
Cahaya menceritakan dari awal pertemuannya dengan Reno pada Intan sampai dia bertemu dengan ibu kandungnya dan Reno ternyata adalah saudara kembarnya. semua diceritakan Cahaya tanpa sedikitpun ada yang disembunyikannya.
Intan sempat tercengang waktu mendengar kalau Cahaya dan Reno bos tempat mereka bekerja ternyata adalah saudara kembar, awalnya Intan sempat tidak percaya namun setelah Cahaya menceritakan tentang ibu kandungnya Intan baru mulai mempercayainya.
" Dek, Sudah malam Mas mau ke Rumah sakit dulu. kamu mau ikut atau pulang ke rumah mas?" Tanya Reno setelah melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 22:00
" Mas bolehkan malam ini aku menginap disini, besok pagi baru aku ke rumah sakit. aku gak mau mamah melihatku dalam kondisi seperti ini!" Bujuk Cahaya.
" Ya sudah terserah kamu aja, tapi ingat kalau ada apa-apa langsung hubungi mas!" Titah Reno.
" Iya mas!" Cahaya bergelayut manja dilengan Reno.
" Aissshhhh....adikku kenapa jadi menggemaskan begini sih?" Reno mengacak-acak rambut Cahaya. " Masss... ihh..!" jerit Cahaya marah lalu merapihkan rambutnya dengan jarinya.
" Sudah ah, mas pulang sekarang jaga diri kalian baik-baik jangan lupa kunci pintunya!" Titah Reno
" Iya mas!" ucap Cahaya.
" Intan, titip adikku yang cengeng ini, maaf kalau jadi merepotkanmu.!" Ucap Reno lalu berjalan keluar diikuti kedua wanita tersebut.
" Iya pak, jangan khawatir saya pasti akan menjaganya! ucap Intan.
" Terima kasih !"
" Sama-sama pak!"
Reno lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari kontrakan Intan. ia masuk ke dalam mobilnya lalu melaju dengan kecepatan normal.
Setelah mobil Reno sudah tidak terlihat lagi Cahaya dan intan kembali masuk.
Tringgggggg........ Tringgggg.... Tringggg....
Langkah Cahaya terhenti lalu melihat pesan-pesan yang baru masuk keponselnya. tubuhnya bergetar airmata yang baru saja mengering kembali meluncur dengan bebasnya tangannya menutup mulutnya yang terperanga, matanya membulat penuh ketika melihat isi pesan yang masuk ternyata beberapa foto yang menampakan kemesraan Reihan dan Clara.
Tringggggg.....
Pesan kembali masuk Cahaya semakin gontai tubuhnya lemas dan tersungkur kelantai setelah membaca pesan tersebut.
__ADS_1
📩
" Lihatlah, mereka sangat serasi bukan? andai kau tidak datang kedalam kehidupan putraku pasti mereka sudah hidup bahagia Sekarang. Seharusnya kau sadar diri jangan bermimpi hidup mewah setelah bisa menikah dengan putraku. Clara jauh lebih pantas untuk putraku dia cantik dan berkelas. Biarkan putraku bahagia dengan Clara seperti sebelum kau hadir mengganggu hubungan mereka. Hanya dia yang pantas menjadi menantuku bukan kau. sadarlah, jauhi putraku dan aku akan memberimu uang sebanyak yang kau inginkan!"
Intan yang hendak menutup pintupun terkejut melihat Cahaya yang terkulai lemas duduk dilantai. " Cahaya kamu kenapa?" Intan berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan cahaya. Sahabatnya hanya diam menangis sejadi-jadinya. Intan lalu mengambil hp Cahaya yang sudah tergeletak di lantai , ia tau karena Cahaya seperti itu setelah mendapat pesan yang masuk. Betapa terkejutnya intan melihat semua isi pesan diponsel Cahaya.
Intan langsung memeluk erat tubuh Cahaya yang mulai lemas dan tak bertenaga. " Ca kamu harus sabar dan kuat ya!" Intan mencoba menguatkan Cahaya walaupun dia tau ini memang sangat sulit andai dia yang jadi Cahayapun belum tentu bisa melaluinya.
" Ca.... Ca....!" panggil Intan namun ternyata Cahaya sudah tidak sadarkan diri. Intan sangat panik takut Cahaya kenapa-kenapa tanpa pikir panjang Intan lalu mengambil kembali ponsel milik Cahaya dan menghubungi Reno.
Kringgggg....
" Assalamu'alaikum Dek, ada apa baru beberapa menit berpisah dari mas udah kangen ya?" Goda Reno yang mengira Cahaya yang menelpon.
" Wa'alaikum salam, maaf pak saya Intan!"
" Intan, ada apa intan kenapa suaramu terdengar panik, dimana Cahaya?" merasa ada yang tidak beres Reno menepikan mobilnya.
" Cahaya pingsan pak!"
" Assalamualaikum bi,!" Reno segera menghubungi bi susan.
" Wa'alaikum salam den!"
" Bi maaf malam ini aku ada urusan tidak bisa menemani mamah dirumah sakit. bibi bisakan menemani mamah 0?"
" iya bisa den, aden tenang aja biar bibi yang menjaga dan menemani nyonya.!"
" Terima kasih ya bi"
" iya den sama-sama!"
Telpon Reno ditutup. hanya beberapa menit mobil Reno sudah tiba didepan rumah Intan. ia langsung keluar dari mobilnya dan berlari kerumah intan.
Betapa terkejutnya Reno melihat dua orang wanita berada dilantan depan pintu.
" Apa yang terjadi, mengapa adikku bisa pingsan?" tanya Reno yang terlihat geram lalu mengangkat tubuh Cahaya yang berada dalam.pangkuan intan.
__ADS_1
Intan tak berani menjawab ia hanya diam melihat Reno yang seperti ingin melahap orang.
" Aku akan membawanya kerumah sakit?"
Intan mengikuti langkah Reno yang menggendong Cahaya menuju mobilnya. Intan membuka pintu mobil dan masuk. Reno meletakkan dengan hat-hati Cahaya di bangku belakang bersama intan.
" Ca, ayo dong sadar ca !" Ucap Intan sambil mengelus-elus pipi cahaya yang berada dipangkuan intan.
Reno mempercepat laju kendaraannya sampai diatas rata-rata. Intan merasa ngeri dibuatnya namun ia tidak berani untuk protes.
hanya beberapa menit saja mobil sudah berada dirumah sakit. Reno langsung menggendongnya dan berjalan setengah berlari dan seorang suster menghampirinya lalu menunjukkan kemana Cahaya harus dibawa.
Cahaya sudah berada dalam ruang pemeriksaan. Intan duduk dikursi tunggu sedangkan Reno mondar - mandir tidak karuan.
Reno melangkah mendekati intan. spontan intanpun langsung berdiri dan merasa takut melihat tatapan dingin dari bos nya.
" Katakan, bagaimana adikku bisa pingsan. bukankah saat aku pulang dia baik-baik saja?" Tanya yang seakan menghakimi.
Intan terlihat gugup. dengan tangan gemetar Intan menyodorkan ponsel milik Cahaya pada Reno.
" Cahaya menangis dan terkulai lemah setelah menerima pesan diponselnya.!" jawab Intan dengan hati-hati.tanpa berani menatap wajah Reno
Reno mengambil ponsel Cahaya dari tangan intan. melihat tangan intan yang gemetar Reno pun tersadar bahwa sikapnya sudah membuat intan merasa takut kepadanya.
" Maafkan aku, aku tadi terlalu panik, maaf jika sudah membuatmu takut!" ucap Reno merasa bersalah.
" Tidak apa-apa!" jawab intan lalu kembali duduk.
Reno lalu membuka ponsel Cahaya yang memang tidak terkunci. ia memeriksa pesan yang masuk. Betapa geram dan murkanya Reno saat melihat isi pesannya.
" Kurang ajar!" Reno menghantamkan kepalan tangannya ketembok Emosi Reno memuncak darah diotaknya seakan mendidih.
Intan yang tengah dudukpun akhirnya kembali berdiri. wajahnya seketika pucat ia tidak menyangka Reno semarah itu. ia ingin menghampirinya namun ada sedikit keraguan dihatinya ia takut Reno akan semakin marah.
ia urungkan niatnya dan kembali duduk.
Reno mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar. Ia merasa ingin sekali menghampiri Reno dan menghajarnya habis-habisan. tapi mengingat Cahaya masih dalam periksaan ia pun mengurungkan niatnya dan berusaha menahan emosinya.
__ADS_1