
Reno menuju rumah yang pernah Cahaya dan ayahnya tempati. hanya butuh waktu 30 menit dari rumah Intan mobil Reno sudah sampai didepan pintu gerbang rumah ayahnya. Reno menekan klakson mobilnya dan beberapa saat kemudian seorang pria paruh baya keluar dari dalam rumah dan berjalan buru-buru mendekat kearah pintu gerbang. pria itu membuka pintu gerbang dengan lebar dan mobil Reno dengan mudah bisa langsung masuk kedalam rumah tersebut. pria paruh baya yang tak lain adalah pak Tejo langsung menutup pintu gerbang kembali setelah mobil Reno masuk.
Pak Tejo langsung membuka pintu gerbang saat bunyi klakson mobil terdengar dari luar gerbang karena sebelumnya Reno sempat menghubunginya untuk memberitahu prihal kedatangannya.
Reno keluar dari dalam mobil dan pak tejo sudah berdiri tak jauh dari mobil Reno yang terparkir.
" Selamat malam den!" Sapa pak tejo ketika Reno berjalan menghampirinya.
" Selamat malam. pak tejo!" Reno balas menyapa pak tejo.
" Den Reno mau dibuatkan makan malam?" Tanya Pak Tejo
" Gak usah pak, aku tadi sudah makan. sekarang mau langsung mandi terus istirahat. pak Tejo juga sebaiknya istirahat saja!" Jawab Reno dengan tersenyum.
" Iya den.!"
" Yaudah. aku pamit masuk dulu ya pak tejo!" Reno langsung pergi setelah pamit pada pak tejo.
Reno masuk kedalam rumah tersebut dan menuju salah satu kamar yang ada dirumah itu. Reno mandi terlebih dahulu sebelum pergi tidur. setelah mandi Reno mengambil ponselnya dan mengetik pesan singkat lalu mengirimnya. Reno naik keatas tempat tidur setelah pesannya mendapat balasan. Reno meletakkan ponselnya diatas nakas setelah itu ia merebahkan tubuhnya dan tidak butuh waktu lama Reno sudah berada dialam mimpinya.
Reno๐ฉ" Selamat tidur sayang ..mimpikan aku ya๐!"
Intan๐ฉ" Selamat tidur juga mas, ๐. gak mau ah๐!"
Reno๐ฉ " ๐ข"
__ADS_1
Intan๐ฉ "๐"
" Tidur sana ๐๐๐๐!"
Reno๐ฉ" Iya sayang๐"
Intan pun sudah menyusul Reno pergi ke alam mimpinya setelah membaca pesan singkat dari Reno.
_________________________
Reihan dan Cahaya duduk bersandar di ujung tempat tidur.
" Mas Reihan!" Cahaya menoleh kearah Reihan yang sedang sibuk dengan leptop di pangkuannya.
" Hemm...!" Jawab Reihan tanpa menoleh.
" Iya, ada apa?" Reno masih fokus dengan layar leptopnya dan tidak menoleh kearah Cahaya yang tengah memanggilnya.
" Mas Reihan!" panggil Cahaya lagi dengan suara yang sudah meninggi.
" Iya ada apa sayang?" Reihan menoleh kearah isterinya yang sudah memasang wajah cemberut. " Kenapa isteriku memasang wajah cemberut seperti itu?" Reihan menutup leptopnya dan meletakkannya diatas nakas.
" Ada apa sayang?" Reihan menarik pinggang Cahaya hingga membuat tubuh Cahaya merapat ketubuh kekarnya.
"Mas lebih memperhatikan leptop mas dibandingkan aku!" Cahaya merajuk merasa diacuhkan.
__ADS_1
" Kamu ini bicara apa sih sayang?" Reihan menggeser tubuh Cahaya hingga menghadap kearahnya dan menangkup wajah isterinya dengan kedua tangannya.
" Maafin mas ya sayang, bukan maksud mas untuk mengacuhkan isteri mas tercinta ini tapi mas harus menyelesaikan pekerjaan mas secepatnya karena mas sudah memutuskan untuk menerima tawaran yang diberikan oleh mas Reno!" Reihan menatap manik mata Cahaya lekat dan mendaratkan ciuman dikening sang isteri.
" Mas beneran menerima tawaran dari mas Reno?" Cahaya berbinar mendengar Reihan menerima tawaran yang diberikan Reno untuk memimpin perusahaannya lagi.
" Iya sayang, jadi gak usah cemberut lagi ya!" Reihan mencubit pipi Cahaya gemas.
" Hemm...!" Cahaya mengangguk lalu berhambur memeluk suaminya erat.
Reihan tersenyum dan membalas pelukan Cahaya hangat.
" Ya udah mas lanjutkan saja kerjanya, aku gak akan ganggu mas, aku mau tidur aja!" Cahaya mendorong pelan tubuh Reihan dan melepaskan pelukannya.
" Mas bisa menyelesaikan pekerjaan kantornya nanti saja setelah mas menyelesaikan pekerjaan yang satu ini!" Reihan mengedipkan matanya genit Cahaya mengernyitkan alis menangkap aura mesum dari tatapan suaminya.
" Pekerjaan apa?" Cahaya pura-pura polos.
" Pekerjaan yang ini!" Reihan langsung menerkam tubuh Cahaya dan menindihnya.
Cahaya hanya bisa pasrah menerima serangan dari suami tercintanya. menolakpun rasanya percuma karena Cahaya sendiri yang sudah membangunkan harimau tidur. Reihan memberi serangan demi serangan kepada isterinya dengan lembut Cahaya menikmati setiap sentuhan lembut yang diberikan oleh suaminya.
Reihan menyelesaikan pekerjaannya yang satu ini dengan lancar dan penuh semangat.
Cahaya dibuat kelelahan dan akhirnya terlelap.
__ADS_1
Reihan yang melihat isterinya tertidur karena kelelahan akibat serangan yang diberikannya tersenyum tipis dan menyelimuti tubuh isterinya sampai keleher. Reihan pergi kekamar mandi membersihkan tubuhnya yang lengket. Selesai mandi Reihan mengambil leptopnya diatas nakas lalu naik keatas tempat tidur duduk bersandar di pucuk kepala tempat tidur dengan leptop dipangkuannya. Reihan membuka leptopnya dan kembali berkutat dengan tombol-tombol keyboardnya menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda. Reihan ingin menyelesaikan pekerjaannya secepatnya karena besok adalah hari terakhir ia bekerja di kantornya sebelum Ia kembali memimpin perusahaannya yang dulu.
Malam semakin larut tanpa terasa sudah jam 3 pagi Reihan menggerakan kepala kekanan dan kekiri merenggangkan otot -ototnya yang terasa kaku. Reihan menutup leptopnya setelah pekerjaan kantornya yang melelahkan itu selesai. dia meletakkan leptopnya diatas nakas lalu merebahkan tubuhnya yang lelah disamping Cahaya memeluknya erat dan tidak berapa lama Reihanpun pergi kealam mimpi.