
Di cafe.
Clara kembali dari toilet, saat mendapati Reihan tak lagi berada dibangkunya Clara sempat berpikir Reihan juga pergi ke toilet. lama ditunggu tapi Reihan tak jua kunjung kembali. Clara akhirnya memutuskan untuk menghubungi Reihan. berkali kali ia melakukan panggilan namun Reihan tidak juga mengangkat panggilannya. rasa geram dan emosi Clara semakin memuncak karena Reihan tak jua bisa dihubungi. lalu ia memutuskan untuk pergi dari cafe dengan wajah kesal.
Sementara Bayu sudah pergi dari cafe tidak lama dari kepergian Cahaya yang di bawa paksa oleh Reihan.
Bayu memutuskan kembali ke kos-kosannya. dan setibanya di kosan Bayu bertemu dengan indra teman satu kantornya yang kebetulan satu kosan dengan Bayu.
" Udah pulang kamu bayu, bagaimana pertemuan kamu dengan sahabatmu itu lancar?" tanya indra yang sedang berbaring ditempat tidur.
" Awalnya sih lancar tapi dia dibawa pergi oleh seseorang. aku juga gak tau ada hubungan apa sebenarnya diantara mereka. sepertinya ada yang dia sembunyikan. " terang bayu.
" maksudmu?"
" entahlah , aku juga gak tahu tapi yang jelas saat ini aku jadi khawatir karena pria itu membawanya pergi secara paksa !" Bayu menarik napas panjang.
" Mungkin pria itu pacarnya?" tanya indra
" Aku rasa bukan karena dia tidak sendirian, dia bersama seorang wanita cantik dan terlihat mereka sangat mesra " terang Bayu.
" Apa kau mengenal pria itu?"
Bayu menggelengkan kepalanya.
"aku gak mungkin bilang ke kamu ndra kalau aku mengenal pria itu. apa lagi dia adalah penerus perusahaan tempat kita bekerja" Batin Bayu.
" Bay... Bayu..!" panggil indra
"Akh iya kenapa ndra?" ucap bayu yang tersentak dari lamunannya.
" kamu kenapa ngelamun gitu, mikirin sahabatmu itu?" selidik indra
" Akh.. tidak !" Bayu mengelak.
" Dia itu sahabat kamu apa sahabat tapi cinta kamu sih bay?" ledek indra.
" Apaan sih kamu ndra ?"
" Udah jujur aja kamu bayu, kamu sebenarnya suka iya kan sama yang kau bilang sahabat kamu itu?" Indra tertawa kecil.
__ADS_1
" Bicara apa sih kamu ndra jangan ngaur !"
Bayu bangun dari duduknya berdiri menatap Indra.
" Dari pada bicaramu semakin ngelantur lebih baik kamu istirahat dan minum obatmu !" ucap bayu sambil melenggang jalan hendak keluar.
" Bayu.... Bayu... ." ucap indra geleng-geleng lalu mengambil pelastik kecil yang berisi obat dan gelas yang berisi air diatas meja lalu meminum obatnya. indra teman satu kantor Bayu itu sedang sakit sehingga ia izin tidak masuk bekerja. sementara Bayu baru akan mulai bekerja esok hari. indra adalah teman bayu dikantornya yang lama. dia juga sama dengan bayu di mutasi kekantor pusat. hanya saja indra lebih dulu dikirim kepusat sekitar 1 tahun yang lalu. Indra adalah sosok pria yang baik dan supel. tampangnya yang manis dan juga sikapnya yang ramah membuat ia mudah bergaul. saat ia tahu Bayu akan dimutasi ke kantor yang sama Indra meminta Bayu untuk tinggal bersamanya.
Bayu pergi ke taman kecil yang ada dikos-kosannya. ia duduk dibawah pohon yang tidak begitu besar tapi cukup rindang.
terbersit dalam ingatannya tentang keadaan Cahaya.
" Bagaimana keadaannya ya sekarang, apa dia baik-baik saja. aku kok jadi khawatir begini ya , apalagi tadi dicafe Pak Reihan membawanya pergi dengan cara paksa." gumam Bayu. lalu ia menghela napas panjang menatap layar ponselnya dan mencari kontak bernama Cahaya.
" Apa sebaiknya aku telpon ya, aku takut dia kenapa- kenapa". Bayu akhirnya menekan layar ponsel yang tertera nama Cahaya.
Tuutttt.... tuuttttt..... tuttttt...
Panggilan pertama tidak diangkat.
" Akh... kenapa gak diangkat si Ca?" ucap Bayu kesal. ia lalu menelpon Cahaya lagi dan tetap tidak ada jawaban. " Ca ayo dong angkat Ca, kamu baik-baik aja kan Ca, jangan bikin aku tambah khawatir Ca, ayo dong ca angkat telponnya.!" Bayu mengacak -acak rambutnya dengan kasar.
Cahaya yang sedang tertidur terbangun dengan suara dering ponselnya yang tergeletak di atas nakas. matanya mengerecap pelan namun tubuhnya terasa berat ia merasakan tangan besar melingkar diperutnya. Cahaya terkejut melihat sosok pria yang terlihat sangat tampan sedang tertidur pulas disampingnya. Cahaya dengan pelan-pelan memindahkan tangan yang berada diperutnya lalu ia bangun dan turun dari tempat tidur berjalan mengambil handphonnya yang berdering diatas nakas.
CAHAYA📱
" Hallo..!" dengan suara serak khas bangun tidur.
BAYU📱
" Hallo Ca, kamu dimana sekarang, kamu baik-baik aja kan Ca?". tanya Bayu penasaran.
CAHAYA📱
" Aku dirumah, aku baik-baik aja"
BAYU📱
"Syukurlah, aku lega sekarang. aku sempat khawatir karena tadi Pak Reihan membawamu pergi seperti itu"
__ADS_1
CAHAYA📱
" Bayu, terima kasih karena kamu sudah mengkhawatirkan aku, dan maaf atas kejadian tadi aku jadi meninggalkanmu sendiri di cafe.
BAYU📱
" Gak apa-apa Ca, yang terpenting sekarang kamu baik-baik aja ".
CAHAYA📱
" Iya Bayu, terima kasih."
BAYU📱
" oia, Ca apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?"
CAHAYA📱
" Tanya apa?"
BAYU📱
" Emmmmm.... Kenapa tadi Pak Reihan bersikap seperti itu padamu Ca? dan sorot matanya itu dia terlihat sedang marah. apa benar tidak terjadi sesuatu Ca?" selidik Bayu.
CAHAYA📱
Cahaya terdiam begitu sulit rasanya untuk menjelaskan semuanya kepada Bayu. dia lebih memilih untuk diam.
BAYU📱
" Hallo... Ca.. Ca... Hallo !"
CAHAYA📱
" Iya Bayu. aku masih mendengarmu,
maaf ya bayu aku... nanti akan aku ceritakan dan sekarang aku matikan sambungan telponnya. lain kali aku telpon. aku mau menyiapkan makan malam . " Cahaya memotong pembicaraannya karena dia tidak tahu harus bagaimana mengatakan hal yang sebenarnya pada Bayu.
Cahaya mematikan sambungan telpon, ia menatap wajah Reihan yang masih tertidur pulas sebelum ia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1