RAHASIA DALAM PERNIKAHAN

RAHASIA DALAM PERNIKAHAN
Kembali ke Rumah


__ADS_3

Pagi hari dimeja makan seperti biasa sebelum berangkat kekantor bramantyo sarapan ditemani widia.


" Pah, apa benar Reihan akan segera menikah dengan cahaya?" tanya widia mengawali pembicaraan.


" hemmm..." jawab bramantyo sambil mengunyah sarapannya.


" Reihan pasti sangat terpaksa melakukan semua itu" kata widia datar.


" Terpaksa? justru Reihanlah yang memohon pada cahaya untuk menikah?" ucap bramantyo tegas.


" Sudahlah mah menurut papah cahaya adalah gadis yang sangat cocok untuk anak kita, dia sudah membuat terang pikiran anak kita. beberapa hari ini papah melihat Reihan sudah tidak lagi pergi ke club malam, dia lebih memilih menemani cahaya di rumah sakit." jelas bramantyo dan menyudahi makannya.


" tapi pah...!" ucapan widia terhenti melihat bramantyo beranjak dari duduknya bergegas pergi kekantor.


bramantyo brangkat kekantor dengan mobil hitam miliknya disupiri oleh pak kardi


pak kardi adalah supir pribadinya, ia sudah hampir 25 tahun bekerja di keluarga bramantyo.


" pak kardi tolong cepat sedikit, aku ada janji dengan klien pagi ini" titah bramantyo


" baik tuan". pak kardi mengemudi dengan kecepatan tinggi.


******

__ADS_1


" Selamat ya nona cahaya, hari ini sudah boleh pulang!" kata harry


" Terima kasih dokter!" ucap cahaya dengan senyum menghiasi wajahnya.


" Rei... jaga dia dengan baik, oke!" kata harry menepuk bahu reihan.


" Tenang saja, jika perlu aku akan mengawasinya 24 jam". gurau Reihan


" sudah kaya kantor polisi 24 jam" sahut harry disertai tawa


cahaya ikut tertawa melihat canda gurau Reihan dan harry kemudian ia mengemas barang - barang miliknya untuk kembali pulang ke rumah bramantyo.


********


cahaya akhirnya keluar dari rumah sakit ia pulang bersama Reihan, disepanjang perjalanan pulang cahaya dan Reihan tidak saling berbicara, cahaya duduk disamping reihan yang sedang mengemudi pandangannya keluar jendela ia menatap jalan dan pohon- pohon. perasaannya sangat senang bisa menghirup udara bebas. ia lalu tersenyum menoleh kearah pria yang sedang mengemudi disampingnya.


" Terima kasih" kata cahaya sambil tersenyum.


" terima kasih untuk apa?" tanya reihan


" untuk semuanya" jawab cahaya.


Reihan hanya tersenyum tetap dalam keadaan fokus mengemudi.

__ADS_1


setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai juga dirumah.


widia yang mendengar suara mobil putranya terparkir didepan rumah dengan segera menghapirinya.


Reihan dan cahaya keluar dari mobil. mbok ijah yang tahu cahaya akan pulang menyambutnya dengan gembira, ia membantu membawa barang bawaan.


melihat cahaya yang masih terlihat lemas Reihan langsung membopong tubuh mungil itu kedalam, widia yang melihat tingkah anaknya itu hanya mendecik kesal.


" hah... apa apaan ini, apa yang sudah dilakukan gadis kampung itu sampai Reihan memperlakukannya seperti itu?" gumam widia


Reihan meletakkan cahaya dengan sangat hati hati di atas tempat tidur dan menyelimutinya sampai pinggang.


" sekarang istirahatlah, aku akan keluar jika butuh apa-apa bilang saja" kata Reihan lalu melangkahkan kaki keluar.


Cahaya hanya memanggut.


Reihan menuruni anak tangga menuju ruang tv tempat widia berada.


" Mah...!" sapa Reihan


" kamu sebenarnya kenapa si sayang?" tanya widia


" maksud mamah?"

__ADS_1


"kau tidak seriuskan menikahinya? seperti yang pernah kau katakan pada mamah setelah 1 tahun menikah kau akan segera menceraikannyakan, kau akan kembali pada clara kan sayang?" tanya widia penuh penekanan.


Reihan terdiam mengingat kata-kata yang diucapkan mamahnya


__ADS_2