RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Kehadiran Sekar


__ADS_3

Suara mobil terdengar Reihan masuk kedalam rumah dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok seorang wanita paruh baya yang bertemu dengannya di butik saat bersama Clara.


" Kau..!" ucap Reihan.


" Apa kau mengenalnya Rei...?" tanya widia


" kami pernah bertemu di sebuah butik saat mengantar Clara?" jawab Reihan menatap Sekar.


" Ada apa sebenarnya, kenapa terlihat begitu tegang?" Reihan memperhatikan raut wajah semuanya.


" Dia yang menyebabkan perusahaan kita hancur.. wanita inilah penyebabnya!" Widia menunjuk nunjuk sekar dengan kasar.


" Apa, Jadi Anda Nyonya Sekar dari Presdir SC Grup dan Camelia SC Grup?" Reihan terkejut.


" Kau benar sekali. aku ingin tahu apakah setelah ini kalian masih bisa bersikap sombong!" Sekar mendelik menatap nanar widia


" Apa tujuanmu melakukan ini kepada keluargaku?" Reihan sedikit emosi.


" Aku rasa papahmu sudah tau jawabannya, silahkan beritahu mereka apa tujuanku?" Sekar menyeringai kecut


" Pah, apa maksud ucapannya? Jelaskan semuanya pah!" Reihan mendekati Bram.


Bram membuang napas kasar dia merasa berat untuk mengatakannya.


" Semua ini karena ke egoisanmu mah, kau selalu bersikap buruk terhadap Cahaya. sekarang mana wanita itu yang selalu kau bangga-banggakan itu? apa dia kabur setelah tau Reihan bangkrut?" Bram menatap tajam ke widia.


" Selesaikan urusan keluarga kalian, aku masih berbaik hati untuk memberi kalian sedikit waktu untuk berkemas!" Sekar pergi meninggalkan kediaman rumah bram.

__ADS_1


Reihan merasa bingung dengan keadaan yang terjadi semua diam setelah sekar pergi dan tak terlihat lagi.


" Pah jelaskan semuanya padaku, siapa wanita itu dan mengapa dia melakukan semua ini pada kita?" Tanya Reihan memecah keheningan.


Bram bingung bagaimana mengatakan semuanya pada Reihan dan Widia. Bram menarik napas panjang berusaha menjelaskan semuanya.


" Wanita itu Sekar dia..... !" Bram diam sejenak merasa berat " Dia Isteri sahabatku Darmawan!" Ucap Bram


" Isteri Darmawan ayah Cahaya?" Tanya Reihan.


Bram menganggukan kepalanya dan tertunduk.


" Maksudmu dia itu ibunya Cahaya?" Widia terkejut dengan apa yang dia dengar.


" Iya!" Jawab Bram singkat.


" Cahaya dan Reno adalah saudara kembar. Reno dibawa oleh ibunya pada saat usianya berumur 1 Tahun. dan aku juga tidak tau apa yang membuat sekar dan darmawan berpisah!" terang Bram.


" Aku berpikir mereka selama ini menjalin hubungan ternyata Reno melakukan ini karena ingin melindungi saudara kembarnya.!" gumam Reihan


Widia masih merasa tidak percaya kini kehidupannya telah tersungkur jatuh bangkrut sementara orang yang selalu ia hina dan diperlakukan dengan kasar anak dari seorang wanita kolong merat.


" Mah, siap-siaplah untuk berkemas kita harus meninggalkan rumah ini secepatnya!" ucap Bram.


" Setelah ini kita akan tinggal dimana pah?" Widia lirih


Reihan berjalan mendekat dan memeluk mamahnya. " Mah, Rei sudah mencari rumah untuk kita tinggali tapi rumah itu tidak sebesar rumah kita ini!" Ucap Reihan

__ADS_1


" Tidak apa-apa Rei, yang terpenting kita tidak kepanasan dan kehujanan!" Bram menggenggam tangan widia berusaha menguatkan.


Widia menangis sejadi-jadinya merasa tidak percaya kini ia jatuh miskin bahkan wanita yang ingin dijadikan menantunya kini entah kemana.


________


Reihan masuk kedalam kamarnya dan begitu juga widia dan Bram mereka mengemas barang-barang yang akan mereka bawa kerumah barunya.


Widia menatap lekat rumah yang sudah bertahun-tahun ia tempati. mbok ijah pun merasa sedih karena harus berpisah dengan majikannya. ia sudah bekerja bertahun tahun lamanya dengan keluarga bramantyo. sejak Reihan kecil mbok ijah yang mengasuhnya.


mbok ijah berpamitan kepada Bram dan widia. Ia merasa sangat sedih dengan keadaan majikannya sekarang.


" Tuan ... nyonya saya pamit dulu. semoga tuan dan nyonya selalu diberi kesehatan dan selalu dilindungi Allah swt!" Ucap mbok ijah


" Amin... terima kasih ya mbok, saya pasti akan sangat merindukan mbok ijah!" Ucap Reihan yang baru turun dari kamarnya.


" Ehhh... tuan muda, si mbok pamit ya!" Mbok ijah tidak kuat menahan tangisnya.


" Iya mbok, Hati-hati ya mbok!" Ucap Reihan lalu memeluk mbok ijah


" Tuan muda!" Mbok ijah terkejut karena tiba-tiba Reihan memeluknya.


mbok ijah bersalaman dengan Bram dan widia. mereka semua akhirnya pergi meninggalkan rumah tersebut. Reihan membawa kedua orang tuanya kerumah mereka yang baru.


_________________


Maaf ya kalau up nya sedikit dan lama.

__ADS_1


lagi gak bisa berpikir karena orangtua saya lagi sakit 😳jadi pikirannya terpecah belah gak bisa konsen. maaf ya 🙏


__ADS_2