RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Ke Club


__ADS_3

Reihan masuk kedalam kamarnya di lihatnya Cahaya tengah duduk bersandar di ujung tempat tidur. dengan langkah pelan Reihan menghampiri Cahaya seulas senyum manis pun tak lepad dari wajah tampannya. Cahaya menepuk sudut kasur yang kosong meminta Reihan segera naik ketempat tidur dan duduk disisinya.


Reihan bukannya naik dia malah duduk ditepi kasur. Cahaya merasa ada yang aneh dengan sikap Raihan dan langsung beringsut mendekat kearah suaminya.


" Ada apa mas?" Tanya Cahaya penasaran.


Lagi dan lagi Reihan bukan langsung menjawab tapi malah memperlihatkan senyum manisnya.


"Ishhhh.... bukan jawab malah senyam senyum kaya gitu. nyebelin tau gak!" Kesal Cahaya lalu cemberut. Reihan terkekeh melihat wajah cemberut Cahaya yang begitu menggemaskan.


"Kamu tuh ya bikin mas gemes aja kalau lagi cemberut gini!" Reihan mencubit gemas kedua pipi Cahaya.


" Sakit tau!" Cahaya menepuk tangan Reihan yang masih menempel dipipinya.


" Aku minta maaf sayang!" Reihan mengelus rambut Cahaya lembut.


" Maaf untuk apa mas?" Cahaya menatap manik mata Reihan intens.


" Maaf karena mas mau keluar sebentar bersama Mas mu Reno!" terang Reihan dengan tangan masih mengelus rambut Cahaya.


" Mau kemana mas, ini kan sudah malam kenapa mendadak gini sih?" Kesal Cahaya.


" Iya karena itu mas minta maaf, mas sm Reno ada urusan yang harus diselesaikan malam ini. mas gak bisa lama-lama sayang Tio pasti sudah menunggu mas!" Reihan berdiri dan Cahaya pun turun dari tempat tidur.


" Kamu tidur aja duluan , mas usahin untuk secepatnya pulang!" Reihan mengecup kening Cahaya lalu berjalan kearah lemari dan mengambil sebuah jaket hitamnya. Reihan berjalan keluar sambil menggunakan jaketnya.


Reihan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa karena saat keluar dari pintu kamar Tio telah menghubunginya dan memberitahu kalau dia dan anak buahnya sudah berada di Star Club.


Reno sudah menunggunya di mobil karena saat ingin berpamitan pada Intan ternyata Intah sudah tertidur lelap. Reno tidak ingin mengganggu tidur Intan yang terlihat sangat pulas. karena itu Reno memutuskan untuk keluar tanpa pamit. toh dia tau Reihan pasti sudah pamit pada Cahaya jikalau pun Intan mencarinya Cahaya pasti akan memberitahunya.


Reihan menghampiri Reno yang berada didalam mobil. " Kita naik mobil masing-masing agar Amira tidak curiga. dan jangan lupa pakai jam yang aku berikan tadi. !" tegas Reihan.


" Iya, ni!" Reno memperlihatkan jam tangan yang melingkar ditangannya.

__ADS_1


" Ya udah kita berangkat sekarang!" lanjut Reno.


Reihan bergegas masuk ke dalam mobilnya dan Mobil Reno melaju lebih dulu mobil yang Reihan kendarai mengekor dibelakangnya.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Di Star Club


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit mobil yang dikendarai Reno dan Reihan sampai juga di parkiran Star Club. Reno keluar lebih dulu dari mobilnya dan langsung masuk kedalam Club. sementara mobil Reihan yang terparkir tidak jauh dari mobil Reno keluar belakangan. setelah melihat Reno telah masuk Reihan baru keluar dari dalam mobilnya dan Tio yang melihat kedatangan Reihan dengan cepat langsung menghampirinya dan memberikan topi untuk Reihan pakai.


Reihan dan Tio masuk ke dalam Club dan sebelumnya anak buah Tio sudah lebih dulu masuk memeriksa keadaan didalam.


Di dalam Club mata Reno bergerilia mencari sosok wanita yang ingin bertemu dengannya tapi karena suasana begitu ramai dan lampu disko yang kerlap kerlip membuat mata Reno sulit menemukannya. dan saat berbalik ingin melangkah keluar tiba-tiba tangan halus nan lembut sudah menggelayut di lengan kekarnya.


" Mau kemana sayang?" Ucapnya manja.


Reno menoleh dan melihat tangan putih nan mulus yang melingkar dilengannya dan terus keatas sampai terlihat wajah wanita cantik tengah tersenyum manja padanya.


" Kau!" Ucap Reno terkejut.


" Di sini saja!" ucap Reno


" Baiklah jika itu mau mu didalam ataupun di luar bagiku sama saja asalkan itu selalu bersamamu sayang!" Goda Amira yang membelai dada bidang Reno dengan nakal.


" Singkirkan tanganmu!" Tegas Reno.


" Cihh..!" Decak kesal Amira. " Kau tidak boleh menolakku, karena kau itu hanyalah milikku!" Amira kembali menggoda Reno dan mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Reno.


Tubuh Amira yang seksi di tambah penampilan busananya yang bisa dibilang baju tidak layak pakai karena terlalu terbuka membuat Reno merasa gerah berada didekat Amira. melihat wajah Reno yang berkeringat Amira langsung menepuk kedua tangannya memanggil salah satu pelayan di Club tersebut. dan tidak butuh waktu lama seorang pelayan datang menghampirinya dengan membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk .


Amira memberikan jus jeruk itu kepada Reno karena Amira yakin jika Amira memberinya wine Reno pasti dengan tegas akan menolaknya.


Reno awalnya ingin menolak. " Tenang aja sayang, ini cuma jus jeruk kok. aku tahu sayang kau pasti akan menolak jika aku memberimu wine. benarkan. minumlah kau pasti hauskan!" pinta Amira dengan senyum penuh arti.

__ADS_1


Reno yang memang merasa haus tidak menaruh curiga apa-apa pada Amira dan langsung meneguk jus jeruk tersebut sampai setengahnya.


Amira tersenyum penuh kemenangan. Bagaimana kalau kita turun. kita joget bersama bagaimana menurutmu!" Ajak Amira manja.


" Tidak, sebaiknya cepat katakan sekarang, ada apa kau ingin bertemu denganku?" tanya Reno dengan menahan rasa sakit kepalanya.


" Sial rupanya Amira memberi obat dalam minuman tadi!" Gumam Reno dalam hati.


Amira tersenyum dan membelai wajah Reno lembut namun dengan cepat Reno langsung menepis tangan Amira. " Cepat katakan!" Tegas Reno dengan napad yang kian memburu.


" Ada apa denganku, kenapa rasanya sungguh tidak nyaman. panas sekali!" Gumam Reno kesal.


Amira semakin menggelayut manja pada Reno membuat tubuh Reno semakin terasa terbakar. " Ada yang tidak beres!" Batin Reno.


Reihan dan Tio yang berada tidak jauh dari Reno masih terus menperhatikannya. menunggu sampai Reno menekan jam tangannya.


" Aku... aku mau ke toilet !" Ucap Reno yang merasa sulit mengendalikan dirinya lagi bila terus menerus berada didekat Amira.


" Biar aku temani!" Bujuk Amira.


" Tidak perlu, aku bisa sendiri.!" Tolak Reno. dengan segera Reno berdiri dan memaksakan dirinya untuk pergi sejauh mungkin dari Amira.


" Ikuti dia!" Titah Amira kepada anak buahnya.


Reihan yang melihat Reno beranjak dari tempat duduknya langsung mengikuti arah kemana Reno pergi dan saat Reno masuk kedalam toilet Reihan dengan segera ikut masuk kedalam toilet tersebut dengan salah satu anak buah Tio yang mengikuti. sementara anak buah Amira dengan sigap menjaga di pintu toilet tanpa curiga dengan Reihan dan Leo yang masuk kedalam toilet.


Di dalam toilet Reno merasa kepanasan dan menyiram wajahnya dengan air. Reihan yang melihat gelagak aneh pada Reno dengan segera menyuruh Leo untuk membuka jaketnya dan memakaikannya pada Reno beserta topi yang tadi Leo pakai. Reihan memerintahkan Tio dan beberapa anak buahnya masuk kedalam kamar mandi untuk mengelabui anak buah Amira yang tengah berjaga diluar dan dengan cepat beberapa anak buah Tio sudah berada di depan toilet berusaha mengalihkan perhatian anak buah Amira. saat kondisi terlihat aman dengan cepat Reihan membawa Reno pergi dari Club tersebut. dan Reihan memberikan kunci mobilnya pada Tio sementara dia membawa Reno pulang dengan mobil milik Reno. melihat kondisi Reno yang terus berteriak kepanasan dan membuka bajunya membuat Reihan dengan cepat menancap gas menuju kediamannya.


Untung malam hari kondisi jalanan begitu lengang jadi Reihan dengan cepat bisa sampai di kediaman rumah mereka. dua orang penjaga yang bertugas berjaga didepan rumah dengan sigap membantu Reihan yang baru keluar dari dalam mobil dan memapah Reno dengan keadaan yang begitu sangat memperigatinkan. menahan gejolak panas yang ada ditubuhnya. Reihan dibantu dengan mang asep salah satu penjaga rumah membawa Reno kedalam rumah dan langsung membawanya ke dalam kamar Intan dan tentunya Reihan mengetuk pintu terlebih dahulu. Saat Intan membuka pintu betapa terkejutnya Intan melihat kondisi Reno .


" Ada apa ini? apa yang terjadi dengan mas Reno Rei... ?" Tanya Intan yang masih merasa canggung menyebut nama atasannya. Intan yang panik segera menyuruh Reihan untuk membawa Reno ke kasur sampai diatas tempat tidur Reno berguling kesana kemari dan melepaskan jaket dan bajunya begitu saja karena sewaktu dimobil Reno sudah membuka kancing bajunya.


" Mas Reno!" lirih Intan.

__ADS_1


" Urus dia dan hanya kamu yang bisa mengobatinya saat ini!" Reihan tersenyum penuh arti dan segera keluar dari kamar Reno dan Intan.


__ADS_2