RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
PANIK


__ADS_3

CEKLEKKKK....


keluarlah dokter harry dari ruangan tersebut.


Reihan berhambur menghampirinya.


" Bagaimana keadaannya, apa dia baik-baik saja?" tanya Reihan yang tanpa sadar sangat mengkhawatirkan cahaya.


" Kondisinya saat ini sangat lemah, dia butuh banyak darah, untung saja stok persediaan darah di rumah sakit ini mencukupi jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya karena dia kehilangan begitu banyak darah" tutur harry.


" Rei... apa yang menyebabkan gadis itu begitu putus asa? bukankah kalian akan segera menikah?" tanya harry penasaran.


Reihan berjalan kedinding disandarkan tubuhnya dengan wajah tertunduk.


" aku sendiri tidak tahu kenapa gadis itu begitu bodoh, aku kira setelah aku bersedia menikahinya gadis itu akan merasa senang" ujar Reihan.


" Rei... temanilah dia, saat ini dia sangat membutuhkanmu. semua yang terjadi padanya itupun atas perbuatanmu juga bukan? sebagai teman aku hanya mengingatkan tarulah simpatikmu sedikit saja pada gadis itu jangan selalu kau samakan dia dengan wanita wanita yang kau kencani, gadis itu terlalu berharga jangan sampai kau menyesalinya Rei". harry sedikit menasehati menepuk bahu Reihan lalu pergi meninggalkannya.


kondisi cahaya berangsur membaik sehingga dia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.

__ADS_1


gadis itu berbaring lemah diatas tempat tidur pasien dengan selang infus menempel ditangannya. Reihan duduk disampingnya bersandar dikursi dengan kedua tangan dikepalanya melepas rasa lelah.


**********


seperti biasa mbok ijah bangun pagi - pagi masak untuk menyiapkan sarapan.


setelah selesai masak mbok ijah manatanya dimeja makan saat ingin kembali kedapur sejenak pandangannya terhenti ketika melihat ada bercak merah dilantai, mbok ijah lalu memastikan apa yang dilihatnya sontak ia terkejut melihat tetesan darah yang mengarah ke pintu utama yang terbuka.


" Tu...tuan....tuan..!" teriak mbok ijah sambil berlari kekamar tuan besar.


bramantyo membuka pintu kamarnya dan dilihatnya mbok ijah yang sedang berdiri dihadapannya penuh kepanikan.


" Tu... tuan tidak apa apa?" tanya mbok ijah cemas


" kami baik baik saja mbok" jawab widia yang datang menghampirinya. " ada apa memangnya mbok?" widia balik bertanya.


" ada darah yang berceceran dilantai nyonya dan pintu utama juga tidak terkunci." jawab mbok ijah dengan sedikit membungkukkan badan.


" darah? darah apa mbok?" bramantyo terkejut dengan ucapan mbok ijah

__ADS_1


" maaf tuan saya juga tidak tahu".


bramantyo lalu berjalan menuju pintu utama widia dan mbok ijah mengiringi dibelakang.


"darah? darah siapa ini?" gumam bramantyo dengan tatapan mata mengikuti jejak tetesan darah yang mengarah ke lantai atas.


" mbok Reihan pulang jam berapa semalam? apa jangan-jangan dia yang terluka mbok?" bramantyo menyimpulkan.


" maaf, saya kurang tahu tuan"


"maksud papah Reihan..." ucap widia terhenti dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


bramantyo langsung berlari menaiki anak tangga dengan perasaan khawatir. namun langkahnya terhenti saat melihat tetesan darah itu mengarah pintu kamar cahaya yang terbuka.


bramantyo masuk kedalam kamar tersebut tapi tidak menemukan cahaya disana. pikirannya semakin buruk ketika ia pergi kekamar Reihan dan putranya tidak ada diruangan tersebut.


" pah...pah... dimana Reihan?" tanya widia sambil mengguncang tubuh bramantyo yang berdiri mematung dengan pikiran yang entah kemana.


bramantyo mengambil ponsel disaku celananya dipencet tombol bernamakan Reihan. berulang kali ia menelpon tapi nomor yang dituju sedang tidak aktif.

__ADS_1


__ADS_2