
Malam itu Clara memutuskan menerima tawaran Widia untuk bermalam dirumahnya tentu saja hal itu membuat Clara merasa sangat senang baginya ini sebuah lampu hijau merpermudah jalannya memiliki Reihan seutuhnya.
* Didalam kamar Cahaya.
Setelah Reihan masuk bersama Clara, Cahaya bergegas naik kelantai atas dan masuk kedalam kamarnya. Di dalam kamar Cahaya menjatuhkan kasar tubuhnya di atas tempat tidur ia menangis sejadi-jadinya mengingat kejadian tadi dipekarangan rumah.
CAHAYAđź’”
" Kau tega sekali mas, kau berikan aku harapan dan impian tapi sekejap kau hancurkan begitu saja. rasanya sakit teramat sakit hati ini, didepan mataku kau asik menikmatinya tanpa memikirkan bagaimana hancurnya perasaanku, jika memang kau masih sangat mencintainya mengapa kau berikan aku harapan mas. aku membencimu mas kau jahat."
Batin Cahaya. Dengan menenggelamkan wajahnya di selimut Cahaya menangis sesenggukan.
Betapa malangnya gadis ini sejak kecil sudah ditinggal oleh ibunya yang pergi karena masalah ekonomi yang baginya tak cukup memenuhi kehidupannya. dihari ulang tahunnya ayahnya bahkan meninggalkannya karena kecelakaan belum sembuh luka dihatinya seorang pria dengan seenaknya merampas mahkota yang paling berharga miliknya dan kini disaat ia mulai bangkit dari keterpurukkannya, orang yang ia anggap sebagai penyemangat dan ia mulai membuka hati sekejap telah menghancurkan hatinya berkeping - keping.
__ADS_1
Ceklekkk...
Suara pintu dibuka dari luar, langkah kaki perlahan berjalan mendekat kearahnya. Reihan yang masuk kedalam kamar dengan perasaan yang gak karuan menghentikan langkahnya dan berdiri menatap tubuh yang bergetar kencang dibalik selimut.
ia tahu dibalik selimut itu cahaya sedang menangis karena kesalahan yang telah ia perbuat. saat ia ingin melangkah mendekat kearah cahaya seketika ia berhenti dan lebih memilih untuk masuk kedalam kamar mandi untuk mrmbersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Dari dalam kamar mandi terdengar suara gemericik air, Cahaya yang mendengar suara air tersebut langsung bangun dan menghapus airmata yang sudah membasahi pipinya. Cahaya berusaha untuk bersikap tenang menahan rasa sakit yang menyesakkan dadanya. ia lalu duduk bersandar ditempat tidur sambil memainkan ponselnya.
Reihan keluar dari kamar mandi setelah selesai ritual mandinya, ia hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggang dan berjalan kearah lemari mengambil celana dan kaos oblong lalu memakainya.
sakit rasanya sangat sakit itulah yang Cahaya rasakan. airmatanyapun tanpa perintah langsung mrluncur begitu saja dengan derasnya.
Reihan menuruni anak tangga melihat Clara dan mamahnya sedang asik mengobrol sesekali mereka terlihat tertawa renyah.
__ADS_1
" Asik benar ngobrolnya " ucap Reihan yang menjatuhkan tubuhnya keatas sofa.
" Hai Rei, kau terlihat sangat tampan " Clara beranjak dari duduknya dan pindah ke sofa sebelah Reihan yang kosong.
" Rei, malam ini aku akan bermalam disini jadi mau kan kamu menemaniku malam ini?"
tanya Clara dengan manjanya.
" Rei, sebaiknya malam ini kau temani Clara dia pasti ingin menghabiskan waktu bersamamu melepaskan rindu kalian yang sudah bertahun-tahun." ucap widia lalu bangun dr duduknya.
" Rei...Clara mengobrollah kalian berdua. nikmatilah malam ini, mamah mau istirahat dulu." widia lalu melenggang pergi kekamarnya.
**JANGAN LUPA VOTE , LIKE DAN KOMENNYA YA.
__ADS_1
AUTHOR BUTUH DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA, AGAR BISA TETAP BERSEMANGAT DALAM MENYELESAIKAN CERITA INI**.