
Tokkkk....tokkk...tokk....
Mendengar suara ketukan pintu Reihan langsung segera berjalan menghampiri pintu tersebut menyambutnya dengan riang gembira dan saat pintu itu sudah terbuka betapa terkejutnya Reihan melihat wanita yang tengah berdiri dihadapannya dengan wajah tersenyum dan seketika mata Reihan membulat.
" Ka..kau...!" Ucap Reihan dengan gugup.
" Kenapa, kok terkejut gitu?" Tanya si wanita santai dan langsung memaksa untuk masuk.
" Bagaimana kau bisa datang kemari?" tanya Reihan dingin.
" Kau tidak perlu tau dari mana aku tau apartemenmu ini" Ucap sinis wanita yang kini tengah duduk disofa dengan tatapan menggoda.
" Sebaiknya kau pergi sekarang!" Usir Reihan.
" Oww...oww...oww.... !" wanita itu bangun dari duduknya dan berjalan santai mendekati Reihan mendaratkan tangannya dibahu Reihan.
" Jangan cepat-cepat mengusirku seperti itu sayang, kau lupa dulu kita selalu menghabiskan waktu berdua di apartemenku. dan kini alangkah baiknya jika kita menghabiskan waktu ditempat ini!" Ucap menggoda wanita yang tak lain adalah Clara.
Reihan menepis tangan Clara yang sudah bergerilia dibadan kekarnya. " Hentikan Clara, sebaiknya kau pergi sekarang. !" Reihan mulai emosi.
" Aku tidak akan melepaskanmu Rei... aku sangat mencintaimu. beri aku kesempatan sekali lagi!" ucap Clara memohon.
" Tidak mungkin Clara, sekarang aku sudah menikah dan aku sangat mencintai isteriku" terang Reihan.
" Kau menikahinya karena terpaksa bukan? kau tidak mencintainya Rei... yang kau cintai hanya aku!" ucap Clara penuh penekanan.
" Kau salah Clara, dulu aku memang sangat mencintaimu tapi sekarang yang aku cintai hanyalah dia, isteriku. aku harap kau mengerti clara dan bisa menerima semua ini." Reihan memperjelas.
__ADS_1
" Rei... aku sangat mencintaimu aku mohon Rei beri aku waktu untuk benar-benar bisa melepaskanmu bersama wanita itu!" Clara menangis namun dibalik itu ia tersenyum licik.
" Aku... aku akan mencoba untuk menerima kenyataan ini Rei. berusaha merelakanmu bersama wanita itu tapi... tapi izinkanlah aku Rei.. untuk memelukmu kali ini ya anggap saja sebagai tanda perpisahan dan sebagai obat rinduku selama ini padamu Rei...!" Clara menitikkan air mata dan mengatupkan kedua tangannya didada merengek memohon pada Reihan.
Entah mengapa Reihan seketika luluh melihat airmata yang telah membasahi pipi Clara. ia hanya menganggukan kepalanya seperti mengizinkan Clara untuk menyentuhnya.
Clara tersenyum penuh kemenangan. merasa tidak ada penolakan dari Reihan perlahan Clara mulai mendekatkan tubuhnya ke tubuh Reihan dan memeluknya dengan sangat erat dan semakin erat.
" Terima kasih Rei... !" Bisik Clara ditelinga Reihan.
Reihan tidak membalas pelukan Clara ia hanya membiarkan wanita itu memeluknya.
seketika muncul niat buruk Clara saat matanya melihat sosok seseorang yang berdiri didepan pintu menatapnya nanar. Clara melepaskan pelukannya dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Reihan.
Cahaya yang berdiri didepan pintu sontak membulatkan matanya dan hatinya hancur seketika melihat untuk yang kedua kalinya wanita itu mencium suaminya tepat dihadapannya.
Cahaya menutup kedua mulutnya dan terasa sulit menelan salivanya, rasa sakit dihatinya sungguh membuatnya merasa sesak. airmata begitu saja meluncur dari kelopak matanya. ia berdiri terpaku melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain.
" Mas !" Ucap Cahaya lirih dengan airmata yang terus saja berlinang tanpa jedah.
Mendengar suara yang sangat tidak asing baginya. Reihan langsung mendorong dengan kasar tubuh Clara sampai membuat Clara mundur beberapa langkah. Reihan menoleh kesumber suara dan betapa terkejutnya Reihan ketika melihat Cahaya berdiri didepan pintu dengan wajah yang basah dengan airmata.
" Ca.. Cahaya...!" Ucap Reihan dengan keterkejutannya.
Cahaya merasa tidak sanggup lagi berdiri ditempat itu. ia lalu berlari pergi meninggalkan apartemen.
Reihan yang melihat Cahaya berlari langsung ingin mengejarnya namun langkahnya terhenti Clara menarik tangannya dan berusaha memeluknya.
__ADS_1
" Lepaskan aku Clara!" ucap kasar Reihan.
" Tidak Rei, aku tidak akan melepaskanmu dan membiarkanmu bersama wanita kampung itu.!" Clara terus saja memegang erat tangan Reihan.
" Jaga ucapanmu, dia adalah isteriku ingat itu!" Tegas Reihan.
"Kau lebih memilih wanita kampungan itu dibandingkan aku ? sungguh keterlaluan kamu Rei!"
" Setidaknya dia lebih baik darimu dan dia sangat mencintaiku!"
" Rei.. aku juga sangat mencintaimu. bahkan aku lebih mencintaimu di bandingkan dengan wanita itu Rei.. Sadar dong Rei!" Clara membujuk Reihan dengan manja.
" Maaf Clara aku harus pergi!"
" Aahhh...!" Clara berteriak saat Reihan sudah diambang pintu.
" Rei... tolong aku, akhhh... perutku sakit sekali!" Clara memegang perutnya dan menjatuhkan diri kelantai. melihat Clara meringis kesakitan Reihan merasa iba lalu memutuskan untuk menolong Clara setelah itu baru mencari Cahaya.
Reihan memapah Clara duduk disofa. " kamu tidak apa-apa?" Tanya Reihan pelan.
" Ternyata kau masih mengkhawatirkan aku Rei, aku pasti akan membuatmu kembali mencintaiku Rei" Batin Clara.
"Aku... akhhh... perutku sakit sekali Rei!" Ucap Clara meringis.
" Kalau begitu kita ke Rumah Sakit sekarang!" ucap tegas Reihan dan langsung membawa Clara ke rumah sakit.
Sementara Cahaya keluar dari apartemen berlari sambil menangis. ia menyusuri jalan tanpa arah tujuan. tubuhnya seketika lemas dan ia terjatuh ditepi jalan beraspal. tangisnya pun pecah ketika teringat dengan apa yang tengah dilihatnya.
__ADS_1
" Cahaya ?" tanya Seseorang pada dirinya sendiri meyakini apa yang dilihat oleh matanya dan langsung menepikan motor metik yang dikendarainya.