
Intan menoleh kebelakang, matanya mengikuti arah pandangan bayu yang tertuju pada seorang wanita yang sedang tertawa bersama pria yang terlihat lebih dewasa dari si wanita.
" wajahnya beneran mirip banget sama cahaya" intan terkejut dengan apa yang dilihatnya. "tapi kalau benar itu cahaya, lantas siapa pria yang bersamanya?" pikir intan.
i
" ahh...mana mungkin itu cahaya, lihat penampilannya begitu cantik dan anggun dan satu lagi cahaya tidak mungkin sedekat itu dengan laki-laki apalagi mereka begitu mesra". ujar bayu
" benar juga sih, tapi wajahnya sangat mirip"
" Sudahlah, lanjutkan saja makannya. mungkin karena kita terlalu memikirkan cahaya sampai-sampai kita salah melihat orang" seru bayu.
intan dan bayu kembali menyantap makanannya setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang.
" setelah ini kau mau kemana, langsung pulang atau mau ikut denganku ?" tanya Bayu
" Kemana?" intan balas tanya.
" Ke toko bunga milik cahaya, Sudah lama aku tidak berkunjung kesana semenjak aku diterima kerja di perusahaan Adiaksa production". jawab bayu.
" Baiklah, kalau begitu aku ikut" kata intan bersemangat.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
" Sayang !" panggil cahaya
__ADS_1
" Ada apa?" jawab Reihan lembut
" sebelum pulang kita mampir dulu ya sebentar ?" pinta cahaya dengan manja.
" Kemana?" Reihan menatap sang istri
" Ke toko bunga ayah" jawabnya pelan
" Baiklah sayang, tapi ingat aku tidak mau melihat kamu menangis setelah tiba disana " ucap Reihan sambil mencubit lembut pipi cahaya.
" Terima kasih ya sayang "! Mendapat persetujuan dari Reihan, Cahaya tersenyum bahagia dan memberikan sebuah kecupan dipipi Reihan.
Reihan tersenyum bahagia mendapatkan kecupan spontan dari cahaya.
" Isteriku sekarang sudah mulai genit ya rupanya" ledek Reihan dengan tawa kecil menghias wajahnya.
Setelah selesai makan Reihan dan cahaya pergi menuju ke toko bunga milik peninggalan ayahnya. disepanjang jalan didalam mobil cahaya duduk termangku dengan lamunannya, matanya menatap ke layar ponsel yang ada ditangannya. ia menatap lekat foto yang ada dilayar tersebut.
Reihan yang sedang fokus menyetir sesekali melempar pandangannya kearah cahaya yang duduk disampingnya secara tiba-tiba cahaya dikejutkan dengan laju mobil yang menepi dipinggir jalan.
" loh ada apa sayang kok berhenti?" tanya cahaya heran dengan mengernyitkan alis.
" kamu mau aku putar balik atau kita lanjutkan perjalanan ?" tanya balik Reihan dengan santai.
" maksudnya?" cahaya bingung.
__ADS_1
" kalau mau kita tetap melanjutkan perjalanannya, kamu janji dulu untuk selalu tersenyum dan jangan menangis lagi" ucap Reihan penuh penekanan sambil mencubit lembut pipi cahaya.
Cahaya tersenyum tipis berusaha menyembunyikan kesedihannya, ia berjanji pada Reihan untuk tidak menangis lagi.
" iya sayang aku janji" ucap cahaya yang menyandarkan tubuhnya ke bahu Reihan.
" Anak pintar !" sahut Reihan yang membelai pucuk kepala cahaya.
" Ayo kita lanjutkan perjalanan" seru cahaya dengan manik mata memohon memasang wajah imut.
" Kau ini benar-benar isteriku yang menggemaskan" Reihan mencubit gemas hidung cahaya.
" aww... sakit !" cahaya memekik
" Ha...ha...ha...." Reihan tertawa geli melihat tingkah isterinya dan kembali melajukan mobilnya.
Reihan memarkirkan mobilnya didepan sebuah toko bunga yang tidak terlalu besar.
di toko tersebut berjejer berbagai jenis bunga berwarna - warni yang dipajang dengan rapih. terlihat begitu indah dan sedap dipandang mata.
cahaya menghela napas panjang sebelum turun dari mobil, ia langkahkan kaki dengan perlahan mendekati bunga-bunga yang tersusun rapih sesuai jenisnya ditoko tersebut. Reihan mengikuti dari belakang menarik tangan cahaya dan menggenggamnya dengan erat.
cahaya menoleh ke arah Reihan dan melontarkan senyum padanya.
" Terima kasih sayang !" ucap cahaya dengan tersenyum dan Reihanpun membalas senyumannya.
__ADS_1
cahaya bernostalgia di toko bunga tersebut waktu bersama ayahnya.