RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Cahaya menangis


__ADS_3

Di rumah yang sangat sederhana jauh bila dibandingkan dengan rumahnya yang dulu. Widia menangis terus menerus tidak bisa menerima kenyataan kalau rumahnya yang begitu besar kini berubah berkali kali lipat lebih kecil dengan rumahnya yang dulu.


Reihan merasa kasihan kepada mamahnya namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. perusahaannya sudah jatuh dan kini dia hanyalah seorang pengangguran.


Reihan menjalani hidupnya dengan sisa uang tabungan yang ia miliki. Bram merasa sedih dengan keadaan yang menimpa mereka.


" Karena wanita itu kita hidup seperti ini, awas saja kalau bertemu denganku.. aku akan membuat perhitungan dengannya!" ucap widai kesal.


" Jangan bertidak yang macam-macam. kini kita sudah tidak punya apa-apa, jika kau melakukan hal yang buruk padanya dan dia menuntutmu kau mau melakukan apa?" Bram memperingatkan.


Reihan masuk kedalam rumah membawa makanan dan widia mengambilnya lalu menyiapkan makanan tersebut untuk mereka makan bersama.


suasana begitu hening tidak ada yang bicara saat makan bersama, Reihan menatap sedih kepada kedua orangtuanya. ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa dalam mempertahankan perusahaan papahnya.


Widia mengaduk-aduk makanannya dan tidak memakannya. Bram menoleh kearah isterinya dan menatapnya lekat.


" Kau dari tadi hanya mengaduk-aduk makananmu saja, makanlah jangan sia -siakan makanan!" ucap Bram.


Widia menatap wajah bram sekilas lalu menyuap makanannya walaupun terasa berat. bram tersenyum tipis melihat widia yang akhirnya memakan makanannya.


Reihan merasa sedih melihat mamahnya hanya diam membisu.


Setelah makan Bram kembali kekamarnya, widia membereskan bekas makan mereka sementara Reihan kembali keluar pergi untuk mencari pekerjaan. karena ia merasa keuangannya semakin menipis. selain untuk makan ia pun harus membawa papahnya untuk berobat.


_________________

__ADS_1


Cahaya merasa terkejut mengetahui Reihan telah jatuh bangkrut. Reno tahu adiknya pasti akan sedih jika mengetahui keadaan keluarga suaminya.


" Mas bagaimana keadaan mas Reihan, mengapa mas melakukan ini mas?" Cahaya menangis merasa sedih dengan nasib suaminya.


" Ini semua diluar sepengetahuan mas Cahaya, Mamah yang melakukan ini semua. dan kamu jangan marah pada mamah karena mas tau mamah punya alasab tersendiri melakukan semua ini. karena mamah sangat menyayangimu Cahaya!" Terang Reno.


Cahaya terus menangis merasa khawatir dengan keadaan suaminya sekarang. Reno memeluk adik kesayangannya itu.


" Cahaya, berhentilah menangis kasihan bayi yang ada dalam perutmu, dia juga pasti akan merasa sedih jika ibunya terus seperti ini!" Reno mengelus lembut kepala Cahaya.


" Tapi mas aku merasa khawatir dengan mas Reihan!" Cahaya menatap lekat mata Reno.


" Mas mengerti, tapi kamu juga harus memikirkan anakmu. mas yakin Reihan pasti bisa melewati semua ini.!" Hibur Reno.


" Mas aku mau bertemu dengannya!" lirih Cahaya dan menunduk.


Cahaya mendongak dan menatap netra sang kakak. " Iya mas, makasih ya mas!" cahaya tersenyum.


_______________


Reno kembali ke kota dan langsung bertemu dengan mamahnya. Sekar dan Reno sempat berdebat. Sekar tidak setuju dengan kemauan Reno yang ingin menyatukan kembali Reihan dan Cahaya. Sekar sudah terlanjur sakit hati dengan perbuatan widia dan Reihan yang tidak bisa bertindak tegas kepada ibunya.


" Kau mau aku menyetujui pendapatmu itu?" Sekar emosi.


" Mah saat ini yang Cahaya butuhkan adalah Reihan. Cahaya sangat mencintai suaminya dan mengetahui keadaan Reihan sekarang Cahaya setiap hari terus saja menangis. aku tidak mau melihat adikku terus menerus sedih mah aku ingin Cahaya hidup bahagia. jika kebahagiaannya ada pada Reihan kenapa kita tidak memberikannya kesempatan!" Tutur Reno.

__ADS_1


Sekar tetap dengan keteguhannya tidak ingin melihat Cahaya sakit hati lagi dengan perbuatan Reihan dan Mamahnya.


" Mamah akan memberinya satu kesempatan dan sebelum itu kau harus mencari tahu terlebih dahulu apakah mereka tulus atau berpura-pura. aku benci dengan sikap sombong mamahnya itu.!" Sekar bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Reno.


Reno membuang napas kasar. ia menyandarkan tubuhnya ke sofa dan mengusap wajahnya kasar.


" Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Reno


__________


Reihan merasa lelah pulang kerumah dengan wajah lesu. dia sudah mencari pekerjaan kesana kemari tapi masih belum ada yang mau menerimanya.


Reihan masuk kedalam rumah, wajah kecewanya berusaha ia tutupi dari kedua orang tuanya.


" Assalamualaikum!" Reihan masuk dengan tersenyum


" Wa'alaikum salam !" Sahut Widia.


" Selarut ini kamu baru pulang, kamu dari mana saja Rei?" Tanya Widia khawatir.


" Habis mencari kerja mah!" Jawab Reihan jujur.


" Terus bagaimana hasilnya?" Tanya widia penasaran.


Reihan menutup pintu lalu berjalan dan duduk disofa. " Belum rezeki mah, tapi Rei akan terus berusaha, mamah tenang saja ya!" Ucap Reihan tersenyum tipis.

__ADS_1


" Semoga berhasil ya nak!" Ucap widia dan mengelus punggung putranya lembut


__ADS_2