diri.