RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Kemarahan Reno


__ADS_3

Karena merasa khawatir Intan yang tak kunjung datang Reno akhirnya memutuskan untuk menyusulnya ke toilet.


" Maaf, aku permisi ke toilet dulu!" ucap Reno dengan wajah yang sudah terlihat tegang.


sampai di depan toilet Reno sedikit ragu-ragu antara mau masuk atau tidak namun tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara wanita dari balik punggungnya.


" pak Reno sedang apa disini, ini kan toilet wanita?" tanya Lintang yang berjalan semakin mendekati.


" Ahh.... Lintang kamu mengejutkan saya saja, tapi untunglah kau disini!" ucap Reno


" memangnya ada apa pak?" tanya Lintang bingung


" Tolong sekarang kamu masuk kedalam dan lihat apa Intan masih ada di dalam sana, soalnya sejak tadi datang sampai sekarang dia belum juga kembali!" Reno menjelaskan


" Mak.. maksud bapak Intan sudah datang dari setadi gitu tapi dia langsung ke toilet?" tanya Lintang masih dalam rasa tidak percaya.


" iya tadi kami datang bersama-sama!" Jawab Reno


" Ya sudah cepat kamu masuk, saya khawatir takut terjadi sesuatu sama Intan!" mungkin jika saat ini toilet sepi Reno akan bergegas masuk tapi kenyataannya saat ini toilet wanita sedang ramai dan tidak mungkin Reno masuk begitu saja dan untungnya Lintang datang tepat pada waktunya.


Lintang masuk kedalam toilet. satu persatu pintu toilet di ketuk olehnya dan memanggil nama Intan tapi sayangnya ternyata Intan tidak ada didalam. perasaan Lintang entah kenapa jadi terasa tidak enak pikirannya jadi tidak tenang. Lintang bergegas keluar dan memberitahu Reno jika Intan tidak ada didalam toilet.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Reno mendengar pertanyaan Lintang jika Intan tidak berada di dalam. pikirannya pun jadi tidak karuan Reno meraih ponselnya dan menekan nama Intan di layar ponselnya namun berkali kali dihubungi nomor Intan dalam mode tidak aktif. Reno terlihat frustasi ia mengacak rambutnya kasar. wajahnya terlihat panik dan tegangan.


Reno dengan segera menghubungi Bima dan juga Reihan memberitahu perihal hilangnya Intan. Lintang terlihat bingung dengan situasi yang dilihatnya Reno yang selaku atasannya di kantor begitu mengkhawatirkan Intan yang hanya seorang bawahan. Lintang masih belum tahu hubungan di antara keduanya dan dia hanya menatap Reno dengan pikiran aneh yang penuh rasa penasaran.


Reno memberi tahu Bayu kalau Intan tidak ada di toilet dan dengan cepat Bayu langsung menghampiri Reno. " Apa kau sudah menghubunginya?" tanya Bayu terlihat ikut panik dengan ketidak beradaannya Intan.


Tidak berapa lama Bima datang bersamaan dengan kedatangan Reihan dan Tio. Lintang yang masih berada diantara para petinggi merasa bingung dengan situasi yang ada di hadapannya. Bayu melirik Lintang dan melihat raut wajah Lintang yang bingung dan juga cemas.


Bayu mendekati Lintang dan menepuk bahunya pelan. " kenapa?" tanya Bayu pelan seperti berbisik yang dijawab gelengan oleh lintang.


" kenapa Intan bisa datang bersama pak Reno dan pak Reno juga pak Reihan terlihat begitu serius dan tegang, ada apa sebenarnya?" tanya Lintang pada Bayu dibalik rasa ingin tahunya.


" nanti juga kamu akan tahu sendiri!" jawab Bayu santai.


Reno menarik napas panjang, Reihan menepuk bahunya pelan menenangkannya. Reihan meminta Tio dan Bima mengecek cctv yang ada di cafe tersebut terutama di area toilet. Murni nampak tegang dan gelisah mendengar perintah Reihan pada asistennya.


Andra menoleh ke arah Lintang menaikkan alisnya keatas seakan bertanya apa yang terjadi tapi Lintang yang mengerti maksud Andra tidak berani menjawab ia hanya menaikkan sedikit bahunya.


Andra dan Edo akhirnya saling senggol merasa bingung dengan ketegangan yang ada disekitar mereka. sementara Murni yang merasa takut ulahnya diketahui mencari cara untuk menghindar.


Reihan sedari awal kedatangannya sudah memperhatikan gerak gerik Murni yang nampak gelisah namun sikapnya seolah biasa saja menyembunyikan kecurigaannya pada wanita yang ada dihadapannya itu.

__ADS_1


" Maaf semuanya karena menunggu Intan yang belum juga datang saya rasa saya tidak bisa menunggunya lebih lama lagi karena saya masih ada keperluan jadi saya mau pamit terlebih dahulu, maaf ya semuanya pak Reno saya permisi duluan!" ucap Murni dengan nada bicara yang sedikit gugup dan gemetar dan hal itu tidak luput dari mata elang seorang Reihan Adiaksa Bramantyo.


Reno tidak menggubris ucapan Murni saat ini yang ada dibenaknya hanyalah keadaan Intan dan calon bayi mereka.


Reihan menghubungi seseorang setelah kepergian Murni dari cafe. tidak butuh waktu lama Bima datang dan memberi salinan cctv yang ada di cafe tersebut di layar ponselnya. sementara Tio entah pergi kemana yang pasti dia akan melakukan yang terbaik untuk atasannya.


Reno membulatkan matanya raut wajahnya seketika berubah bengis, api amarah sudah menyelimuti dirinya tangannya terkepal kuat setelah melihat isi dari cctv yang Bima tunjukkan padanya. Reihan berusaha menenangkan Reno karena ternyata dugaannya itu benar.


Melihat Reno yang begitu marah membuat Lintang meremas ujung kaos bajunya, ia tidak pernah melihat raut wajah bosnya semarah itu. Edo dan Andra semakin merasa bingung ditambah lagi melihat amarah Reno yang begitu memuncak tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bayu menghampiri Bima dan meraih ponsel yang digenggam Bima setelah tadi hampir saja ponselnya dibanting oleh Reno jika tidak dengan cepat di raih oleh Reihan.


Bayu pun merasa geram setelah melihat video rekaman itu. ia pun mengepalkan tangannya kuat.


Reno langsung beranjak dari duduknya namun baru hendak melangkah Reihan sudah mencegahnya.


" kau mau kemana, aku sudah menyuruh Tio untuk membuntuti wanita itu, aku yakin dia tahu dimana keberadaan Intan saat ini, kau tenangkan dirimu dulu!" ucap Reihan.


" Kau gila, kau menyuruhku tenang sementara aku sendiri tidak tahu bagaimana keadaan istri dan calon anakku saat ini!" geram Reno menarik kerah baju Reihan.


sontak saja sikap Reno membuat Lintang Andra dan juga Edo terpaku dengan ucapan yang Reno lontarkan.


" I.. isteri dan calon anak?" gumam Lintang yang begitu shock begitu juga dengan Andra dan Edo. Bayu bersikap biasa saja karena dia sudah tahu semuanya.

__ADS_1


Reihan melepaskan tangan Reno dari kerah bajunya, lalu menepuk-nepuk bahu Reno yang terlihat begitu frustasi. dia tahu saat ini Reno sedang kacau pikirannya. Reihan tidak mempermasalahkan sikap Reno terhadapnya.


Tiba-tiba ponsel Reihan berdering....


__ADS_2