RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Muram


__ADS_3

ponsel Reno kembali berdering, dilihatnya nama Amira yang masih terus menghubunginya. Reno menghempaskan tubuhnya ke sofa dan memegang dahinya yang terasa penat. Reno mengacuhkan telponnya yang masih saja berdering sampai akhirnya ia merasa geram dan menggeser layar berwarna hijau.


" Kenapa kau terus saja mengganggu ku, apa sebenarnya mau mu, hah? Aku sudah bilang aku sibuk " Reno berbicara penuh emosi.


" Ma...maaf jika aku sudah mengganggu mu, ak..aku akan pulang sendiri!" Terdengar suara gemetar dan terkejut di seberang telpon lalu sambungan terputus


Reno terkejut saat mendengar suara itu dan sambungan telpon diputus, ia langsung melihat layar ponselnya "Intan!" gumamnya.


Reno langsung menghubungi Intan namun berkali kali sambungan telponnya tidak diangkat dan terakhir ponsel Intan sudah tidak aktif.


" Aaahhhhh...!" Teriak Reno prustasi.


Reno bangkit dari duduknya dan langsung keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa menuju parkiran dan tak berapa lama mobil Reno sudah meluncur meninggalkan gedung perusahaan.


_____________


Intan duduk disofa dan berdiam diri setelah dirinya menghubungi Reno. hatinya masih merasakan perih akibat kata-kata yang Reno ucapkan melalui sambungan telpon.


" Apa aku sebegitu mengganggumu sampai kau berkata seperti itu?" Gumam Intan dalam hati.


" Kak Intan kenapa, dari tadi aku perhatiin kak Intan terlihat muram?" Citra duduk disamping Intan dan pandangan matanya tidak lepas dari memperhatikan wajah Intan yang sedikit muram.


" Kak Intan gak apa-apa, mungkin karena kak Intan mengantuk kali ya. heee...!" Intan berdalih.


" Kalau kak Intan ngantuk kak Intan tidur aja dulu disini!" Citra menepuk sofa yang ia duduki.


Intan tersenyum. " Kak Intan pamit pulang dulu aja ya, gak apa-apakan kamu kakak tinggal?" Intan menepuk pundak Citra pelan.


" Gak apa-apa kak, sebentar lagi juga kak Bayu datang" Citra tersenyum manis.


" Yaudah kak Intan pamit, salam buat bibi ya. !" Intan menoleh kearah Ratih yang tengah tertidur pulas setelah minum obat


" Iya nanti aku sampaikan ke ibu kalau sudah bangun, kak Intan hati-hati ya!"


" Iya!" Intan Tersenyum lalu melangkah keluar.

__ADS_1


Setelah sampai diluar rumah sakit Intan menyetop taksi yang melintas dihadapannya lalu taksi itu berhenti dan Intan masuk kedalamnya. taksi melaju meninggalkan area rumah sakit tidak lama taksi yang ditumpangi Intan beranjak pergi mobil Reno datang.


Didalam taksi Intan duduk termenung pandangannya menyapu jalan. hatinya terasa tercungkil setiap kali suara Reno terniang ditelinganya. Intan menutup telinganya dan menggelengkan kepala berkali kali.


supir taksi melirik dari kaca spion karena merasa khawatir supir itupun memberanikan diri untuk bertanya.


" Nona apa anda baik-baik saja?" Pak supir melirik dari spion.


Intan yang mendengar suara pak supir seketika tersadar dan berhenti, melepaskan tangan yang menutup telinganya dan menatap pak supir dengan rasa malu.


" Aku.... aku baik-baik saja pak, maaf!" Intan lalu diam dan tertunduk.


" Syukurlah kalau nona baik-baik saja!" Supir itu tersenyum. " Jika nona ada masalah sebaiknya jangan dipendam dalam hati. cari tau penyebabnya dan juga cara menyelesaikan masalah yang sudah membuat nona merasa gelisah. setiap manusia pasti akan menghadapi masalah. karena mungkin itu salah satu ujian untuk kita melewati tingkatan hidup yang lebih baik. jadi jangan bersedih ya nona. anda sangat cantik sangat disayangkan jika kecantikan anda tertutup oleh wajah muram anda.!" ucap sang Supir taksi panjang lebar.


" Pak supir bisa aja!" Intan tersenyum


Pak supir meliriknya" Nah gitu dong non, kalau tersenyum gitu kan Cantik!" Supir tertawa kecil dan Intan pun ikut tertawa.


" Terima kasih ya pak!" Ucap Intan.


" Sama-sama non!" Timpal pak supir.


_____________


Di rumah sakit.


Reno setelah memarkirkan mobilnya ia langsung pergi menuju ruangan Ratih. tidak berapa lama Reno sudah berada didepan pintu kamarnya saat tangannya hendak membuka pintu bersamaan dari dalam seseorang sudah lebih dulu membuka pintu tersebut.


" Kak Reno!" Sapa Citra yang terkejut melihat Reno berdiri didepan pintu.


Reno tersenyum dan teelihat kikuk.


" Apa Kak Reno datang kesini untuk menjemput kak Intan?" Citra menebak


" Iya, apa Kak Intan ada didalam?" tanya Reno sambil mengedarkan pandangan ke dalam ruangan.

__ADS_1


" Citra, kamu sedang bicara dengan siapa? "


Teriak Ratih dari dalam ruangan.


" Kak Reno bu!" Sahut Citra berteriak


" Kenapa diam saja disitu, suruh masuk!" Kali ini Bayu yang berteriak.


" Ayo kak Reno masuk !" Ajak Citra.


Reno dan Citra jalan beriringan menghampiri Ratih yang sedang bersender di ujung tempat tidur sambil memakan buah yang sedang kupas oleh Bayu. saat memasuki ruangan tersebut pandangan Reno menyapu sekeliling mencari keberadaan Intan tapi dia tidak dapat melihat keberadaan Intan diruangan tersebut.


" Apa kabar bi, bagaimana keadaan bibi sekarang?" Tanya Reno


" Alhamdulillah sudah membaik, nak Reno. jika besok hasilnya tetap stabil bibi sudah diperbolehkan pulang!" Jawab Ratih menjelaskan.


" Oia bi, dimana Intan? kenapa tidak kelihatan?" Reno menyapu kesekeliling ruangan.


" Kak Intan sudah pergi kak, kelihatannya kak Intan lagi kurang sehat.!" jawab Citra yang sedang duduk disofa


" Apa Intan sedang sakit?" Reno nampak khawatir.


" Sepertinya, kenapa kakak tidak menghubungi telpon kak Intan aja, kak Intan belum lama kok perginya!" Sahut Citra


" Hp kak Intan tidak aktif, aku sudah berkali kali menghubunginya!" Reno terlihat gusar


" Mungkin batrenya habis!" Citra beranjak dari duduknya dan menghampiri ibunya.


" kau benar, bisa saja batrenya habis!" Reno tersenyum tipis. " Ya sudah kalau begitu aku pamit pergi, semoga cepat sembuh ya bi!"


" terima kasih nak Reno!"


" Aku pamit. citra, Bayu!"


Bayu langsung beranjak dar duduknya dan mengantar Reno sampai depan pintu.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikum salam!" Jawab Bayu dan Reno pun pergi dari hadapan Bayu untuk bertemu dengan Intan yang entah berada dimana.


__ADS_2