
Setelah acara selesai para tamu undangan sudah pulang semua, tinggallah Cahaya dan Reihan yang tengah berada di dalam kamar.
" Sebaiknya sekarang kamu istirahat sayang, kamu pasti lelah seharian sibuk dengan acara pengajian tadi!" Titah Reihan.
" Iya mas,tapi aku mau mandi dulu lengket rasanya badanku"
" Ya sudah sana mandi, mas mau ke ruang kerja mas" Reihan bangun dari duduknya dan berjalan menuju keluar sementara Cahaya masuk ke dalam kamar mandi.
Di ruang kerja Reihan mengerjakan tugas kantornya yang sempat tertunda. akhir- akhir ini kesibukannya semakin padat. Perusahaan yang dikelolanya semakin pesat. berkat dukungan dari sang isteri dan juga keluarga serta semangatnya Reihan mencapai kesuksesannya.
Perusahaan yang dikelola Reno pun termasuk campur tangan dingin Reihan sehingga dua perusahaan tersebut kini menjadi perusahaan terbesar di Asia. banyak para investor yang berbondong-bondong ingin mengajukan kerja sama dengan PT. SCR Grup.
Cahaya keluar dari kamar mandi setelah rapih ia pergi kekamar Raka melihat putra kesayangannya sebentar memastikan sudah tidur atau belum. Setelah melihat Raka tengah tertidur ditemani oleh Yati Cahaya menuju dapur membuatkan kopi untuk Reihan yang berada di ruang kerja.
Ceklekk ...
pintu ruang kerja Reihan terbuka Cahaya menyembul masuk dengan membawa secangkir kopi ditangannya.
" Sayang, kok belum tidur?" Reihan berdiri dari duduknya menghampiri Cahaya dan meraih cangkir kopi dari tangannya lalu mengajak Cahaya duduk di sofa yang ada di ruang kerja tersebut.
" Apa pekerjaan mas masih banyak?"
" Iya sayang, mas minta maaf mungkin malam ini mas sedikit lembur banyak pekerjaan yang harus mas selesaikan malam ini. Sebaiknya kamu tidur duluan aja ya, kamu kan capek sayang gak usah nunggu mas ya! Reihan mengusap rambut sang isteri dengan lembut.
" Iya mas, tapi mas juga jangan tidur terlalu larut ya, mas juga kan seharian ini sibuk beres-beres!" Cahaya menyenderkan kepalanya di bahu Reihan.
"Iya, sayang!" Reihan mengecup kening Cahaya.
" Ya sudah aku tidur duluan ya mas, ingat jangan larut-larut!" Cahaya berdiri dan berjalan keluar.
" Iya bawel!" Reihan terkekeh
" Bukan bawel tapi perhatian!" Cahaya memberengut
" Iya...iya" Reihan tertawa dan menatap punggung sang isteri yang sudah hilang dari balik pintu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Di dalam kamar dan rumah yang berbeda sepasang suami istri tengah asik berbincang - bincang di atas tempat tidur dengan bersandar di tepi kepala ranjang.
" Mas!" Panggil Intan
" Iya sayang" Sahut Reno sambil memainkan ponselnya.
"Mas, besok aku boleh ya izin untuk pergi bersama Lintang juga yang lainnya?"
__ADS_1
Reno meletakkan ponselnya di atas nakas lalu menatap lekat wajah sang isteri.
" Gak, mas gak akan izinin!"
" Mas, cuma nongkrong di cafe aja kok mas Bayu juga ada kok. awalnya mereka mau kumpul malam ini tapi karena aku yang minta ikut jadi Bayu membatalkannya dan menggantinya besok. gak enak loh mas aku kalau sampai gak jadi datang. ini kan selagi Bayu ada di ibukota. boleh ya mas?" Rengek Intan.
" Gak mas tetap gak ngizinin kamu pergi sama mereka. kamu itu lagi hamil sayang kalau kenapa-kenapa bagaimana?" cemas Reno
" Aku akan jaga diri baik-baik kok mas, boleh ya.. ya..?" bujuk Intan manja.
" Ya sudah tapi dengan syarat"
" Apa?"
" Mas juga ikut"
Intan berpikir sejenak pasalnya teman-temannya tidak mengetahui hubungan yang sebenarnya antara Reno dan Intan.
" Ta... tapi mas!"
" Tidak ada tapi-tapian, mas ikut atau tidak sama sekali!" tegas Reno.
" Masalahnya mereka itukan pegawai mas dan mereka juga belum tahu loh mas tentang hubungan kita yang sebenarnya."
" Ya aku belum siap aja mas kalau orang-orang kantor tau aku ini isteri mas, apalagi di kantor kan banyak tuh yang ngefans banget sama suamiku yang jelek ini!" Intan menangkup wajah Reno dengan kedua tangannya hingga membuat bibir Reno mengerucut.
" Jelek? emmmm .. mas ganteng gini dibilang jelek, bilang aja kalau istri mas yang cantik ini sedang cemburu" Goda Reno mengacak-acak rambut Intan.
"Siapa yang cemburu?" Intan memberengut.
" Duh gemesin banget sih isteri mas kalau lagi kaya gini jadi kepingin....." ucapan Reno menggantung dan mengerlingkan mata.
" Apa sih mas, jangan yang aneh-aneh deh"
" kok aneh sih yang, mas kan cuma mau nengokin Reno junior, boleh ya...?" Reno memelas.
" Boleh gak ya, emmmm.... !" belum sempat menjawab Reno sudah melakukan aksinya dan terjadilah acara tengok menengok Reno junior.
•••
Hari menjelang pagi dua insan manusia yang berada dibawah selimut meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Intan membuka matanya melihat Reno sudah duduk bersandar di kepala tempat tidur.
" Sudah bangun ?" Tanya Reno menatap Intan yang tengah mendongak menatapnya.
" Hemm..." jawab Intan singkat dengan seulas senyum tipis di sudut bibirnya lalu beranjak dari tempat tidur turun dan berjalan menuju kamar mandi selang berapa menit bergantian dengan Reno dan setelah itu mereka sholat subuh berjamaah.
__ADS_1
Selesai Sholat Intan keluar kamar menuju dapur untuk membuat sarapan sementara Reno duduk di sofa yang ada didalam kamar sibuk dengan ponsel ditangannya.
Saat Intan sedang memasak di dapur bi Susan datang menghampirinya. " Selamat pagi non Intan!" sapa bi Susan.
" Pagi bi!" jawab Intan menoleh sekilas ke bi Susan dan kembali sibuk dengan nasi goreng yang tengah ia masak.
" non Intan sedang masak apa, biar bibi saja yang masak!" bi Susan hendak meraih spatula yang ada ditangan Intan namun dengan sopan Intan menolaknya.
" Gak usah bi biar saya saja, bibi tolong bantu saya cuci sayurannya aja ya bi!" pinta Intan.
" Baiklah kalau begitu non!" dengan senang hati bi Susan membantu Intan didapur.
Setelah hampir satu jam bergelut di dapur bersama bi Susan akhirnya menu sarapan pagi sudah tersaji di atas meja makan.
" Bi aku keatas dulu ya bi mau panggil mas Reno bibi tolong panggilin mama ya untuk sarapan!"
" Iya non!"
Intan menaiki anak tangga menuju kamar saat masuk ia melihat Reno dengan senyum yang mengembang disudut bibirnya.
" Mas turun duluan aja aku mau ganti baju dulu!"
Reno meletakkan ponsel yang dipegangnya di atas meja lalu berdiri dan berjalan menghampiri Intan yang sedang berdiri didepan kemari mengambil baju gantinya.
Intan terkesiap saat merasakan lengan kekar sudah melingkar diperutnya. Intan menoleh dan terlihat dengan jelas wajah tampan pemilik tangan besar dan kekar itu. " Ma.. aku mau ganti baju dulu lepasin ih.!" Intan memberengut.
" Ngapain ganti baju sih, begini juga cantik!" gombal Reno dan meletakkan dagunya di bahu Intan.
" Cantik apanya bau bawang gini?"
" Bau bawang aja tetap cantik apalagi kalau gak bau ya" goda Reno.
" Mas udah lepas, gak enak loh sama mama pasti udah nungguin di bawah." Reno melepaskan tangannya yang melingkar di perut Intan.lalu membalikkan tubuh Intan hingga menghadap kearahnya lalu sedikit membungkukkan badan.
" Selamat pagi anak daddy ! pagi ini anak daddy sedang apa ? jangan cemberut kaya mommy ya!" Reno mengelus perut Intan yang sudah terlihat membuncit lalu menciumnya dengan lembut.
" Mommy cemberut juga kan karena ulah dady yang udah gangguin mommy" protes Intan.
" Bilangin yang sama mommy jangan cemberut lagi kalau masih cemberut nanti dady jengukikn kamu lagi aja ya biar mommy nya senyum-senyum lagi kaya semalam" goda Reno mendongak menatap wajah sang Isteri yang sudah merona merah.
" Sudah sana, dasar mesum!" Intan menepuk punggung Reno pelan dan Reno menegakkan tubuhnya dengan tertawa puas melihat wajah Intan yang merah padam
Intan bergegas mengambil baju gantinya dan masuk kedalam kamar mandi.
" Sayang kenapa ganti baju dikamar mandi, disini saja!" Teriak Reno dengan tawa yang tak lepas dari bibirnya dan Intan tidak menggubris teriakan Reno diluar.
__ADS_1