RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Sadar


__ADS_3

Tanpa disadari wanita itu menitikkan air matanya saat mendengar semua kata-kata Cahaya.


Dibalik pintu Reno terenyuh mendengar ucapan Cahaya.


" Kau pasti sangat menderita melewati semua ini sendirian. Aku janji mulai sekarang tidak akan aku biarkan kau menderita lagi!" batinnya.


_________________________


Disisi lain seorang pria tengah gelisah karena menunggu isterinya yang belum juga kembali ditambah lagi sudah dihubungi berkali-kali tapi tidak juga aktif


" Pergi kemana kamu Cahaya, kenapa belum juga pulang?"


Reihan merasa kesal dan geram karena tidak biasanya Cahaya pergi tanpa kabar. Reihan lalu mencoba menghubungi Bayu untuk meminta nomor intan. mungkin saja intan tau dimana cahaya pikirnya.


Setelah menghubungi bayu dan mendapatkan nomor intan Reihan langsung menghubunginya namun sayang intanpun tidak tahu tentang keberadaan Cahaya.


Reihan kelimpungan sendiri. bingung harus mencari cahaya kemana lalu dia memutuskan untuk pulang kerumahnya. mungkin saja cahaya kesana untuk bertemu papahnya. tanpa pikir panjang Reihanpun pergi ke rumah orangtuanya.


Setibanya dirumah orangtuanya Reihan langsung mencari papahnya. namun langkahnya terhenti saat melihat Clara sedang asik mengobrol dengan mamahnya di Ruang tv.


" Sayang !" Clara bangkit dari duduknya saat melihat kedatangan Reihan. dengan manja Clara bergelayut ditangan Reihan. Mamahnya senang melihat putranya pulang disaat Clara ada dirumahnya.


" Kamu kemana aja si sayang kok jarang pulang, dan ditelpon juga susah banget?" Ucap Clara manja.


" Aku sibuk banyak kerjaan yang harus segera aku selesaikan!" ucap Reihan dingin.


" kamu kemana aja sayang, kenapa jarang pulang. kamu tinggal dimana beberapa hari ini? bikin mamah khawatir saja" ucap Widia.


" Emmm.... Aku tinggal di apartemen teman mah" jawab singkat Reihan.


" Teman? teman siapa?" tanya mamahnya dengan mengerutkan dahi.


" Ada mah. temanku. sudahlah mah, aku kesini ingin bertemu papah. dimana papah mah ada hal penting yang ingin aku tanyakan sama papah mah?" Reihan melepaskan tangan Clara yang bergelayut manja.


" Apa soal kerjaan?" tanya Mamahnya.


" iya!"


" Papahmu ada di ruang kerjanya"


Reihan langsung bergegas pergi keruang kerja papanya.


" Pah!" panggil Reihan setelah membuka pintu ruang kerja papahnya.


" Reihan, apa kamu kemari untuk menemui papah?" tanya papahnya yang seakan melihat kegundahan dihati putranya.


" iya pah"

__ADS_1


" Cahaya?" tebak papahnya.


" Iya pah, aku sudah menghubunginya tapi nomornya gak aktif "


" Apa kalian bertengkar?"


" tidak pah".


" Lalu..?"


" Aku juga gak tau pah, gak biasanya Cahaya seperti ini!" Reihan mengusap rambutnya kasar.


" Mungkin cahaya ada urusan dan hp. nya lobet. Sebaiknya sekarang kamu pulang barang kali Cahaya Sekarang sudah ada di rumah" Ucap papahnya yang berusaha menenangkan hati putranya.


" Iya pah, kalau begitu aku pulang dulu"


" ya, hati-hati. hubungi papah kalau Cahaya sudah pulang!"


" Iya pah!"


Reihan keluar dari ruang kerja papahnya saat hendak pamit pulang mamahnya menyuruh Reihan untuk mengantarkan Clara pulang awalnya Reihan menolak namun karena Clara terus merayunya dan mamahnya pun ikut memaksa Reihanpun tidak ada pilihan lain terpaksa ia menuruti mamahnya untuk mengantarkan Clara pulang.


________________________________


Dirumah sakit.


" Bu, ibu harus kuat ya melewati ini semua. harus semangat karena ada Mas Reno yang menanti ibu untuk membuka mata dan ada Cahaya yang juga ingin berkenalan langsung dengan ibu Mamahnya Mas Reno." ucap Cahaya sambil tersenyum. Entah mengapa ada rasa nyaman dan kerinduan yang teramat dalam saat tangan lembut itu menghapus air mata yang membasahi pipi Sekar.


" Ibu harus cepat sadar ya !" bisik Cahaya ditelingan sekar. dan seketika itupun Cahaya teringat bahwa dia lupa mengabari Reihan.


Cahaya lalu membuka tas selempangnya dan mengambil ponselnya lalu betapa terkejutnya saat dilihatnya benda pipih itu ternyata baterainya habis.


" Ya ampun aku lupa mengabari mas Reihan dan sekarang hp. ku lobet.!" gumam Cahaya.


" Bu maaf ya, Cahaya harus pulang dulu sekarang, ibu cepat sembuh ya!" Cahaya lalu bangkit dari duduknya dan melangkah pergi namun tiba-tiba tangannya ditarik. langkah cahayapun terhenti dan betapa terkejutnya cahaya ketika menoleh dilihatnya wanita paruh baya itu menatapnya lembut dengan mats yang berkaca-kaca.


" iii....ibu sudah sadar?" tanya cahaya senang.


Sekar menganggug pelan dan menggenggam erat tangan Cahaya.


" Sebentar ya bu, biar aku panggilkan mas Reno dulu dia pasti sangat senang ibu kini sudah sadar!" Cahaya melepaskan dengan lembut genggaman tangan Sekar lalu setengah berlari dengan senyum yang mengembang cahaya pergi keluar mencari Reno.


" Mas Reno, Mamahnya sudah sadar!" beritahu Cahaya dengan gembira.


Reno yang mendengar ucapan Cahaya langsung berhambur masuk kedalam kamar tempat mamahnya berada.


sementara Cahaya mencari suster memberi tahu keadaan pasien yang sudah sadar.

__ADS_1


" Mah... mamah sudah sadar?" Reno berkaca-kaca dan mencium lembut tangan mamahnya.


Mamahnya tersenyum. Reno merasa lega karena mamahnya akhirnya sadar. tidak berapa lama Cahaya masuk bersama Dokter dan seorang suster yang turut mendampingi.


Dokter memeriksa Sekar dengan teliti dan diapun turut senang karena salah satu pasiennya kini telah sadar.


" Bagaimana keadaan mamah saya dok?" tanya Reihan.


" keadaan pasien cukup baik tinggal tunggu pemulihan saja . dan satu lagi jangan buat pasien merasa stres." ucap dokter dan pergi setelah tugasnya selesai memeriksa pasiennya.


" terima kasih dokter!" ucap Reno.


" sama-sama!"


Dokterpun pergi bersama suster yang mendampingi. Cahaya menghampiri Reno dan mamahnya sambil tersenyum bahagia.


" Put... tri.. ku!" ucap sekar terbata-bata saat menatap lekat Cahaya yang sudah berdiri didekatnya dengan airmata yang sudah membasahi pipinya.


Sontak cahaya terkejut melihat ekspresi dari sekar. " Kemarilah sayang. mamah ingin lebih dekat menatap wajahmu!" ucapnya lirih.


Cahaya semakin bingung. jantungnya berdegup begitu kencang, ia tatap lekat manik mata Reno seakan bertanya padanya. Reno yang mengerti arti sorot mata cahaya hanya menganggukan kepala seakan meminta cahaya untuk mendekat.


Reno menggeser tubuhnya dan membiarkan cahaya mendekat ke arah mamahnya. setelah posisi cahaya yang sudah sangat dekat tiba-tiba tangis Sekarpun pecah. begitu terlihat raut penyesalan diwajahnya dan rasa bersalah yang teramat besar dihatinya.


" Sayang maafkan mamah. karena mamah sudah banyak salah sama kamu putriku!" ucap sekar dengan derai airmata.


Degggg...


Cahaya terkejut dengan ucapan yang didengarnya. pikirannya dipenuhi tanda tanya dan kebingungan terus menghantuinya.


" Mamah sudah membuatmu hidup menderita selama ini, mamah memang bukanlah mamah yang baik untukmu. maafkan mamah sayang!" Sekar semakin sesenggukan.


" Mah, cukup mah. mamah harus istirahat. kita bicarakan ini semua nanti saja ya mah kalau mamah sudah benar-benar sehat.!" Ucap Reno yang merasa khawatir dengan kondisi kesehatan mamahnya.


Cahaya hanya menatap kosong mereka berdua. pikirannya kacau begitu banyak pertanyaan yang menggelitik dibenaknya.


" Tidak Reno, mamah harus bicara dengan Cahaya putri mamah, adikmu sayang, mamah sangat merindukannya sayang!" Ucap sekar disela isak tangisnya.


"Mamah? Adik? masksudnya apa?" Cahaya mengerutkan dahi.


" Duduklah Ca !" perintah Reno.


Cahaya duduk dan matanya menatap tajam Reno yang berdiri disampingnya.


" Apa mas Reno bisa jelasin semuanya sekarang?"


" Mas akan jelasin semuanya tapi tidak disini" jawab Reno." Mah, Reno akan jelasin semuanya pada Cahaya dan sebaiknya mamah sekarang istirahat!"

__ADS_1


Sekar menganggukan kepalanya dan menyetujui ucapan putranya itu.


__ADS_2