
Mobil hitam dengan cepat sudah terparkir didepan Rumah cahaya. Reihan dengan semangat dihiasi senyum diwajahnya yang membuat ketampanannya semakin berkali kali lipat langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuk cahaya. melihat wajah Reihan yang tersenyum membuat ia merasa degdegan. karena malu dengan cepat cahaya melangkahkan kakinya berjalan mendahului reihan sampai didepan pintu rumah ia berpapasan dengan seorang wanita paruh baya yang berdiri menyapanya sangat sopan.
" Non cahaya sudah pulang?" tanya sopan wanita paruh baya itu.
" ahkkk... iya" jawab cahaya dengan melempar senyum tipisnya. " maaf, ibu ini siapa ya?" tanya cahaya penasaran.
" ini mbok jum isteri pak tejo, dia yang membantu bersih-bersih di rumah ini" sambar Reihan dari belakang lalu melingkarkan tangannya dipinggang cahaya.
cahaya menoleh ke tangan yang melingkar dipinggangnya ia berusaha melepasnya karena malu dengan sikap Reihan yang sok mesra didepan mbok jum tapi Reihan malah semakin kuat mengeratkan tangannya.
" mas jangan begini, malu sama mbok jum" bisik cahaya. Reihan senyum-senyum seakan tuli tidak mau mendengarkan ucapan cahaya.
mbok jum tersenyum melihat tingkah cahaya yang malu-malu.
__ADS_1
" kalau begitu silahkan masuk non, saya pamit dulu mau kedapur" ucap mbok jum lalu pergi.
cahaya menatap tajam Reihan yang sudah membuatnya malu didepan mbok jum, ia melepaskan tangan Reihan yang sudah mengendurkan tangannya lalu pergi namun baru beberapa langkah tangannya ditarik oleh Reihan hingga dia terjerabah kepelukannya dan dengan cepat tangan kekar itu menggendong tubuh mungil cahaya.
" Lepaskan aku mas, malu jika mbok jum sampai melihatnya!" ucap cahaya yang terus memberontak dan celingak celinguk takut terlihat mbok jum.
" Tidak mau, aku mau melanjutkan yang tadi tertunda!" ucap reihan sambil tersenyum.
" mas, turunkan aku, aku mau mandi badanku lengket" ucap cahaya dengan manja memainkan kerah baju Reihan.
setelah sampai didepan kamar Reihan membuka pintu dengan kakinya dan membawa cahaya masuk kedalam lalu menurunkannya diatas kasur, dan dengan cepat tubuh kekar itu sudah berada diatas tubuh mungil cahaya. " mas mau apa?" tanya cahaya yang masih malu-malu meski mereka sudah pernah melakukannya. Reihan tidak mau membuang waktu tanpa menjawab ia langsung ******* bibir cahaya sampai cahaya tersengal. " kebiasaan, bernapas sayang" Reihan menjentikkan jari ke kening cahaya.
" awww.... sakit mas" pekik cahaya dan cemberut.
__ADS_1
" maaf sayang, mana yang sakit sini aku obatin !" tanya reihan lembut.
dengan manja cahaya menunjuk dahinya.
Cup
" katanya mau ngobatin kok malah di kecup"
" itu cara ngobatin dengan obat cinta" Reihan lalu mengecupnya lagi." apa masih sakit?" goda reihan tersenyum.
cahaya mengangguk berbohong. ia ingin reihan terus mengecup keningnya hal itu membuat ia merasa nyaman.
" oh masih sakit kalau begitu akan aku kecup semuanya biar tidak ada lagi yang sakit" ucap reihan yang kemudian mengecup kening cahaya. bukan hanya kening bahkan sudah menjalar kepipi,bibir dan daerah sensitif lainnya. cahaya tidak lagi berontak ia menikmati setiap sentuhan Reihan ditubuhnya.dan baju mereka kini sudah berserakan dilantai.
__ADS_1
" Sayang, aku akan melakukannya dengan lembut, jika terasa sakit bilang saja aku tidak mau kamu sampai merasa kesakitan" bisik lembut reihan. yang dibalas anggukan dengan cahaya.
cahaya merasa sedikit sakit namun ditahannya, Reihan terus melakukannya dengan lembut sampai rasa sakit cahaya menghilang dan berubah menjadi kenikmatan. merekapun mengakhiri kegiatan panas mereka dengan satu kecupan lembut di kening cahaya. " Terima kasih ya sayang!" ucap lembut Reihan. cahaya mengangguk dan menenggelamkan wajahnya dalam pelukan dada bidang Reihan. dan merekapun akhirnya terlelap.